Menu

Dark Mode
Harpelnas 2026, BPJS Ketenagakerjaan Hadir Lebih Dekat untuk Melayani, Melindungi, dan Memberdayakan Pekerja PWI Jabar Kecam Oknum Wartawan Ngamuk di SDN 2 Sukaraja Dari Haornas Menuju Tuan Rumah Porprov XV Jabar 2026 Dedie Rachim Bersama DPRD Kota Bogor Serahkan Ijazah bagi Pelajar Prasejahtera ​DPRD Kota Bogor Dukung Inovasi Digitalisasi Adminduk di Gebyar Dukcapil Family Fest 2026 YKI Kota Bogor Gaungkan Kepedulian Bersama dan Rencana Pembangunan Rumah Sahabat Kanker

Kabar Lifestyle

Karyawan OpenAI Mengeluh Kerjanya Makin Berat Gara-gara AI

badge-check


					Karyawan OpenAI Mengeluh Kerjanya Makin Berat Gara-gara AI
(Foto: Getty Images/WhiteTea)
Perbesar

Karyawan OpenAI Mengeluh Kerjanya Makin Berat Gara-gara AI (Foto: Getty Images/WhiteTea)

AI digadang-gadang dapat meningkatkan produktivitas karyawan dan memangkas jam kerja. Namun, beberapa pegawai di perusahaan teknologi mengaku pekerjaannya jadi makin berat gara-gara AI.

Di OpenAI dan Anthropic, beberapa karyawan mengatakan jika sedang ada fase pengembangan besar-besaran, mereka bisa bekerja hingga lebih dari 90 jam per minggu.

Seorang mantan karyawan OpenAI mengatakan ia pernah bekerja setidaknya 70 jam setiap minggu, sebelum meninggalkan pencipta ChatGPT itu tahun lalu. Kini karyawan tersebut bekerja di startup AI lain dan jam kerjanya berkurang menjadi 50-60 jam per minggu, kecuali saat periode sibuk.

“Anda datang pada hari Sabtu atau Minggu hanya untuk menyelesaikan pekerjaan yang tertunda atau memastikan tidak ada yang bermasalah,” kata karyawan tersebut kepada BBC, seperti dikutip dari TechSpot, Kamis (13/8/2026).

Pengalaman karyawan tersebut tidak sejalan dengan klaim dari perusahaan AI. Beberapa tahun yang lalu, Google meramal AI dapat mengurangi hari kerja menjadi empat hari seminggu.

Awal tahun ini, OpenAI mendorong perusahaan untuk bereksperimen dengan sistem kerja empat hari tanpa memotong gaji. OpenAI mengklaim AI dapat membantu karyawan menyelesaikan pekerjaannya dengan lebih cepat.

Mantan karyawan OpenAI tersebut mengatakan OpenAI tidak pernah mencoba sistem kerja empat hari seminggu selama mereka bekerja di sana. Sebaliknya, mereka sering menghadapi ‘rapat krisis’ rutin, harus bekerja di akhir pekan, dan evaluasi kinerja ketat yang dapat menyebabkan PHK mendadak.

CEO OpenAI Sam Altman belum lama ini mengatakan teknologi tidak akan bisa mewujudkan sistem kerja empat hari seminggu, bahkan setelah AI menjadi bagian dari produktivitas sehari-hari.

“Saya rasa kita semua akan jauh lebih sibuk daripada yang kita duga di era pasca-kecerdasan super,” kata Altman dalam wawancara di podcast Relentless beberapa waktu yang lalu.

“Kita masih akan mengeluh tentang hal itu, tetapi diam-diam kita akan merasa bahagia,” imbuhnya.

Peneliti dari University of California, Berkeley mengatakan AI juga dapat menambah beban kerja meskipun dapat menyelesaikan tugas individu dengan lebih cepat. Karyawan juga harus menyempatkan waktu untuk mengecek hasil kerja yang dibuat oleh AI.

Neil Thompson, pakar inovasi di Massachusetts Institute of Technology mengatakan perusahaan cenderung tidak akan memberikan banyak waktu luang kepada karyawan ketika AI berhasil meningkatkan efisiensi. Sebaliknya, perusahaan akan memberikan banyak tugas baru, pengawasan yang lebih ketat, dan ekspektasi kerja yang lebih tinggi.

“Orang-orang beranggapan bahwa pengurangan jam kerja sebesar 20% berarti hari kerja menjadi empat hari seminggu. Namun, tugas baru akan muncul,” jelas Thompson.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Netizen Soroti Jalanan Jakarta Sepi Hari Ini

27 August 2026 - 13:23 WIB

Banjir Seram Nepal, Pakar Soroti Potensi ‘Bom Air’ dari Proyek ChinaBanjir Seram Nepal, Pakar Soroti Potensi ‘Bom Air’ dari Proyek China

27 August 2026 - 13:19 WIB

Demo 27 Agustus Ramai di Jagat Maya, Netizen Soroti Beragam Hal

27 August 2026 - 13:15 WIB

Mengenal Fitur Telepon AI Hasil Kerja Sama Indosat dan Huawei

27 August 2026 - 13:11 WIB

Demo 27 Agustus, Komdigi Ingatkan Warga Tidak Sebar Kebencian di Medsos

27 August 2026 - 13:07 WIB

Trending on Kabar Lifestyle