Menu

Dark Mode
Usai Deepseek, Perusahaan China Ini Kejutkan Industri AI Inggris Terancam Krisis Air Imbas Pembangunan Data Center Komdigi Tetapkan Telkomsel, XLSmart, Indosat Pemenang Lelang Frekuensi Jutaan Satelit Akan Keliling Bumi Seperti Cincin Saturnus, Mimpi Buruk Bagi Astronomi Orang NPD Bisa Dilihat dari Alis Seseorang, Begini Cirinya Ide Tak Biasa, Ilmuwan Usul Matahari Diredupkan untuk Redam El Nino

Kabar Lifestyle

Robot Humanoid China Diramal Makin Laris dan Kuasai Dunia

badge-check


					Robot Humanoid China Diramal Makin Laris dan Kuasai Dunia
(Foto: REUTERS/Maxim Shemetov)
Perbesar

Robot Humanoid China Diramal Makin Laris dan Kuasai Dunia (Foto: REUTERS/Maxim Shemetov)

Morgan Stanley melonjakkan proyeksi pasar robot humanoid China. Bank Wall Street itu meningkatkan perkiraan pengiriman robot humanoid China untuk kedua kali tahun ini, dengan proyeksi 50.000 unit dikirim, hampir dua kali lipat proyeksi sebelumnya yaitu 28.000. Mereka sebelumnya juga melipatgandakan perkiraan awal di bulan Januari yang hanya 14.000 unit.

Morgan Stanley memperkirakan pasar robot humanoid China mencapai USD 2 miliar di 2026 dan menjadi USD 15 miliar di 2030. Pengiriman tahunan diperkirakan 446.000 unit saat itu.

“Verifikasi komersial, dukungan kebijakan, dan umpan balik rantai pasok menunjukkan adopsi humanoid yang lebih cepat di China,” kata Sheng Zhong, analis ekuitas di Morgan Stanley yang dikutip dari detikINET.

China telah mempercepat dorongan mendominasi industri ini, dengan semakin banyaknya produsen domestik yang berlomba meningkatkan skala produksi dan mengerahkan robot di lingkungan dunia nyata seperti pabrik, minimarket, dan restoran.

Beijing menjadikan pengembangan “embodied AI” atau AI yang ditanamkan dalam sistem fisik seperti robot sebagai prioritas lima tahun ke depan, dengan mengarahkan pemerintah daerah untuk subsidi lahan dan kantor pada startup, sekaligus memerintahkan bank memberi persyaratan pinjaman yang menguntungkan.

Tahun lalu, sekitar 13.000 robot humanoid dikirim di seluruh dunia, menurut Omdia. Perusahaan China mendominasi lima posisi teratas berdasar jumlah pengiriman, sementara pesaing dari Amerika, Figure AI, di peringkat ketujuh dan Tesla peringkat kesembilan. CEO Tesla Elon Musk mengatakan awal tahun ini robot Optimus perusahaannya takkan dijual hingga akhir 2027.

Robotika humanoid bisa menjadi target besar berikutnya bagi investor yang mengincar perkembangan teknologi China. “Jika Anda pergi ke pabrik mana pun di China saat ini, ada lebih banyak otomatisasi dan robotika yang dikerahkan daripada di tempat lain mana pun di dunia,” cetus Joe Ngai, pimpinan McKinsey Greater China.

Penelitian rantai pasok menunjukkan komersialisasi yang lebih cepat. Bank tersebut menyebut Leaderdrive yang terdaftar di bursa Shanghai sebagai penerima manfaat utama kebangkitan humanoid. Perusahaan yang berkantor di Suzhou ini memasok komponen robotika untuk pembuat humanoid domestik seperti Ubtech dan Galbot. Leaderdrive bisa memegang 40% pangsa pasar global tahun ini dan 25% dalam jangka panjang.

Perusahaan robotika China juga gencar mengincar ekspansi ke luar negeri. Seer Intelligent, perusahaan robotika di Shanghai dan mulai melantai di bursa Hong Kong, berekspansi ke luar China sejak tahun 2021. Pendapatan luar negeri dari lebih dari 65 negara menyumbang 18% total penjualannya tahun lalu.

Namun, ketidakpastian geopolitik dan ketegangan perdagangan tetap menjadi hambatan terbesar. Perusahaan pun berfokus pada diversifikasi geografis untuk mengurangi ketergantungan pada pasar tunggal.

Para pembuat kebijakan di Washington semakin khawatir dengan kemajuan AI China dan risiko meningkatnya ketergantungan pada teknologi China dalam beberapa tahun terakhir.

“Jika Washington memperlakukan persaingan ini semata perlombaan untuk mencapai tolok ukur kemampuan baru, mereka mungkin memimpin dalam hal penemuan namun tertinggal dalam mempengaruhi di mana dan bagaimana AI digunakan di seluruh dunia,” kata Suzanne Nossel dari Chicago Council on Global Affairs.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Usai Deepseek, Perusahaan China Ini Kejutkan Industri AI

21 July 2026 - 21:03 WIB

Inggris Terancam Krisis Air Imbas Pembangunan Data Center

21 July 2026 - 20:59 WIB

Komdigi Tetapkan Telkomsel, XLSmart, Indosat Pemenang Lelang Frekuensi

21 July 2026 - 20:55 WIB

Jutaan Satelit Akan Keliling Bumi Seperti Cincin Saturnus, Mimpi Buruk Bagi Astronomi

21 July 2026 - 20:52 WIB

Orang NPD Bisa Dilihat dari Alis Seseorang, Begini Cirinya

21 July 2026 - 20:46 WIB

Trending on Kabar Lifestyle