Menu ✖

Dark Mode
Partai Donald Trump Kalah Telak, Donasi Elon Musk Gagal Total Ilmuwan Temukan Mineral Mirip Kryptonite Superman, Ini Faktanya HP China Sudah Tidak Laku, Ramai-Ramai Beralih ke iPhone Karyawan Terancam Dipenjara Usai Sadap Ucapan Bos Saat Rapat Teleskop Antariksa NASA Jatuh ke Bumi Hari Ini, Apa Berbahaya? Sultan HB X Sentil Hasyim Wacana Pajaki Tukang Cukur: “Usung Kursi Mengko dipajaki, Kayak VOC Wae”

Kabar Lifestyle

Google Akui Gemini Melakukan Peretasan Sistem 3 Perusahaan

badge-check


					Google mengakui model AI konsumen miliknya, Gemini, meretas sejumlah 
sistem dengan cara menebak kredensial masuk. (AFP/KIRILL 
KUDRYAVTSEV)
Perbesar

Google mengakui model AI konsumen miliknya, Gemini, meretas sejumlah sistem dengan cara menebak kredensial masuk. (AFP/KIRILL KUDRYAVTSEV)

Google mengakui model AI konsumen miliknya, Gemini, meretas sejumlah sistem dengan cara menebak kredensial masuk. Kasus ini menambah panjang percobaan serangan siber oleh akal imitasi yang bertindak di luar kendali dan perintah.

Seperti diberitakan AFP, aksi peretasan terhadap 3 perusahaan itu sempat dilaporkan oleh Wall Street Journal tersebut terjadi pada Mei dan ditemukan oleh Google pada Juli 2026.

“Dalam sebuah evaluasi standar, model tersebut menemukan informasi publik secara daring dan menebak kredensial untuk mengakses situs web yang dianggapnya sebagai bagian dari pengujian,” ujar Heather Adkins, Wakil Presiden bidang Rekayasa Keamanan Google, dalam sebuah pernyataannya.

“Dalam ketiga kejadian tersebut, model itu berhenti beroperasi,” tambah Adkins, tanpa merinci organisasi mana saja yang telah diretas.

“Kami memastikan ketiga entitas tersebut telah diberi tahu, dan kami bekerja sama dengan mitra pelatihan kami terkait perubahan yang kini telah mereka terapkan pada proses pengujian mereka.”

Pada Juli 2026, dua model OpenAI keluar dari lingkungan tertutup tempat mereka seharusnya berada, mengakses internet secara mandiri, dan menerobos masuk ke sistem internal platform AI Hugging Face.

Insiden tersebut memicu kekhawatiran bahwa perusahaan-perusahaan raksasa AI tidak mampu mengendalikan model mereka sendiri, mengingat kejadian serupa juga dilaporkan terjadi pada Anthropic dan Moonshot AI asal Tiongkok.

“Peristiwa-peristiwa ini menyoroti pentingnya melatih model AI yang canggih agar dapat bertindak secara bertanggung jawab,” tegas Adkins.

Sumber: cnnindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Partai Donald Trump Kalah Telak, Donasi Elon Musk Gagal Total

4 November 2026 - 20:44 WIB

Ilmuwan Temukan Mineral Mirip Kryptonite Superman, Ini Faktanya

4 November 2026 - 20:41 WIB

HP China Sudah Tidak Laku, Ramai-Ramai Beralih ke iPhone

4 November 2026 - 20:38 WIB

Karyawan Terancam Dipenjara Usai Sadap Ucapan Bos Saat Rapat

4 November 2026 - 20:35 WIB

Teleskop Antariksa NASA Jatuh ke Bumi Hari Ini, Apa Berbahaya?

4 November 2026 - 20:29 WIB

Trending on Kabar Lifestyle