Menu ✖

Dark Mode
Libas KBB, Basket Kota Bogor Berebut Tiket Semifinal Lawan Kabupaten Bandung Kacamata Meta Masuk RI, Awas Privasi Warga Terancam Direkam Diam- Diam Ilmuwan Temukan Sel Darah Dinosaurus di Fosil untuk Pertama Kalinya Demokrat Menang, Ratusan Proyek Data Center AI Terancam Karhutla hingga Banjir Dominasi Bencana Indonesia Sepanjang 2026 Kenapa Hacker Targetkan Kulkas Supermarket di Eropa? Ini Kata Pakar

Headline

Libatkan 200 Kader Dasawisma Pulo Gebang, PBPJS Ketenagakerjaan Perluas Edukasi Perlindungan Pekerja hingga Tingkat RT

badge-check


					Libatkan 200 Kader Dasawisma Pulo Gebang, PBPJS Ketenagakerjaan Perluas Edukasi Perlindungan Pekerja hingga Tingkat RT Perbesar

Jakarta-Upaya memperluas perlindungan pekerja informal kini menyasar hingga level rumah tangga. BPJS Ketenagakerjaan Cabang Buaran menggandeng 200 kader Dasawisma di Pulo Gebang untuk menjadi ujung tombak edukasi jaminan sosial ketenagakerjaan di lingkungan warga,Jumat (22/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 3 Kelurahan Pulo Gebang, Jakarta Timur tersebut dinilai strategis karena Dasawisma merupakan garda terdepan dalam penyebaran informasi dan pendampingan masyarakat di lingkungan keluarga. Melalui para kader ini, edukasi terkait perlindungan pekerja diharapkan dapat menjangkau masyarakat hingga tingkat rumah tangga.
Hadir dalam kegiatan tersebut Deputi Kepesertaan Program Khusus dan Keagenan BPJS Ketenagakerjaan Faizal Rachman, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Buaran Muhammad Ramdhoni, serta Lurah Pulo Gebang Imran.

Dalam sambutannya, Faizal menegaskan bahwa perlindungan pekerja menjadi bagian penting dari upaya negara menjaga kesejahteraan masyarakat dan mencegah munculnya kemiskinan baru akibat risiko kerja.

“Risiko pekerjaan tidak pernah diketahui kapan datangnya. Karena itu pekerja membutuhkan perlindungan. Negara hadir melalui BPJS Ketenagakerjaan untuk memastikan masyarakat pekerja terlindungi dari risiko sosial ekonomi akibat kecelakaan kerja maupun meninggal dunia,” ujar Faizal.

Menurutnya, peran PJ Dasawisma sangat strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat di tingkat lingkungan. Ia berharap para kader dapat menjadi perpanjangan tangan dalam menyampaikan pentingnya kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada warga sekitar.

Faizal juga memaparkan inovasi layanan terbaru hasil kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan dengan Telkomsel melalui paket “Jamsostek Poin”. Melalui inovasi tersebut, masyarakat kini dapat membeli paket data internet sekaligus memperoleh perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dalam satu layanan terintegrasi melalui aplikasi MyTelkomsel.

“Dengan berbagai kemudahan layanan ini, masyarakat tidak perlu repot lagi. Cukup membeli paket data, masyarakat juga bisa langsung mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan selama 30 hari. Mulai Rp37 ribu sudah mendapatkan kuota internet 7 GB sekaligus perlindungan jaminan sosial,” jelasnya.

Sementara itu, Lurah Pulo Gebang Imran mengapresiasi langkah BPJS Ketenagakerjaan yang aktif membangun kesadaran masyarakat melalui pendekatan komunitas lingkungan. Menurutnya, model edukasi berbasis Dasawisma dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam memperluas perlindungan pekerja.

“Saya berharap para PJ Dasawisma yang hadir dapat meneruskan informasi ini kepada masyarakat. Semakin banyak warga yang sadar pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, maka semakin banyak pula keluarga yang terlindungi dari risiko sosial ekonomi,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Muhammad Ramdhoni menegaskan bahwa seluruh pekerja tanpa memandang profesi memiliki hak yang sama untuk memperoleh perlindungan negara melalui BPJS Ketenagakerjaan.

“Mulai dari pedagang, pekerja rumah tangga, pengemudi ojek online, hingga pekerja kantoran semuanya memiliki risiko kerja dan wajib terlindungi. Ketika pencari nafkah mengalami kecelakaan atau meninggal dunia, siapa yang akan menjamin keluarganya? Di sinilah negara hadir melalui BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Ramdhoni.

Ia menjelaskan, peserta program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) mendapatkan pelayanan pengobatan hingga sembuh tanpa batas biaya sesuai indikasi medis. Sementara pada program Jaminan Kematian (JKM), ahli waris peserta berhak menerima santunan sebesar Rp42 juta dan beasiswa pendidikan bagi dua orang anak hingga perguruan tinggi. Selain itu terdapat pula manfaat Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP) sebagai perlindungan keberlanjutan ekonomi pekerja di masa depan.

Ramdhoni menambahkan, kegiatan sosialisasi tersebut juga sejalan dengan inisiasi Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan melalui strategi pilar 3C yakni Coverage, Care, dan Credibility dalam memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan di Indonesia.

“Melalui kerja sama ini kami ingin memperluas Coverage atau cakupan kepesertaan pekerja informal melalui ekosistem digital yang dekat dengan masyarakat. Di saat yang sama, kami menghadirkan Care melalui kemudahan layanan pendaftaran dan akses perlindungan BPJS Ketenagakerjaan agar pekerja bisa memperoleh perlindungan secara praktis dan berkelanjutan,” katanya.

Melalui penguatan peran Dasawisma, BPJS Ketenagakerjaan berharap literasi jaminan sosial semakin meluas hingga tingkat keluarga sehingga semakin banyak pekerja sektor informal yang terlindungi dan terhindar dari risiko kemiskinan akibat kecelakaan kerja maupun kematian, tutupnya. Rls

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Perjuangan Safiera Ikuti Fast Track Pertama di Kehutanan UGM, Lulus S2 di Usia 22 Tahun, Double Degree di NUS

5 November 2026 - 15:49 WIB

Empat Emas Judo di Porprov XV Jabar 2026 Disabet Kota Bogor

5 November 2026 - 15:37 WIB

Buka OASE 2026 di UIN Jogja, Menag Nasaruddin Sebut Hilirisasi Teknologi Bisa Buat Bangkit Kejayaan Islam

4 November 2026 - 15:46 WIB

Sultan HB X Sentil Hasyim Wacana Pajaki Tukang Cukur: “Usung Kursi Mengko dipajaki, Kayak VOC Wae”

4 November 2026 - 15:40 WIB

Nazmi, Pesilat Kota Bogor Lolos ke Perempat Final

4 November 2026 - 15:12 WIB

Trending on Headline