Menu

Dark Mode
Ustazah Diduga Hasil AI Viral di TikTok, Followers Tembus 920 Ribu Misteri Gempa Kembar Venezuela Bingungkan Ilmuwan Perusahaan China Tantang Starlink Milik Elon Musk, Namanya SpaceSail Cara Login WhatsApp Pakai Nomor yang Sudah Hangus, Tanpa Verifikasi Anthropic Tuduh Perusahaan Jack Ma Terang-terangan Curi Teknologi AI Menkomdigi Sebut 4,7 Juta Akun Anak Dinonaktifkan TikTok Cs

Headline

Kasatlantas: Naik Sepeda Listrik di Jalan Raya, Berbahaya dan Langgar Aturan

badge-check


					Kasatlantas: Naik Sepeda Listrik di Jalan Raya, Berbahaya dan Langgar Aturan Perbesar

Banyaknya pengguna sepeda di Kota Bogor yang menggunakan sepeda listrik Beam di jalan raya, mendapat perhatian serius Satlantas Polresta Bogor Kota. Selain membahayakan bagi pengguna sepeda listrik, juga melanggar aturan Peraturan Mentri Perhubungan (Permenhub).

Menurut Kasat Lantas Polresta Bogor Kota Kompol Galih Apria, penggunaan sepeda listrik di jalan raya, mengatakan,  penggunaan sepeda listrik di jalan raya sangat membahayakan dan menyalahi aturan.

“Yang pertama kita lihat dari aturan Permenhub Nomor 45 Tahun 2020, di sana ada pasal yang menjelaskan terkait moda transportasi tertentu. Nah moda transportasi jenis tertentu ini di bawahnya adalah sepeda listrik dan scooter listrik. Saya melihat ketika seseorang ataupun pengguna sepeda listrik itu melintas di jalan raya (bukan di jalur khusus) tentu dia sudah tidak sesuai dengan ketentuan. Karena selain membahayakan dirinya, dia juga membahayakan orang lain,” tambah Galih.

Galih mempertanyakan, sejauh mana pengawasan pihak pengelola sepeda listrik berbayar atau sewaan di Kota Bogor terhadap para penggunanya. Sebab, menurutnya, sudah banyak keluhan dari masyarakat. Sekarang yang masalahnya adalah, sejauh mana pengawasan dari orang atau PT atau pihak yang mempunyai kendaraan listrik itu.

“Kan itu sifatnya bisnis kan, profit oriented kan, penyewaan itu kan. Sekarang sejauh mana pengawasannya, kalau kita melihat aturan permenhub, itu (pesepeda melintas di jalan raya-red) sudah menyalahi aturan,” kata Galih.

Galih mengkritisi jalur sepeda listrik yang disediakan Pemkot Bogor yang menyatu dengan jalur pedestrian di sepanjang lingkar Kebun Raya Bogor (KRB) dan Istana Bogor. Sebab, tidak semua jalur sepeda listrik tersedia di jalur pedestrian.

“Sementara salah satunya juga kalau dia (pesepeda listrik) melintas di trotoar, di dalam permenhub juga dibilang bahwa jangan sampai mengganggu pejalan kaki di trotoar. Harus ada ada jalur khusus. Kalaupun tidak ada jalur khusus itu bisa di trotoar yang lebar. Kami lihat pada sisi-sisi di trotoar di seputaran SSA kan kecil kan, terlebih sekitar Jembatan Otista itu tidak ada trotoar, makanya dia ambil jalan raya,” pungkasnya.(Penulis Pratama : Editor Aldho Herman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Perkuat Aksi Iklim dan Konservasi Hayati, Indocement Tanam Pohon Lokal

22 June 2026 - 18:19 WIB

PKK Kelurahan Cipete Utara Dukung Gerakan RT/RW Sadar BPJS Ketenagakerjaan

11 June 2026 - 15:30 WIB

Sinergi Tanpa Batas: BPJS Ketenagakerjaan, Jasa Raharja, dan Polri Perkuat Kolaborasi Demi Layanan Prima Korban Kecelakaan Kerja

10 June 2026 - 14:41 WIB

Resmi Pertamax Naik Jadi Rp 16.250

10 June 2026 - 07:19 WIB

Wamenaker: Kerja di Hari Libur Nasional Wajib Bayar Lembur

26 May 2026 - 21:12 WIB

Trending on Headline