Menu

Dark Mode
Donald Trump Malah Mau Bikin Pasukan AI Padahal Ilmuwan Minta Setop SpaceX Target Starship Meluncur ke Orbit 28 September Donald Trump Mau Ubah Istilah AI, Siapkan Tiga Usulan Mahasiswa Undip Ciptakan ‘Kecoak Hybrid’, Bisa Cari Korban Bencana Alasan Kenapa Handphone yang Tethering Nyala Jangan Disimpan dalam Tas Data Center AI Meta Diduga Bocorkan Bakteri Mematikan ke Air untuk Irigasi Kota

Kabar Lifestyle

Data Center AI Meta Diduga Bocorkan Bakteri Mematikan ke Air untuk Irigasi Kota

badge-check


					Data Center AI Meta Diduga Bocorkan Bakteri Mematikan ke Air  untuk Irigasi Kota (Foto: Thinkstock) Perbesar

Data Center AI Meta Diduga Bocorkan Bakteri Mematikan ke Air untuk Irigasi Kota (Foto: Thinkstock)

Protes soal pencemaran air akibat data center kecerdasan buatan (AI) merebak di Cheyenne, Wyoming, Amerika Serikat. Pemerintah setempat bahkan mencabut izin pembuangan limbah bagi setiap kompleks pusat data yang terhubung dengan layanan air bersih kota.

Dilaporkan oleh Cowboy State Daily, Dewan Utilitas Publik Cheyenne telah memberlakukan larangan menyeluruh terhadap metode pembuangan air fill-and-flush. Itu adalah proses saat pusat data mengisi penuh sistem pendingin mereka dengan air sebelum mulai beroperasi untuk pertama kalinya.

Keputusan tersebut diambil setelah sebuah perusahaan pusat data yang berafiliasi dengan Meta, Goat Systems LLC, membanjiri saluran pembuangan air limbah setempat dengan limbah cair hasil proses pembersihan sistem yang mengandung bakteri langka dan mematikan bernama Cupriavidus gilardii.

Goat Systems dinyatakan melakukan ‘pelanggaran berat’ terhadap peraturan limbah industri Cheyenne setelah penyelidikan selama berbulan-bulan melacak keberadaan bakteri tersebut hingga ke saluran pembuangan Meta.

“Ini bukan sesuatu yang biasanya kami uji,” ujar Frank Strong, manajer divisi teknik dan sumber daya air di Dewan Utilitas Publik Cheyenne, kepada Wyoming Tribune Eagle terkait penyelidikan tersebut.

Strong mencatat bakteri itu pertama kali ditemukan saat pengujian rutin untuk mendeteksi kontaminasi tinja, seraya menambahkan bahwa bakteri ini merupakan patogen yang tidak lazim ditemukan dalam air limbah. Bahkan yang berasal dari pusat data sekalipun.

“Kami sebenarnya harus melalui proses yang cukup panjang untuk mengetahui jenis bakteri apa itu,” ujarnya.

Cupriavidus adalah patogen yang jarang diketahui dan memiliki ketahanan terhadap berbagai jenis obat (multidrug-resistant). Meskipun infeksi pada manusia sangat jarang terjadi, bakteri ini tercatat telah menyebabkan sepuluh kematian, termasuk tiga kasus yang melibatkan anak-anak dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah (immunocompromised).

Berdasarkan tinjauan terhadap kasus-kasus Cupriavidus, infeksi bakteri ini memiliki tingkat kematian sebesar 31,3%, berdasarkan sampel 32 kasus infeksi yang tercatat sejak tahun 2009.

“Begitu kami mengetahui keberadaan bakteri tersebut dan sumber asalnya, kami segera menghentikan operasi mereka,” kata Strong, dikutip dari detikINET, Minggu (20/9/2026).

Menurut Strong, catatan bahwa sumber pasti patogen tersebut di dalam fasilitas itu belum diketahui. Kendati demikian, air limbah dari kompleks Meta seluas 800.000 kaki persegi di Cheyenne (yang saat ini masih dalam tahap pembangunan) tetap mengandung bakteri tersebut.

Sistem saluran pembuangan sanitasi Cheyenne mengalirkan limbah ke instalasi pengolahan kembali air (water reclamation plant), yang memasok air untuk taman dan ruang terbuka hijau publik lainnya. Dikarenakan kekhawatiran mengenai dampak jika air yang mengandung Cupriavidus dilepaskan saat proses irigasi, Strong mengatakan pihak kota untuk sementara waktu menghentikan program pengolahan kembali air tersebut guna melakukan pengujian tambahan.

“Kekhawatiran kami terkait sistem penggunaan kembali air ini adalah karena air tersebut diubah menjadi aerosol saat disemprotkan ke rumput, dan hal itu meningkatkan potensi risiko kesehatan,” ujar Strong.

Sementara itu, pihak Meta menyampaikan kepada wartawan bahwa mereka sedang bekerja sama dengan kontraktor konstruksi Fortis untuk menyelesaikan masalah ini.

“Ketika pihak dewan menginformasikan adanya temuan zat tertentu dalam air limbah kota — bukan pada pasokan air minum umum — Fortis segera menghentikan pembuangan air limbah industri dan mulai mengangkutnya ke luar lokasi,” terang juru bicara Meta kepada Cowboy State.

Walau tampaknya tidak ada orang yang terjangkit bakteri yang berpotensi mematikan tersebut akibat aktivitas pengisian dan pembilasan sistem yang dilakukan Meta, respons pemerintah kota terhadap insiden ini menyoroti betapa ketatnya masyarakat di seluruh AS dalam mencermati pusat data. Begitu pula dampak nyata yang ditimbulkan fasilitas tersebut terhadap lingkungan sekitarnya.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Donald Trump Malah Mau Bikin Pasukan AI Padahal Ilmuwan Minta Setop

21 September 2026 - 20:44 WIB

SpaceX Target Starship Meluncur ke Orbit 28 September

21 September 2026 - 20:38 WIB

Donald Trump Mau Ubah Istilah AI, Siapkan Tiga Usulan

21 September 2026 - 20:34 WIB

Mahasiswa Undip Ciptakan ‘Kecoak Hybrid’, Bisa Cari Korban Bencana

21 September 2026 - 20:30 WIB

Alasan Kenapa Handphone yang Tethering Nyala Jangan Disimpan dalam Tas

21 September 2026 - 20:26 WIB

Trending on Kabar Lifestyle