Sahur On The Road Bukan Tawuran On The Road

Tak terasa ramadhan telah tiba, dan kita sudah memasuki hari ke 12, (Rabu (7/5/2017) ini. Ramadhan yang selalu disambut suka cita ummat Islam, harus diisi dengan kegiatan positif yang bisa menambah pahala di bulan penuh keberkahan ini.

Dulu Ramadhan bukan hanya identik dengan tarawih, pesantren kilat dan tadarusan saja, namun bulan ramadhan atau bulan puasa banyak juga bazar ramadhan, makanan berbuka (takjil)dan lain-lain.

Sekarang Ramadhan, ada sebagian orang yang memanfaatkannya bukan untuk menambah pahala, tapi justru berbuat kejahatan. Salahsatunya tawuran pemuda/pelajar yang sering terjadi usai sahur. Entah apa yang ada dipikiran anak-anak remaja bau kencur tersebut, bukannya beramal malah tawuran. Tak sedikit korban jatuh akibat kejadian tersebut. Ironisnya mereka mengelabui petugas maupun orangtuanya dengan dalih sahur on the road.

Wajar jika Pemerintah setempat melarang dilaksanakannya sahur on the road, mengingat banyak orang khususnya remaja yang memanfaatkannya dengan melakukan aksi tawuran dan fandalisme (corat-coret).

Sekarang sudah saatnya untuk mengembalikan kesucian ramadhan dengan menggelar kembali pesantren kilat atau kuliah subuh yang nyaris punah. Dulu pelajar mendapat tugas mengisi buku kegiatan selama ramadhan termasuk taraweh, tadarus dan kuliah subuh. Alhasil banyak remaja memenuhi masjid atau pesantren untuk mendengarkan kuliah subuh, bukan tawuran menjelang subuh.

Semoga ramadhan tahun ini memberikan keberkahan bagi kita semua, khususnya ummat Islam di Indonesia. Amien

Pimpinan Redaksi

H Herman Suriawijaya

print

You may also like...