Reses di Bosel, Rusli Tinjau Lokasi Banjir dan Longsor

Sesuai tugasnya menyerap aspirasi rakyat dan melihat kondisi di lapangan, Wakil Ketua III DPRD Kota Bogor Rusli Prihatevy terjun ke wilayah Kecamatan Bogor Selatan (Bosel) meninjau 18 titik bencana pada Selasa (13/9/2022) dan Rabu (14/9/2022). 

“Reses sekarang permintaan warga Bogor Selatan lebih kepada bencana, laporan ke saya hampir 18 kejadian di Bogor Selatan. Selain itu ada juga hal yang krusial di wilayah Cipaku, warga terdampak double track hampir 100 Kepala Keluarga (KK) dipindahkan, untuk double track juga akses jalan di RW 15. Sehingga itu perlu perhatian,” ungkap Rusli.

Rusli melanjutkan, untuk akses jalan karena jalan dan jembatan Cisadane itu kan kewenangan Provinsi Jawa Barat, sehingga ini perlu dorongan dari Pemkot Bogor. Untuk dampak proyek double track sudah berangsur baik, hanya tinggal domisili kependudukan mereka, karena akan masuk tahun politik.

“Hampir 3.000 warga lebih harus segera diatasi oleh Disdukcapil, karena ini akan brakibat kepada daftar pemilih. Saya minta hal kependudukan dipercepat,” tuturnya.

Rusli juga menjelaskan, untuk hasil reses yang paling banyak bencana di kelurahan Mulyaharja. Jadi rata-rata biasanya aspirasi itu bidang pembangunan, infarstruktur dan masalah ekonomi. Tapi hari ini lebih kepada penanganan bencana, ini menjadi skala prioritas karena curah hujan yang cukup tinggi.

“Ya, tentunya ada beberapa hal tugasnya dari Provinsi Jawa Barat dan Pemkot Bogor. Tentunya kami ingin mendorong, kemarin saya sidak ke wilayah Kelurahan Cipaku dan Mulyaharja, ada beberapa masyarakat yang terdampak dan sangat memprihatinkan,” jelasnya.

Penulis Pratama

Editor Aldho Herman

image_pdfimage_print
Share

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *