Menu

Dark Mode
China Klaim Ada ‘Ikan Mata-mata’ yang Pantau Perairannya China Perketat Ekspor Indium untuk Chip AI, Ini Fakta-faktanya Microsoft Akan Cabut Dukungan Office 2021, Catat Tanggalnya! Norwegia Larang Anak SD Pakai AI Agar Tak Lupa Baca Tulis Co-founder Ubisoft Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Pesawat Proyek Raksasa di Gurun Nevada: 1.650 Antena untuk Mengintip Semesta

Kabar Lifestyle

Proyek Raksasa di Gurun Nevada: 1.650 Antena untuk Mengintip Semesta

badge-check


					Ilustrasi teleskop radio. (Foto: Dok. Chime) Perbesar

Ilustrasi teleskop radio. (Foto: Dok. Chime)

Peneliti di Caltech bersiap membangun calon susunan teleskop radio paling sensitif dan tercepat yang pernah dibuat. Ambisinya sangat besar. Setelah selesai tahun 2029, Deep Synoptic Array (DSA) akan menampilkan 1.650 antena parabola radio, masing-masing berdiameter hampir 6,1 meter, membentang di area 19,3 kali 16,1 kilometer di lembah gurun terpencil di Nevada.

Sebagai perbandingan, Very Large Array di New Mexico, salah satu teleskop radio terbesar yang ada, hanya terdiri dari 27 antena parabola. Banyaknya antena memiliki satu keunggulan, yaitu dapat secara drastis meningkatkan resolusi spasial pengamatan luar angkasa dalam dengan berfungsi layaknya satu instrumen raksasa.

Namun salah satu kekurangannya adalah jauh kurang sensitif terhadap cahaya dibanding satu antena parabola raksasa. Ini membuatnya hanya cocok untuk objek astronomi sangat terang, seperti pulsar (sisa bintang mati dengan medan magnet kuat) dan semburan radio cepat (kilatan singkat gelombang radio kuat).

Untuk mengurangi interferensi frekuensi radio, tim memilih bagian sangat terpencil gurun Nevada, tak jauh dari Taman Nasional Great Basin. Ilmuwan di balik DSA berjanji susunan teleskop baru ini akan jauh lebih sensitif dibanding yang sudah ada, mempercepat proses pemindaian langit malam yang luas.

“DSA akan menyurvei seluruh langit yang terlihat beberapa kali dalam lima tahun pertamanya dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar profesor astronomi Caltech sekaligus penyelidik utama DSA, Gregg Hallinan.

“Sementara gabungan semua teleskop radio lain sejauh ini baru menemukan sekitar 20 juta sumber radio, DSA akan menyamai jumlah tersebut hanya pada hari pertama operasinya. Pada akhir survei awalnya, ia akan menemukan sekitar 1 miliar sumber radio baru,” tambahnya, dikutip dari detikINET.

Peneliti berharap dapat menggunakan susunan teleskop ini untuk mempelajari fenomena misterius dan kurang dipahami seperti semburan radio cepat, serta konsep kompleks seperti bagaimana energi gelap mempengaruhi perluasan alam semesta.

Kecepatan DSA juga akan memberi astronom akses ke data hampir real time, memungkinkan mereka memprosesnya segera. Publik juga akan memiliki akses tanpa batas sejak awal.

“Kami ingin seluruh dunia juga memiliki akses ke data tersebut sama cepatnya dengan kami. DSA berfungsi layaknya laboratorium cuci cetak foto yang memproses gambar radio real time agar dapat digunakan semua orang,” sebut manajer proyek DSA, Katie Jameson yang dikutip dari detikINET.

Untuk menekan biaya, peneliti Caltech beralih ke mitra manufaktur yang sangat tidak biasa, yakni produsen loyang kue Fat Daddio’s, untuk memproduksi ribuan loyang panggang yang ternyata bentuknya paling sempurna untuk membantu mengubah gelombang elektromagnetik menjadi sinyal listrik.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

China Klaim Ada ‘Ikan Mata-mata’ yang Pantau Perairannya

21 June 2026 - 19:25 WIB

China Perketat Ekspor Indium untuk Chip AI, Ini Fakta-faktanya

21 June 2026 - 19:21 WIB

Microsoft Akan Cabut Dukungan Office 2021, Catat Tanggalnya!

21 June 2026 - 19:16 WIB

Norwegia Larang Anak SD Pakai AI Agar Tak Lupa Baca Tulis

21 June 2026 - 19:12 WIB

Co-founder Ubisoft Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Pesawat

21 June 2026 - 19:10 WIB

Trending on Kabar Lifestyle