Soal HRS, Komisi IX Datangi RS Ummi

Paska dirawatnya Habib Rizieq Shihab (HRS) di Rumah Sakit (RS) Ummi Bogor, Komisi IX DPR RI mendatangi RS untuk meminta klarifikasi terkait persoalannya dengan Satgas Covid-19 Kota Bogor pada Rabu (2/12/2020) siang.

Hasilnya komisi IX DPR RI tidak menemukan adanya persoalan yang krusial, tindak pidana ataupun kejahatan. Menurut Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Ansori Siregar, dirinya dari fraksi PKS, datang bertiga dengan Adang Sudrajat juga Kurniasih Mufidayati yang semua di Komisi IX DPR RI.

“Kami datang ke sini sebagai anggota DPR RI, bisa tidak berbatas dapil. Apabila ada hal-hal yang terjadi kepada siapapun masyarakat, wartawan ataupun lainnya langsung kami ke tempat lokasi, untuk mengetahui apa yang terjadi di sana. Kita tahu bahwa Habib Rizieq Shihab datang ke sini (RS Ummi) untuk berobat, jadi tidak ada satu RS yang boleh menolak pasien siapapun,” ungkap Ansori Siregar kepada wartawan pada Rabu (2/12/2020) sore.

Ansori melanjutkan, makanya beliau diperiksa di sini, setelah observasi di sini mau di swab tes dan sudah ada waktu yang ditentukan dari pihak Satgas Covid-19 Kota Bogor, informasinya ditentukan pukul 13.00 WIB ternyata tim Satgas Covid-19 Kota Bogor datang pukul 14.00 WIB.

“Nah ini sebenarnya miskoordinasi atau miskomunikasi antara Satgas Covid-19 Kota Bogor dengan pak Wali Kota Bogor, sebenarnya tidak ada apa-apa disini. Saya sudah hampir 15 tahun sampai 20 tahun di komisi kesehatan,disini tidak ada unsur kejahatan, pidana dan unsur apa. Saya akan perdalam dikomisi, saya sudah komunikasi dengan pak wali kota beliau kami panggil sebagai saksi, akan klarifikasi semua dan para wartawan juga tolong lah masalah besar diperkecil, masalah kecil dihapus. Rumah sakit ini mendapat penghargaan dari BPJS Kesehatan, nomor satu di Kota Bogor dan seluruh Kota Bogor inilah yang mendapat penghargaan. Dilihat banyak rumah sakit lain yang masih jalan di tempat,” bebernya.

Ia juga mengatakan, dirinya memohon dari Kepolisian, disini tidak ada unsur yang lain, kalau umpamanya ada yang jual beli dirinya pembeli dan misal ada satu orang sebagai penjual. Kalau ada masalah si penjual akan laporkan dirinya ke polisi atau dirinya melaporkan sipenjual ke polisi.

“Ini tidak ada, ini clear semua tidak ada masalah. Saya mohon sebagai komisi IX DPR RI, dihapus semua tidak ada masalah ini agar Kota Bogor kondusif. Ini akan terganggu rumah sakit lain akan terganggu. Sekarang kami belum bisa berikan tanggapan, miskomunikasi antara ketidakhadiran satgas itu dari jam 10.00 WIB sampai pukul 13.00 WIB. Cuman komunikasi Satgas Covid-19 Kota Bogor dengan pak wali kota bagaimana. Ini jangan lagi yang dipermasalahkan, kami lihat nanti. Kalau berlanjut kita lihat nanti, menunggu permasalahan ini. Saya melihat tidak ada masalah tidak ada yang dirugikan dan kejahatan,” bebernya.

Sementara itu, Direktur Umum (Dirum) RS Ummi, Najamudin mengatakan, tadi malam dirinya mendapat kiriman berita hasil swab Habib Rizieq, kemudian dirinya segera berkoordinasi dengan tim Habib Rizieq dan itu tidak benar adanya. Sebelum dirinya mendapat informasi itu beberapa teman media juga mencari informasi.

“Saya dapat tadi pagi, informasi itu tidak benar disampaikan tim MER-C dan tim kesehatan habib Rizieq itu tidak benar. Dalam arti belum disampaikan, sampai sekarang belum ada hasilnya. Saya juga telah koordinasi dengan tim Habib Rizieq. Kemarin saya memenuhi undangan wawancara. Mudah-mudahan selesai, karena ini merupakan komitmen yang disampaikan oleh Wali Kota Bogor saat Minggu (29/11/2020) pukul 17.00 WIB di Balai Kota Bogor,” terangnya.

Najamudin melanjutkan, pertemuan hari Minggu itu ada beberapa hal, bahwa RS Ummi dengan Pemkot Bogor ada miskomunikasi kaitan jam pemeriksaan swab. Kemudian semua bersepakat miskomunikasi, dan RS Ummi diminta untuk meminta maaf.

“Kami sudah lakukan permintaan maaf, saya bilang ini sudah berjalan pelaporan bagaimana baiknya?. Beliau (Wali Kota Bogor-red) menyampaikan untuk mempertimbangkan mencabut laporan itu,  sampai  Senin kami belum mendapatkan pencabutan itu. Sehingga kami sebagai warganegara Indonesia yang baik menghadiri undangan wawancara itu,” pungkasnya.

penulis pratama

editor aldho herman

print

You may also like...