Blok 1 RSUD Disidak, Ini Catatan Komisi III DPRD Kota Bogor

Pembangunan Blok 1 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor disidak (inspeksi mendadak) Komisi III DPRD Kota Bogor, Kamis (11/8/ 2022).

“Hari ini kami melakukan pengawasan berkaitan tindak lanjut dari pembahasan raker dengan RSUD. Kita ke lapangan ingin tahu sejauh mana progres yang ada. Ada beberapa hal yang menjadi catatan kita salah satunya peran serta pemberdayaan masyarakat yang kerja,” kata Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Iwan Iswanto.

Menurut Iwan, secara umum telah disampaikan dan melihat bahwa KUAPPAS sudah berjalan sebagaimana mestinya. Namun, pihaknya menitikberatkan untuk percepatan lantaran Kota Bogor merupakan kota hujan sehingga percepatan, pekerja sampai logistik harus betul-betul diperhatikan.

“Kami melihat ini masih awal, kaitan dengan percepatan di lapangan, akan ada beberapa lanjutan yang kita evaluasi. Artinya pertengahan atau 30 hari ke depan kita bisa lihat pengawasannya,” ungkapnya.

Sejauh ini, Iwan menilai, defisiasi progres pembangunan yang menghabiskan anggaran sekitar Rp50 miliar dari dana bantuan Pemprov Jabar masih relatif bagus dan sehat. Apalagi, pihak pelaksana mengaku eksisting pekerja yang terlibat ada sekitar 30-40 orang dengan waktu kerja yang ditambah hingga malam hari.

“Harapan kita percepatan agar jangan sampai di akhir waktu, karena pekerjaan finishing ini kan kerjaan yang butuh keterampilan. Kalau sekarang masih kasar. Tapi secara umum kita lihat progressnya bagus,” ujarnya.

Disinggung soal tenaga kerja, Iwan mengaku, secara regulasi mungkin sudah diatur. Jadi presentasenya sudah ada. “Tinggal sejauh mana tindaklanjutnya, salah satu rekomendasi yang kita berikan pada konsultan yakni melibatkan warga Kota Bogor,” kata anggota DPRD dari PDI-P ini.

Sementara itu, Dirut RSUD Kota Bogor dr. Ilham Chaidir didampingi PPK Pembangunan Blok 1 RSUD, Ahmad Irawan mengatakan, pesan dan catatan yang diberikan komisi III sesuai dengan harapan pihaknya, yakni pembangunan blok 1 tersebut bisa selesai tepat waktu dan sesuai spesifikasi.

Adapun rekomendasi-rekomendasi yang diberikan, sambungnya, pihaknya akan mencoba menekankan kepada kontraktor untuk melakukan penambahan tenaga kerja sesuai kebutuhan.

“Mudah-mudahan bisa dilakukan pihak kontraktor. Sebetulnya sekarang juga sudah ditambah, malah jam kerjanya sampai malam untuk mengejar waktu menjelang musim penghujan,” imbuhnya.

Ilham menambahkan, di tahapan awal sejak dimulai sejak 15 Juli 2022 ini defiasinya masih positif. Pembangunan blok 1 diangka 0,2. Itu masih relatif bagus, yang penting tidak negatif.

“Kita juga ingin pembangunan betul-betul dikerjakan sesuai spek dan tepat waktu. Sebab, membangun rumah sakit berbeda dengan pembangunan gedung lainnya, banyak hal yang harus benar-benar diperhatikan agar pembangunan selesai sesuai dengan batas waktu penyelesaian pembangunan di 13 Desember 2022,” katanya.

Penulis Pratama

Editor Aldho Herman

image_pdfimage_print
Share

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *