Edgar: Jangan Salah Pilih Pemimpin

Keseriusan Edgar Suratman untuk maju dalam bursa calon Walikota Bogor 2018 tampaknya tak main-main. Buktinya satu hari jelang berakhirnya masa kerja Edgar Suratman sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemkot Bogor, Edgar dengan didampingi calon wakil walikota Sefwelly Ginadjar Djoyodiningrat, mendatangi kantor KPU Kota Bogor untuk menyerahkan berkas bukti dukungan dari warga Kota Bogor, Rabu (29/11/2017).

Dengan menggunakan baju adat sunda dan diawali dengan lengser, bakal calon Wali Kota Bogor dari jalur perseorangan atau independen ini berjalan kaki bersama pendukungnya dari kediaman pendopo Ma Ageung ke kantor KPU Kota Bogor di Jalan Loader, Kelurahan Babakan, Kecamatan Bogor Timur.

Menurut Edgar, dirinya membawa 54.000.915 dukungan warga Kota Bogor yang tersebar di semua kelurahan di Kota Bogor.

“Alhamdulillah kami didukung warga untuk maju dalam Pilwalkot ini. Kami membawa 54.000.915 berkas dukungan, melebihi batas minimal dukungan untuk perseorangan sebanyak 51.000.014 KTP.Ini bukti amanah dari warga Kota Bogor, dan juga ujian bagi saya. Insyaallah amanah ini akan kami jalankan, semoga proses berjalan lancar, termasuk tahapan berikutnya,” kata Edgar.

Dalam kesempatan tersebut Edgar juga mengingatkan warga Kota Bogor agar jangan salah pilih pemimpin. “Kuncinya jangan salah pilih, siapapun itu yang terbaik,” tegasnya.

Edgar menambahkan, dirinya maju melalui jalur independen karena berdasarkan pengalaman di 2013 lalu, bahwa soal Pilwalkot itu baik melalui jalur partai dan independen adalah sah.

“Jalur Independen lebih bebas dan mewarnai diri sendiri, dan ada kemungkinan dalam pencalonan ini akan ada partai yang mendukung bukan mengusung. Beberapa partai sudah komunikasi dan siap memberikan dukungan kepada saya,” jelasnya.

Ditanya kenapa memilih Sefwelly alis Kang Welly sebagai bakal calon Wali Kota Bogor, Edgar mengaku memilih  Kang Welly karena memiliki kriteria orang muda yang bisa mengimbangi proses regenerisasi, satu visi memberikan gambaran keseharian.

“Kang Welly selalu mengedepankan kepentingan orang lain. Istiqomah dan taat beribadah, itu menjadi pertimbangan dalam memilih seorang wakil. Dengan mengusung jargon “Esa”, itu artinya tunggal Allah dan konotasinya Edgar Sefwelly Amanah (Esa). Saya ingin membangun kearifan lokal dengan jati diri orang Bogor, artinya mau membangun apapun harus timbul dari pondasi jati diri Bogor itu sendiri, jadi filosofi Ngabogor harus diterapkan, untuk memberikan nilai manfaat bagi kemajuan seluruh masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu bakal calon Wakil Wali Kota Bogor, Sefwelly mengaku, maju mendampingi Edgar karena mendapat dorongan dan dukungan dari berbagai komunitas . “Saya lahir asli di Bogor dan sudah bekerja di berbagai daerah, karena banyak aspirasi, permintaan, dukungan dan harapan masyatakat Kota Bogor, akhirnya saya memutuskan untuk maju di Pilwalkot mendampingi Pak Edgar,” kata Welly.

reporterpratama

print

You may also like...