Menu

Dark Mode
Fakta-fakta dan Spesifikasi Lampung-1, Satelit AI Pertama Indonesia Daftar Inovasi BRIN Dipamerkan ke Prabowo: Genteng Hingga Nuklir Pertama di Dunia: Ilmuwan Ciptakan Virus Pakai AI Ahli Ungkap Penampakan Permukaan Matahari Terbaru, Begini Bentuknya Basmi 96 Ular Piton, Pemburu Ini Bawa Pulang Rp 179 Juta AI Permudah Hacker Cari Celah Keamanan, Begini Cara Melawannya

Kabar Bogor

Bus Trans Metro Pakuan Segera Mengaspal

badge-check


					Bus Trans Metro Pakuan Segera Mengaspal Perbesar

Setelah sempet terhenti beroperasi, akhirnya Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Perhubungan (Dishub), akan segera mengoperasikan kembali bis angkutan massal pengganti BisKita. Menurut informasi anggaran Rp10 miliar yang berasal dari dana APBD Kota Bogor akan digelontorkan agar angkutan massal tersebut kembali beroperasi, dengan nama baru bis Trans Metro Pakuan.

Kepala Dishub Kota Bogor, Marse Saputra mengatakan, saat ini sedang dalam proses tahapan pelaksanaan pelayanan angkutan massal menggunakan anggaran APBD Kota Bogor sebesar Rp10 miliar. Jadi, angkutan massal berbasis bis akan tetap berjalan di Kota Bogor dan sekarang murni menggunakan anggaran APBD Kota Bogor.

“Saat ini sedang dilakukan proses tahapan untuk menggunakan dana Rp10 miliar untuk angkutan massal Bis di Kota Bogor. Jadi, bis yang akan di operasionalkan dengan dana itu hanya 2 koridor, yakni koridor 1 dan 2,” kata Marse.

Koridor 1 jurusan Bubulak-Cidangiang dan koridor 2 jurusan Bubulak-Ciawi. Dari dua koridor itu hanya bisa dioperasionalkannya antara 17 hingga 25 unit bis, sesuai dengan anggaran Rp10 miliar. Anggaran itupun hanya bisa mengcover pelayanan angkutan massal selama 6 bulan. Namun demikian, diharapkan kedepan ada tambahan dari APBD Perubahan dan Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), untuk menanggulangi 6 bulan lagi hingga Desember 2025. “Proses lelang ditargetkan tetap di februari ini, sehingga maret sudah berjalan. Nanti, nama bis nya juga berubah, bulan lagi BisKita, tetapi berubah nama jadi Bis Trans Metro Pakuan,” ucapnya.

Perubahan nama itu dikarenakan menggunakan anggaran APBD Kota Bogor dan dikelola langsung oleh Pemkot Bogor melalui Dishub. Nama Trans Metro Pakuan itupun memiliki arti, diantaranya, Trans adalah transportasi, Metro itu mengartikan bahwa Kota Bogor sudah menjadi kota metropolitan dan Pakuan itu adalah sejarahnya Kota Bogor. “Bis Trans Metro Pakuan itu sebuah nama bagi kebanggaan Kota Bogor. Jadi perubahan nama bis inipun sudah sesuai kajian dan diusulkan ke Pemkot Bogor. Kalau dulu BisKita, itu adalah program dan produk kementerian dan tidak hanya di Kota Bogor saja, tetapi di kota kota lainnya menggunakan nama BisKita, tetapi karena sumbernya APBD Kota Bogor, maka namanya bukan BisKita lagi,” jelasnya.

Terkait sistem yang akan digunakan nanti, lanjut Marse, tetap bis Trans Metro Pakuan akan tetap sama menggunakan sistem Buy The Service (BTS), tetapi dibawah tanggung jawab penuh Dishub Kota Bogor. Nanti juga akan dilibatkan Perumda PTP sebagai fungsi kontroling dan operasional, karena diharapkan Perumda PTP menjadi Bus Manajemen Company (BMC). Saat ini juga sedang dijalankan kajian-kajian, baik secara teknis dan pelaksanaan, dimulai dari SPM, SPP, trayek dan skema pendapatannya.

“Segala persiapan ini harus dituangkan didalam surat keputusan walikota Bogor, on progres ini berjalan dan yang paling penting skema pendapatan dari pelayanan tersebut. Jadi ketika di Tapping oleh pengguna, ada 4 bank yang mengeluarkan kartu elektronik, jadi skema nya apakah masuk ke bank tersebut baru dialihkan ke rekening kas daerah, karena ada sistem di dalamnya, juga akan dilakukan kerjasama antara Pemkot dan perbankan, termasuk bank Jabar sebagai bank penampung kas daerah. Setelah semua siap, selanjutnya akan dilakukan lelang melalui e-katalog,” tandasnya.

Terkait 2 koridor yang belum di aktivasi, yakni koridor 5 dan 6, skema yang disiapkan yaitu skema mandiri tanpa anggaran APBD. Jadi nanti akan ditawarkan kepada pihak penyedia untuk menjalankan koridor 5 dan 6. Nanti pendapatannya akan masuk ke mereka, tetapi ini masih dalam kajian, dampak dan keuntungan diserahkan kepada pihak penyelenggara. “Skema tarif di koridor 1 dan 2 masih tetap seperti BisKita, kemudian tarif di 2 koridor yang akan ditawarkan kepada pihak ketiga juga seharusnya sama, untuk itu masih dilakukan kajian,” pungkasnya. HMS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Bupati Bogor Ajak Jadikan Malasari Titik Awal Kebangkitan Bogor, PPLI Perkuat Komitmen Lestarikan Alam dan Warisan Sejarah

28 July 2026 - 14:02 WIB

Dedie Rachim Apresiasi Wakaf Warga Sukadamai untuk Kepentingan Masyarakat

27 July 2026 - 09:46 WIB

TIngkatkan Efisiensi dan Efektivitas, Kendaraan Operasional Disperumkim Dipasangi GPS dan Fuel Sensor

22 July 2026 - 10:20 WIB

Pemkot Bogor Gencarkan Razia Angkot Tua

21 July 2026 - 22:12 WIB

Dedie-Jenal Perkuat Pelestarian Sejarah, Seni, dan Budaya melalui Berbagai Terobosan

20 July 2026 - 22:08 WIB

Trending on Kabar Bogor