Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan rencana membentuk “AI Force” atau pasukan khusus kecerdasan buatan (AI) di tengah meningkatnya tekanan agar pemerintah AS memperketat pengawasan terhadap perkembangan teknologi tersebut.
Trump menyampaikan rencana itu melalui Truth Social, Sabtu (29/9). Ia juga mengatakan akan menunjuk seorang “AI Czar” untuk memimpin kebijakan terkait AI.

“Untuk tujuan ini, saya membentuk AI Force, seperti yang saya lakukan pada Space Force, yang telah menjadi KESUKSESAN luar biasa pada masa jabatan pertama saya. Untuk itu, dalam waktu dekat saya akan mengumumkan AI ‘Czar’ – Hanya individu dengan IQ TINGGI yang perlu melamar!” tulis Trump, dikutip dari CNN, Senin (21/9/2026).
CNN melaporkan belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai tugas AI Czar maupun struktur AI Force. Belum jelas pula apakah pasukan tersebut akan menjadi bagian dari militer AS seperti Space Force yang dibentuk Trump pada 2019.
Trump tetap menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menghambat perkembangan industri AI. Ia menyebut AS saat ini memimpin China dan negara lain dalam teknologi tersebut.
“Kami tidak akan dengan cara apa pun menghambat atau menghambat pertumbuhan industri luar biasa ini. Kami memimpin China, dan seluruh dunia, dan saya bermaksud untuk mempertahankan posisi itu!” kata Trump.
Rencana tersebut muncul ketika perdebatan mengenai regulasi AI makin menguat di AS. Perkembangan AI telah mendorong investasi, pasar saham, serta pembangunan pusat data, tetapi juga memicu kekhawatiran mengenai hilangnya pekerjaan dan dampak pusat data terhadap masyarakat.
Trump sebelumnya menunjuk investor David Sacks sebagai AI dan cryptocurrency czar. Sacks mundur dari posisi tersebut pada Maret setelah masa tugasnya sebagai pegawai khusus pemerintah berakhir.
Isu regulasi AI juga diperkirakan menjadi pembahasan dalam sejumlah agenda diplomatik AS pekan depan, termasuk pertemuan tingkat tinggi mengenai AI di sela-sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Sejumlah petinggi perusahaan teknologi, termasuk CEO OpenAI Sam Altman, CEO Nvidia Jensen Huang, dan CEO Google Sundar Pichai, juga dijadwalkan menghadiri jamuan makan malam kenegaraan di Gedung Putih dalam rangka kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Washington.
Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan bahwa keamanan AI akan ada dalam agenda pembahasan ketika Trump bertemu dengan Xi.
Sumber: cnbcindonesia.com














