Menu

Dark Mode
Donald Trump Malah Mau Bikin Pasukan AI Padahal Ilmuwan Minta Setop SpaceX Target Starship Meluncur ke Orbit 28 September Donald Trump Mau Ubah Istilah AI, Siapkan Tiga Usulan Mahasiswa Undip Ciptakan ‘Kecoak Hybrid’, Bisa Cari Korban Bencana Alasan Kenapa Handphone yang Tethering Nyala Jangan Disimpan dalam Tas Data Center AI Meta Diduga Bocorkan Bakteri Mematikan ke Air untuk Irigasi Kota

Kabar Lifestyle

Donald Trump Mau Ubah Istilah AI, Siapkan Tiga Usulan

badge-check


					Presiden Trump usulkan sejumlah nama baru untuk Artificial Intelligence. 
(Foto: REUTERS/U.S. NETWORK POOL)
Perbesar

Presiden Trump usulkan sejumlah nama baru untuk Artificial Intelligence. (Foto: REUTERS/U.S. NETWORK POOL)

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ingin mengubah istilah “Artificial Intelligence” (AI) dan telah menyiapkan tiga usulan nama baru.

Dalam cuitannya di akun X pada Sabtu (19/8), Trump menyatakan bahwa banyak orang yang berpikir istilah “Artificial Intelligence” kurang tepat sasaran dan kaku. Menurutnya, istilah seperti “Superior Intelligence (SI)”, “Extreme Intelligence (EI)” atau “Supreme Intelligence (SI)” lebih tepat.

“Banyak orang merasa istilah ‘Artificial Intelligence’ itu kurang akurat dan terdengar kaku. Sebutan yang jauh lebih elegan dan pas untuk fenomena baru ini adalah Superior Intelligence (SI), Extreme Intelligence (EI), Supreme Intelligence (SI),” tulis Trump di akun X pribadinya pada Sabtu (19/8).

Seruan ini turut diunggah dalam platform media sosial besutannya sendiri, Truth Social.

Trump kemudian membuka polling di platform tersebut, memberikan pilihan kepada publik untuk menentukan nama terbaik untuk teknologi yang tengah berkembang pesat ini.

Namun, dari tiga nama tersebut, Trump mengeliminasi Supreme Intelligence dan meninggalkan dua opsi.

Menurut pantauan CNNIndonesia pada Senin (21/9) siang, saat ini istilah “Extreme Intelligence” mendapat suara terbanyak sebesar 50,2 persen.

“Ini adalah survei, dan saya akan sangat menghargai jika semua orang ikut memberikan suara! Menakah nama terbaik untuk “Revolusi” yang terus berkembang ini?” imbuhnya.

Mengutip Mashable, survei ini dibuat tak lama setelah Trump menyebut ketakutan masyarakat soal AI sebagai “hoaks” di media sosial pekan lalu. Ia turut menegaskan tidak akan menghambat perkembangan AI.

Pasalnya, langkah ini sejalan dengan antusiasme pemerintahannya dalam mengadopsi teknoligi tersebut.

Laporan dari New York Times menyebut Trump berencana untuk bertemu dengan para bos perusahaan AI pekan ini. Namun, perwakilan Gedung Putih mengklarifikasi bahwa belum ada jadawal pasti untuk pertemuan itu di kalender mereka pada Kamis (17/9).

Di sisi lain, CEO Anthropic Dario Amodei dan CEO Sam Altman baru-baru ini justru sepakat bahwa pengembangan AI sebaiknya diperlambat. Keputusan ini menyusul mundurnya seorang peneliti Anthropic yang memberi peringatan bahwa AI bisa “membunuh manusia” pada akhir dekade ini.

Anggota parlemen lain di AS dilaporkan juga tengah berupaya membuat regulasi terkait AI. Pada Jumat (18/9), Gubernur California Gavin Newsom mengeluarkan perintah eksekutif untuk membentuk tim khusus guna memperketat aturan keselamatan AI di negara bagian tersebut.

Selain itu, seorang analis militer AS membuat dikabarkan membuat laporan palus menggunakan AI pada pekan lalu. Peristiwa ini disebut hampir memicu perang antara AS dengan China.

Sumber: cnnindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Donald Trump Malah Mau Bikin Pasukan AI Padahal Ilmuwan Minta Setop

21 September 2026 - 20:44 WIB

SpaceX Target Starship Meluncur ke Orbit 28 September

21 September 2026 - 20:38 WIB

Mahasiswa Undip Ciptakan ‘Kecoak Hybrid’, Bisa Cari Korban Bencana

21 September 2026 - 20:30 WIB

Alasan Kenapa Handphone yang Tethering Nyala Jangan Disimpan dalam Tas

21 September 2026 - 20:26 WIB

Data Center AI Meta Diduga Bocorkan Bakteri Mematikan ke Air untuk Irigasi Kota

21 September 2026 - 20:21 WIB

Trending on Kabar Lifestyle