Menu ✖

Dark Mode
Pidato di PBB, Netanyahu Bawa Starlink Sambil Sindir Iran Mau Bikin Data Center di Luar Angkasa, Google Uji Chip AI di Orbit Komdigi Dorong Transfer AI – Cloud dalam Investasi Microsoft di RI ‘Nostradamus’ China Ramal Tragedi Serupa 9/11 Terjadi Lagi Bumi Makin Panas, 12 Triliun Ton Es Meleleh dalam 47 Tahun NASA Pamer ‘Hantu’ 5 Bintang Meledak dalam Satu Foto

Kabar Politik

Aktivis Sosial Kota Bogor Ajak Perempuan Jadi Pemilih Cerdas

badge-check


					Aktivis Sosial Kota Bogor Ajak Perempuan Jadi Pemilih Cerdas Perbesar

Tahun politik yang datang setiap 5 tahun sekali ini, menjadi penentu arah kebijakan Indonesia. Untuk itu masyarakat Indonesia jangan salah pilih saat memilih calon wakil rakyat. Demikian dikatakan aktivis sosial dan perempuan Kota Bogor, Aprilda Dasa Pratiwi.

Menurut Aprilda, mendekati tahun politik dalam pesta demokrasi pemilihan legislatif (pileg) yang akan dihelat pada 2024 mendatang, dirinya mengajak kaum perempuan untuk menjadi pemilih yang cerdas. Pasalnya hak pilih dalam berpolitik menentukan keberlangsungan masyarakat tepatnya lima tahun ke depan.

“Karena apa? Dukungan serta harapan para pemilih ada di pundak seseorang yang ia pilih, ketika duduk sebagai wakil rakyat untuk diperjuangkan,” ujarnya.

Selain itu, pendiri yayasan Cipta Dasa Pratiwi ini juga memaparkan, dalam perhelatan lima tahunan perempuan kerap kali menjadi sasaran untuk mendulang suara.

Aprilda juga menjelaskan perlu adanya sosialisasi dan edukasi yang masif kepada kaum perempuan untuk menggunakan hak suaranya dengan baik.

“Jadi perlu diedukasikan kepada masyarakat khususnya perempuan agar tidak terlena politik pragmatis dengan mengukur dari sisi materi, seperti sembako dan uang,” jelasnya.

Ia menuturkan, tak sedikit masyarakat yang mendapatkan ancaman dan tekanan dengan dalih data yang tercantum untuk mendapatkan bantuan dihapus.

“Banyak ibu-ibu yang cerita, mereka diancam dan ditakut-takuti yang katanya KIP, PKH dan RTLHnya dicoret kalau ngga ikut arahannya. Itu kan sangat disayangkan untuk menggunakan dan mendapatkan haknya saja mereka harus diatur, ya mungkin juga karena tidak sesuai hati nurani. Dari sini lah pentingnya edukasi,” bebernya.

“Ya jelas, pemilih harusnya melihat track record, potensi, dan sosok yang kredibel. Sebab itu modal untuk berjuang di meja legislatif,” tambahnya.

Dia menabahkan, seperti diketahui hingga kini keterwakilan kursi perempuan belum mencapai 30 persen di DPRD Kota Bogor.

“Hanya ada 11 perempuan yang berhasil lolos dan duduk di DPRD Kota Bogor, dari 50 orang anggota. Jadi persentasenya hanya 22%,” pungkasnya.

Penulis Pratama

Editor Aldho Herman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Ketua DPRD Kota Bogor Motivasi Mahasiswa Baru UIKA: Manfaatkan Kesempatan untuk Menuntut Ilmu

16 September 2026 - 12:13 WIB

DPRD dan Kajari Kota Bogor Sepakat Perkuat Kolaborasi

15 September 2026 - 09:07 WIB

H. Karnain Asyhar Dorong Tabligh Akbar Jadi Wadah Penguatan Mental Keluarga dan Rujukan Umat

13 September 2026 - 19:15 WIB

​Sinyal Bahaya di Bogor: Anak Usia 6 Tahun Mulai Terlibat Kasus Kekerasan, DPRD Desak RAD 2027

10 September 2026 - 19:47 WIB

DPRD Kota Bogor Bentuk 3 Pansus pada Masa Sidang Ketiga 2026

1 September 2026 - 09:20 WIB

Trending on Kabar Politik