Menu

Dark Mode
Donald Trump Malah Mau Bikin Pasukan AI Padahal Ilmuwan Minta Setop SpaceX Target Starship Meluncur ke Orbit 28 September Donald Trump Mau Ubah Istilah AI, Siapkan Tiga Usulan Mahasiswa Undip Ciptakan ‘Kecoak Hybrid’, Bisa Cari Korban Bencana Alasan Kenapa Handphone yang Tethering Nyala Jangan Disimpan dalam Tas Data Center AI Meta Diduga Bocorkan Bakteri Mematikan ke Air untuk Irigasi Kota

Kabar Lifestyle

Donald Trump Malah Mau Bikin Pasukan AI Padahal Ilmuwan Minta Setop

badge-check


					Donald Trump Malah Mau Bikin Pasukan AI Padahal Ilmuwan Minta Setop (Foto: REUTERS/Kevin Lamarque) Perbesar

Donald Trump Malah Mau Bikin Pasukan AI Padahal Ilmuwan Minta Setop (Foto: REUTERS/Kevin Lamarque)

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan rencana membentuk “AI Force” atau pasukan khusus kecerdasan buatan (AI) di tengah meningkatnya tekanan agar pemerintah AS memperketat pengawasan terhadap perkembangan teknologi tersebut.

Trump menyampaikan rencana itu melalui Truth Social, Sabtu (29/9). Ia juga mengatakan akan menunjuk seorang “AI Czar” untuk memimpin kebijakan terkait AI.

“Untuk tujuan ini, saya membentuk AI Force, seperti yang saya lakukan pada Space Force, yang telah menjadi KESUKSESAN luar biasa pada masa jabatan pertama saya. Untuk itu, dalam waktu dekat saya akan mengumumkan AI ‘Czar’ – Hanya individu dengan IQ TINGGI yang perlu melamar!” tulis Trump, dikutip dari CNN, Senin (21/9/2026).

CNN melaporkan belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai tugas AI Czar maupun struktur AI Force. Belum jelas pula apakah pasukan tersebut akan menjadi bagian dari militer AS seperti Space Force yang dibentuk Trump pada 2019.

Trump tetap menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menghambat perkembangan industri AI. Ia menyebut AS saat ini memimpin China dan negara lain dalam teknologi tersebut.

“Kami tidak akan dengan cara apa pun menghambat atau menghambat pertumbuhan industri luar biasa ini. Kami memimpin China, dan seluruh dunia, dan saya bermaksud untuk mempertahankan posisi itu!” kata Trump.

Rencana tersebut muncul ketika perdebatan mengenai regulasi AI makin menguat di AS. Perkembangan AI telah mendorong investasi, pasar saham, serta pembangunan pusat data, tetapi juga memicu kekhawatiran mengenai hilangnya pekerjaan dan dampak pusat data terhadap masyarakat.

Trump sebelumnya menunjuk investor David Sacks sebagai AI dan cryptocurrency czar. Sacks mundur dari posisi tersebut pada Maret setelah masa tugasnya sebagai pegawai khusus pemerintah berakhir.

Isu regulasi AI juga diperkirakan menjadi pembahasan dalam sejumlah agenda diplomatik AS pekan depan, termasuk pertemuan tingkat tinggi mengenai AI di sela-sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Sejumlah petinggi perusahaan teknologi, termasuk CEO OpenAI Sam Altman, CEO Nvidia Jensen Huang, dan CEO Google Sundar Pichai, juga dijadwalkan menghadiri jamuan makan malam kenegaraan di Gedung Putih dalam rangka kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Washington.

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan bahwa keamanan AI akan ada dalam agenda pembahasan ketika Trump bertemu dengan Xi.

Sumber: cnbcindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

SpaceX Target Starship Meluncur ke Orbit 28 September

21 September 2026 - 20:38 WIB

Donald Trump Mau Ubah Istilah AI, Siapkan Tiga Usulan

21 September 2026 - 20:34 WIB

Mahasiswa Undip Ciptakan ‘Kecoak Hybrid’, Bisa Cari Korban Bencana

21 September 2026 - 20:30 WIB

Alasan Kenapa Handphone yang Tethering Nyala Jangan Disimpan dalam Tas

21 September 2026 - 20:26 WIB

Data Center AI Meta Diduga Bocorkan Bakteri Mematikan ke Air untuk Irigasi Kota

21 September 2026 - 20:21 WIB

Trending on Kabar Lifestyle