Menu

Dark Mode
Usai Deepseek, Perusahaan China Ini Kejutkan Industri AI Inggris Terancam Krisis Air Imbas Pembangunan Data Center Komdigi Tetapkan Telkomsel, XLSmart, Indosat Pemenang Lelang Frekuensi Jutaan Satelit Akan Keliling Bumi Seperti Cincin Saturnus, Mimpi Buruk Bagi Astronomi Orang NPD Bisa Dilihat dari Alis Seseorang, Begini Cirinya Ide Tak Biasa, Ilmuwan Usul Matahari Diredupkan untuk Redam El Nino

Kabar Lifestyle

Norwegia Larang Anak SD Pakai AI Agar Tak Lupa Baca Tulis

badge-check


					Norwegia Larang Anak SD Pakai AI Agar Tak Lupa Baca Tulis
Ilustrasi sekolah (Foto: iStock)
Perbesar

Norwegia Larang Anak SD Pakai AI Agar Tak Lupa Baca Tulis Ilustrasi sekolah (Foto: iStock)

Norwegia melarang siswa sekolah dasar (SD) menggunakan layanan AI generatif. Larangan ini diberlakukan untuk mencegah dampak negatif AI dalam proses pembelajaran.

Dalam konferensi pers pada Jumat (19/6) kemarin, Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Stoere mengatakan AI berpotensi membuat anak-anak melompati tahapan belajar penting. Ia mengimbau sekolah untuk fokus pada pelajaran membaca, menulis, dan berhitung.

“Hal terpenting di sekolah adalah anak-anak kita belajar membaca, menulis, dan berhitung,” kata Stoere, seperti dikutip dari Reuters, Minggu (21/6/2026).

Larangan ini akan berlaku pada tahun ajaran baru yang akan dimulai pada akhir Agustus 2026. Larangan ini berlaku pada siswa kelas satu hingga kelas tujuh, yang berusia 6-13 tahun.

Kebijakan ini juga berlaku untuk siswa kelas menengah, tapi dengan aturan yang dilonggarkan. Anak-anak berusia 14-16 tahun boleh menggunakan layanan AI generatif, tapi harus dengan pengawasan guru. Sementara itu, siswa berusia 17 tahun ke atas dianjurkan menggunakan AI secara tepat.

Ini bukan kebijakan pertama Norwegia untuk mengurangi penggunaan teknologi di ruang kelas. Pada tahun 2024, Norwegia melarang penggunaan smartphone di sekolah karena hasil nilai ujian yang menurun.

Kebijakan ini cukup sukses karena berhasil menurunkan perundungan, meningkatkan nilai siswa, dan menurunkan jumlah kunjungan siswa ke psikolog secara signifikan untuk masalah kesehatan mental. Hasil ini terlihat jelas pada siswa perempuan.

Norwegia juga berencana untuk melarang penggunaan media sosial untuk semua anak di bawah usia 16, mirip seperti kebijakan yang ada di Indonesia. Proposal kebijakan ini akan dibahas di parlemen pada akhir tahun ini.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Usai Deepseek, Perusahaan China Ini Kejutkan Industri AI

21 July 2026 - 21:03 WIB

Inggris Terancam Krisis Air Imbas Pembangunan Data Center

21 July 2026 - 20:59 WIB

Komdigi Tetapkan Telkomsel, XLSmart, Indosat Pemenang Lelang Frekuensi

21 July 2026 - 20:55 WIB

Jutaan Satelit Akan Keliling Bumi Seperti Cincin Saturnus, Mimpi Buruk Bagi Astronomi

21 July 2026 - 20:52 WIB

Orang NPD Bisa Dilihat dari Alis Seseorang, Begini Cirinya

21 July 2026 - 20:46 WIB

Trending on Kabar Lifestyle