Seorang pakar computer vision dan robotika, Steven Cheng, berhasil menciptakan sistem pembasmi nyamuk revolusioner yang memadukan teknologi pembelajaran mendalam (deep learning) dan penargetan berbasis laser. Proyek yang ia juluki sebagai ‘pembunuh nyamuk tercanggih’ ini mengubah masalah sepele di rumah menjadi sebuah pencapaian teknik yang mengesankan.
Sistem ini bertumpu pada model visual yang dilatih secara khusus menggunakan kumpulan data nyamuk buatan Cheng sendiri. Ia memanfaatkan kamera DSLR yang dilengkapi lensa zoom pembesaran tinggi untuk memotret nyamuk secara detail sebagai data pelatihan.

Menariknya, kamera yang sama tidak hanya digunakan sebagai alat pengumpulan data di awal, tetapi juga berfungsi sebagai sensor utama untuk mendeteksi nyamuk secara langsung, demikian dikutip dari Detik, Kamis (4/6/2026).
Cheng mengungkapkan bahwa proses pengumpulan data ini tidaklah mudah. Ia harus rela mendapatkan gigitan nyamuk tak terhitung jumlahnya di sekujur tubuh, sebuah pengingat bahwa proyek teknis tingkat tinggi pun terkadang menuntut kontak langsung yang kurang nyaman dengan dunia nyata. Foto-foto tersebut kemudian dianotasi dan digunakan untuk melatih model deep learning agar mampu mengenali nyamuk yang sedang terbang.
Proses pelatihan ini, menurut Cheng, sangat menguras kinerja kartu grafis (GPU) miliknya. Namun, kerja keras tersebut membuahkan hasil dengan tingkat akurasi deteksi yang sangat baik, di mana sistem mampu membedakan nyamuk dari gangguan visual di latar belakang dengan andal.
Eksekusi Presisi dengan Laser
Setelah sistem deteksi bekerja optimal, Cheng beralih pada mekanisme eksekusi. Ia mengintegrasikan laser yang dikalibrasi, kemudian dipasang pada dudukan putar industri berpresisi tinggi, memungkinkannya bergerak cepat dan akurat mengikuti target yang telah dikunci oleh sistem visi.
Hasilnya adalah sistem closed-loop (lingkaran tertutup) yang bekerja seketika: kamera mendeteksi nyamuk, model AI mengonfirmasinya, dan perangkat keras langsung menyesuaikan bidikan lalu menembakkan laser. Berbeda dengan perangkap nyamuk konvensional yang mengandalkan daya tarik pasif, sistem ini secara aktif melacak dan menyerang serangga satu per satu.
Sistem Keamanan Berlapis
Mengingat penggunaan laser di dalam rumah memiliki risiko, Cheng tidak melupakan aspek keamanan. Ia menambahkan kamera kedua bersudut lebar (wide-angle) sebagai pengaman tambahan.
Kamera ini bertugas memantau keberadaan manusia dan benda-benda mudah terbakar di sekitarnya. Jika sistem mendeteksi adanya tumpang tindih antara objek-objek tersebut dengan target nyamuk, pelatuk laser akan otomatis dinonaktifkan untuk mencegah kerusakan atau cedera yang tidak disengaja.
Setelah merakit dan mengujinya, Cheng mengoperasikan sistem ini di rumahnya. Ia mengklaim bahwa hanya dalam satu malam pengoperasian, seluruh nyamuk di kediamannya berhasil dibasmi.
Meski proyek ini masih bersifat eksperimental, inovasi Cheng membuktikan bagaimana perakit mandiri (DIY builders) masa kini mampu memadukan perangkat keras konsumen dengan teknik robotika tingkat lanjut. Komponen yang mudah ditemukan di pasaran–seperti kamera, GPU, dan perangkat keras penggerak–kini memungkinkan siapa saja membangun sistem pelacakan real-time yang canggih langsung dari rumah mereka.
Sumber: detik.com















