Menu

Dark Mode
Fitur “Your Algorithm” Instagram Sudah Ada di Indonesia, Pengguna Android dan iOS Bisa Coba Pohon-pohon Tropis Tumbuhkan Akar Lebih Dalam, Serap Lebih Banyak Air Meta Rombak Desain Facebook, Jadi Mirip Instagram Peringkat Kecepatan Internet Indonesia Oktober 2025, Ngebut tapi Masih Memble Remaja Australia Didepak dari Medsos, PM: Baca Buku Saja Awal Revolusi AI: Server Nvidia Tak Laku, Elon Musk Beli dan Ubah Sejarah

Kabar Lifestyle

Google Tantang Pengguna Temukan “Kutu” di Gemini, Hadiahnya Ratusan Juta Rupiah

badge-check


					Ilustrasi logo Google Gemini.(Foto: TheVerge) Perbesar

Ilustrasi logo Google Gemini.(Foto: TheVerge)

Google membuat program berburu bug atau kutu dalam produk berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). 

Program ini diumumkan Google lewat situs web Bug Hunters pada Senin (6/10/2025). Dalam pengumuman tersebut, Google mengatakan, bug AI yang diincar dalam program ini mencakup tindakan jahat yang memanfaatkan AI seperti Gemini. 

Lebih spesifik, Google mendefinisikan bug AI sebagai masalah pada model dan sistem AI generatif yang berdampak pada kerusakan atau dapat disalahgunakan penjahat.  

Praktik memodifikasi akun atau data seseorang untuk mengancam keamanan hingga melakukan tindakan ilegal yang melibatkan AI, juga dinilai Google sebagai bug AI. 

Misalnya, menyuntikkan perintah AI yang secara tidak langsung membuat Google Home membuka kunci pintu. Contoh lainnya, memberikan perintah eksfiltrasi data (praktik pencurian data) yang menghimpun semua e-mail seseorang dan mengirimkan ringkasannya ke akun tertentu.

Seperti program berburu bug lainnya, Google juga menawarkan hadiah menarik bagi mereka yang berhasil mengidentifikasi bug AI.

Menurut posting Google di situs Bug Hunters, tersedia hadiah hingga 20.000 dollar Amerika Serikat atau setara sekitar Rp 331 juta. Mereka yang berhasil menemukan bug juga bisa melipatgandakan hadiahnya hingga total 30.000 dollar AS (sekitar Rp 497 juta). 

Dalam program ini, Google mengklasifikasikan bug AI dalam tiga kategori yaitu flagship, standar, dan lainnya.

Kategori flagship yaitu bug AI yang ditemukan dalam produk utama Google, mencakup Search, aplikasi Gemini, serta aplikasi utama Workspace seperti Gmail, Drive, Meet, Docs, dll. 

Mereka yang menemukan bug AI kategori flagship lah, yang bisa mendapatkan hadiah hingga setengah miliar rupiah tadi. 

Bug AI yang ditemukan pada produk seperti AI Studio, Jules hingga aplikasi Workspace lainnya (NotebookLM, Appsheet, dll) dikategorikan sebagai bug standar dengan hadiah hingga 15.000 dollar AS (sekitar Rp 248 juta).

Sementara itu bug AI kategori lainnya yaitu bug yang ditemukan pada produk Google lainnya selain pada dua kategori tadi. 

Adapun program berburu bug AI berhadiah ini merupakan kedua kalinya bagi Google. Program pertama dirilis pada Oktober 2023 dengan hadiah tersalurkan sebesar 430.000 dollar AS (sekitar Rp 7,1 miliar) untuk para pemburu bug AI, dihimpun KompasTekno dari situs Google Bug Hunters, Selasa (7/10/2025). 

Sumber: kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Fitur “Your Algorithm” Instagram Sudah Ada di Indonesia, Pengguna Android dan iOS Bisa Coba

11 December 2025 - 10:46 WIB

Pohon-pohon Tropis Tumbuhkan Akar Lebih Dalam, Serap Lebih Banyak Air

11 December 2025 - 10:23 WIB

Meta Rombak Desain Facebook, Jadi Mirip Instagram

11 December 2025 - 09:34 WIB

Peringkat Kecepatan Internet Indonesia Oktober 2025, Ngebut tapi Masih Memble

11 December 2025 - 09:28 WIB

Remaja Australia Didepak dari Medsos, PM: Baca Buku Saja

10 December 2025 - 23:58 WIB

Trending on Kabar Lifestyle