Menu

Dark Mode
Hut ke-50, Summarecon Gelar Operasi Katarak Gratis di Bogor Ngeri! Buaya Raksasa Masuk Dapur Hotel Mewah, Heboh di Medsos Samsung QLED Q5F 43 Inci Rilis di RI, TV Rp 4 Jutaan 7 Tahun Update Wujudkan Dokter Cerdas dan Masyarakat Sehat, IDI Kota Bogor Tampilkan Inovasi Digital May Day 2026, BPJS Ketenagakerjaan se-Jakarta Selatan Sebar Ratusan Sembako TP PKK dan Perumda Tirta Pakuan Sinergi Dukung Pendataan Pelanggan yang Akurat

Kabar Bogor

Saling Kolaborasi, 20 Anak Stunting dan Ibu Hamil Dapat Bantuan Makanan Tambahan

badge-check


					Saling Kolaborasi, 20 Anak Stunting dan Ibu Hamil Dapat Bantuan Makanan Tambahan Perbesar

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) berkolaborasi dengan PT. Olympic Group, D’Mamam dan Sunkrips, memberikan bantuan berupa makanan tambahan kepada 20 anak stunting dan ibu hamil di Kecamatan Bogor Utara, Selasa (23/7/2024).

Bantuan berupa sekilo telur, susu, nugget, sosis dan cemilan protein ini dikemas dalam kegiatan Komitmen Bersama Mendukung Penuh Upaya Percepatan Pencegahan dan Penanggulangan Stunting Secara Konsisten dan Berkelanjutan di Kota Bogor.

Penjabat (Pj) Wali Kota Bogor, Hery Antasari, juga berterima kasih dan bersyukur kepada PT. Olympic Group, D’Mamam dan Sunkrisps yang berkomitmen menjadi bapak asuh untuk 20 anak-anak stunting selama enam bulan.

Menurutnya, program ini sangat strategis dan sangat dibutuhkan anak-anak yang stunting. Pasalnya, penanganan stunting ini tidak bisa hanya dilakukan sendiri mengingat keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Ada 11 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berkaitan langsung menangani stunting dengan total anggaran Rp 127 miliar. Anggaran ini terbagi menjadi beberapa sasaran yakni sasaran spesifik seperti pemberian makanan sehat dan sasaran sensitif yakni pemberian bantuan RTLH dan sanitasi lingkungan untuk mencegah terjadinya stunting baru,” jelas Hery.

Hery mengajak semua pihak untuk terus bersinergi dalam upaya pencegahan stunting, baik melalui program kesehatan maupun dukungan kepada keluarga yang membutuhkan.

Setidaknya, setiap langkah kecil yang dilakukan dapat memberikan dampak besar dalam mengatasi stunting. Karena penanganan stunting tanpa perencanaan yang baik akan sia-sia. Untuk itu, jajaran Pemkot Bogor selalu merencanakan dan melaksanakan langkah yang efektif dan efisien, diantaranya melalui beberapa langkah, baik secara kelembagaan maupun langkah nyata lainnya dengan melibatkan pentahelix di Kota Bogor.

“Apa yang kita lakukan di Kota Bogor dalam menangani stunting sejatinya adalah upaya bersama, yang juga dilakukan seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota di Indonesia dalam rangka menuju Indonesia Emas 2045,” tegas dia.

Di tempat yang sama, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Bogor, Meilinda mengatakan, kejaksaan memiliki tiga peran strategis dalam pencegahan stunting. Tiga peran itu yakni fungsi penegakan hukum untuk menindak penyelewengan pada pelaksanaan program pencegahan stunting, fungsi advokasi yakni menyuarakan hak-hak anak dan keluarga stunting untuk mendapatkan hak-haknya dan tak ketinggalan fungsi edukasi, yakni menginformasikan kepada masyarakat tentang pentingnya pencegahan stunting di Kota Bogor.

“Saya harap acara hari ini bisa menjadi pelopor bagi kecamatan-kecamatan yang lain sehingga anak-anak stunting bisa sehat dan hidup karena mereka adalah penerus kita di masa depan untuk Indonesia emas 2045,” kata dia.KMF

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Hut ke-50, Summarecon Gelar Operasi Katarak Gratis di Bogor

4 May 2026 - 08:34 WIB

Wujudkan Dokter Cerdas dan Masyarakat Sehat, IDI Kota Bogor Tampilkan Inovasi Digital

2 May 2026 - 12:19 WIB

Rapat Paripurna DPRD, Dedie Rachim Sampaikan Penguatan Struktur Perangkat Daerah

30 April 2026 - 08:58 WIB

Ikhtiar KONI Kota Bogor Penuhi Target 100 Emas

28 April 2026 - 09:32 WIB

Sinergi Teknologi di HKB 2026: Panaragan Jadi Pilot Project Mitigasi Longsor Berbasis EWS

26 April 2026 - 20:27 WIB

Trending on Kabar Bogor