Menu

Dark Mode
Ustazah Diduga Hasil AI Viral di TikTok, Followers Tembus 920 Ribu Misteri Gempa Kembar Venezuela Bingungkan Ilmuwan Perusahaan China Tantang Starlink Milik Elon Musk, Namanya SpaceSail Cara Login WhatsApp Pakai Nomor yang Sudah Hangus, Tanpa Verifikasi Anthropic Tuduh Perusahaan Jack Ma Terang-terangan Curi Teknologi AI Menkomdigi Sebut 4,7 Juta Akun Anak Dinonaktifkan TikTok Cs

Kabar Lifestyle

Perusahaan China Tantang Starlink Milik Elon Musk, Namanya SpaceSail

badge-check


					Perusahaan China Tantang Starlink Milik Elon Musk, Namanya 
SpaceSail. (Foto: CNBC)
Perbesar

Perusahaan China Tantang Starlink Milik Elon Musk, Namanya SpaceSail. (Foto: CNBC)

Starlink milik Elon Musk telah lama mendominasi industri internet satelit. Tetapi sebuah proyek yang didukung pemerintah China siap menantang posisinya, bernama SpaceSail.

SpaceSail hanya memiliki beberapa ratus satelit di orbit Bumi rendah dibandingkan dengan Starlink yang memiliki lebih dari 10.000 satelit. Namun, perusahaan tersebut mengatakan bahwa mereka sekarang memiliki cukup satelit untuk memulai aplikasi komersial pertamanya.

Melansir The Guardian, SpaceSail juga tengah meningkatkan kapasitas dengan cepat, dan dilaporkan sedang bernegosiasi dengan puluhan negara untuk menyediakan cakupan internet satelit.

Menurut Blaine Curcio, pendiri perusahaan Orbital Gateway Consulting yang berbasis di Hong Kong, SpaceSail dengan sengaja menargetkan tempat-tempat di mana Starlink menghadapi masalah politik atau regulasi.

Apa itu SpaceSail?
Proyek ini secara resmi disebut SpaceSail Constellation dalam bahasa Inggris, atau Qianfan (Seribu Layar) dalam Bahasa Mandarin. Proyek ini diluncurkan pada tahun 2023 oleh perusahaan yang didukung negara, Shanghai Spacecom Satellite Technology (SSST), dengan tujuan menyediakan internet broadband berkecepatan tinggi, aman, dan andal di seluruh dunia.

Lan Xinzhen, seorang komentator di majalah Beijing Review yang berafiliasi dengan negara, mengatakan SpaceSail juga diluncurkan dengan mempertimbangkan keamanan nasional. Kemudian pada akhirnya dapat mendukung proyek luar negeri, perdagangan laut, dan misi diplomatik tanpa bergantung pada perusahaan atau infrastruktur Barat.

SSST didukung oleh lembaga penelitian yang dikelola negara, Akademi Ilmu Pengetahuan China, dan Pemerintah Kota Shanghai, yang menyediakan pendanaan awal sebesar 6,7 miliar yuan. Proyek ini tetap sepenuhnya didanai oleh China, dengan investasi terbatas pada entitas korporasi atau organisasi ekonomi yang berbasis di negara tersebut — tidak termasuk Hong Kong dan Makau.

Informasi yang tersedia untuk umum mengenai skala operasi SpaceSail terbatas, tetapi menurut Qichacha, sebuah platform informasi bisnis China, SSST memiliki 343 karyawan pada tahun 2024. Halaman LinkedIn resminya mencantumkan 201-500 karyawan, sementara platform karier China Jobui mengatakan perusahaan tersebut merekrut 224 posisi pada tahun 2024.

Satelit yang diluncurkan
SpaceSail meluncurkan satelit pertamanya pada Agustus 2024, mengirimkan 18 satelit panel datar dengan roket Long March 6A. Kelompok kedua yang terdiri dari 18 satelit diluncurkan dua bulan kemudian, sebelum kelompok ketiga yang terdiri dari 18 satelit pada bulan Desember.

Saat ini terdapat setidaknya 200 satelit SpaceSail aktif di orbit Bumi, setelah peluncuran ke-12 dan terbaru dengan roket Long March 8 pada Juni tahun ini. Perusahaan tersebut mengatakan bahwa mereka sekarang memiliki cukup satelit untuk memulai aplikasi komersial pertamanya, yaitu melacak kapal maritim di laut.

Perusahaan ini bertujuan untuk memulai layanan komersial yang lebih luas pada akhir tahun 2026, dengan jumlah total satelit aktif yang mengorbit diperkirakan mencapai 648. Konstelasi satelitnya pada akhirnya akan terdiri dari lebih dari 15.000 satelit, cukup untuk menyediakan cakupan global penuh, menurut SSST.

Perbandingan SpaceSail dengan Starlink
Starlink adalah pemimpin industri dengan lebih dari 12 juta pengguna aktif di 160 negara dan wilayah. Perusahaan ini mengoperasikan konstelasi sekitar 10.413 satelit, dengan rencana hingga 42.000 satelit.

SpaceSail jauh tertinggal, kendati demikian ia memiliki ambisi besar. Perusahaan ini mengatakan akan memiliki lebih dari 10.000 satelit yang beroperasi di orbit rendah pada akhir tahun 2030.

SpaceSail dilaporkan sedang bernegosiasi dengan 30 negara untuk meluncurkan layanannya. Kini ia telah meraih kesuksesan sebagai alternatif Starlink di tempat-tempat di mana kesepakatan dengan perusahaan Musk gagal.

Mereka telah mengamankan kontrak besar di Brasil, di mana pihak berwenang berselisih dengan Musk pada tahun 2024 terkait dugaan kegagalan miliarder tersebut dalam memoderasi konten di platform media sosialnya, X. Pada bulan Februari, badan pengatur telekomunikasi Brasil, Anatel, mengizinkan SpaceSail untuk memulai layanan komersial.

SpaceSail juga telah membuat kemajuan di Kazakhstan, dengan mendaftarkan anak perusahaan di negara tersebut pada Januari 2025. Starlink gagal masuk karena persyaratan penyimpanan data dan keamanan.

Pada bulan Desember, mereka menandatangani kesepakatan dengan produsen pesawat Eropa, Airbus, untuk memasukkan SpaceSail sebagai opsi WiFi dalam penerbangan.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Ustazah Diduga Hasil AI Viral di TikTok, Followers Tembus 920 Ribu

26 June 2026 - 13:23 WIB

Misteri Gempa Kembar Venezuela Bingungkan Ilmuwan

26 June 2026 - 13:19 WIB

Cara Login WhatsApp Pakai Nomor yang Sudah Hangus, Tanpa Verifikasi

26 June 2026 - 13:10 WIB

Anthropic Tuduh Perusahaan Jack Ma Terang-terangan Curi Teknologi AI

26 June 2026 - 13:05 WIB

Menkomdigi Sebut 4,7 Juta Akun Anak Dinonaktifkan TikTok Cs

26 June 2026 - 10:50 WIB

Trending on Kabar Lifestyle