Bumi sempat memiliki teman baru di luar angkasa. Sebuah asteroid mungil bernama 2026 QQ8 tertangkap gravitasi Bumi dan untuk sementara mengorbit planet kita sebagai mini-Moon atau Bulan mini.
Keberadaan objek tersebut baru diketahui astronom beberapa bulan setelah tertangkap gravitasi Bumi. Dikutip dari The Daily Galaxy, asteroid berdiameter sekitar 1 meter itu mulai berada dalam pengaruh gravitasi Bumi pada akhir April 2026, tetapi baru ditemukan pada Agustus.

Penemuan dilakukan astronom Hungaria, Krisztián Sárneczky, pada 20 Agustus 2026 menggunakan teleskop di Observatorium Piszkéstető, Hungaria. Pada 29 Oktober 2026, Minor Planet Center (MPC) mengumumkan bahwa hasil perhitungan orbit menunjukkan objek tersebut memang terikat sementara oleh gravitasi Bumi.
Namun, ada satu hal yang sempat membuat astronom penasaran. Mereka belum yakin apakah benda tersebut merupakan asteroid alami atau justru sampah antariksa, seperti bagian roket yang sudah tidak digunakan.
Untuk memastikan asal-usulnya, astronom melakukan pengamatan lanjutan menggunakan teleskop yang lebih kuat di Hawaii dan Arizona. Mereka juga mempelajari pengaruh tekanan radiasi Matahari terhadap pergerakan objek tersebut.
Tekanan radiasi Matahari merupakan dorongan kecil dari cahaya Matahari yang dapat memengaruhi lintasan benda-benda di luar angkasa, terutama objek berukuran kecil. Setelah serangkaian pengamatan, MPC menyimpulkan bahwa objek tersebut bukan benda buatan manusia.
“Tidak ditemukan hubungan dengan objek buatan yang telah diketahui,” demikian keterangan MPC.
Dengan demikian, 2026 QQ8 dipastikan merupakan objek alami, kemungkinan asteroid kecil yang kebetulan melintas cukup dekat dengan Bumi. Ukurannya yang hanya sekitar 1 meter membuat asteroid ini tidak menimbulkan ancaman berarti.
Bahkan jika sampai memasuki atmosfer Bumi, objek tersebut diperkirakan akan terbakar dan menghasilkan cahaya terang seperti fireball atau bola api
Berbeda dengan Bulan yang telah mengorbit Bumi selama miliaran tahun, status 2026 QQ8 sebagai Bulan mini hanya bersifat sementara. Asteroid tersebut diperkirakan akan tetap berada dalam pengaruh gravitasi Bumi hingga Desember 2026. Setelah itu, ia akan terlepas dan kembali melanjutkan perjalanan mengelilingi Matahari pada 2027.
Lintasannya juga tidak membentuk lingkaran rapi seperti orbit Bulan. Asteroid ini bergerak dalam jalur yang tidak beraturan ketika mengitari Bumi dan Bulan sebelum akhirnya kembali menuju ruang antarplanet.
Menariknya, 2026 QQ8 sebenarnya tidak pernah mendekati Bumi dalam jarak yang sangat dekat. Jarak terdekat orbitnya dari Bumi diperkirakan sekitar 570.000 kilometer, atau sekitar 1,5 kali jarak rata-rata Bumi-Bulan.
Asteroid ini juga bukan pertama kalinya melintas dekat Bumi. Berdasarkan rekonstruksi orbit, objek tersebut pernah mendekati Bumi pada 1965 dan diperkirakan akan kembali melintas pada 2058. Namun, kedua peristiwa itu tidak membuatnya tertangkap gravitasi Bumi.
Fenomena Bulan mini sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Bumi pernah memiliki objek serupa, di antaranya asteroid 2020 CD3 dan 2024 PT5 yang sempat berada dekat Bumi selama beberapa waktu.
Namun, astronom membedakan mini-Moon dengan quasi-Moon atau Bulan semu. Mini-Moon merupakan benda langit yang benar-benar tertangkap gravitasi planet dan bergerak mengitarinya untuk sementara waktu. Sebaliknya, quasi-Moon sebenarnya mengorbit Matahari, tetapi memiliki lintasan yang membuatnya terlihat seolah-olah bergerak bersama Bumi.
Asteroid 2026 QQ8 termasuk kategori pertama karena benar-benar berada dalam pengaruh gravitasi Bumi. Keberadaan objek semacam ini juga menarik bagi penelitian astronomi. Mini-Moon dapat menjadi kesempatan bagi ilmuwan untuk mempelajari asteroid dekat Bumi dari jarak relatif dekat, termasuk karakteristik fisik dan asal-usulnya.
Sumber: detik.com













