Menu

Dark Mode
HJB 544, Dedie-Jenal Beri Penghargaan kepada Masyarakat HJB ke-544, Ini Kado Untuk Warga Kota Bogor Apa yang Lebih Penting dari Alibaba bagi Jack Ma? Jawabannya Bikin Kagum Australia Kebanjiran Ikan Mas, Warga Diajak Menyantapnya Elon Musk Beli Twitter karena Kecewa Anaknya Jadi Transgender OlloNi, Robot AI Peliharaan yang Bisa Mengingat dan Pahami Emosi

Headline

Libatkan 200 Kader Dasawisma Pulo Gebang, PBPJS Ketenagakerjaan Perluas Edukasi Perlindungan Pekerja hingga Tingkat RT

badge-check


					Libatkan 200 Kader Dasawisma Pulo Gebang, PBPJS Ketenagakerjaan Perluas Edukasi Perlindungan Pekerja hingga Tingkat RT Perbesar

Jakarta-Upaya memperluas perlindungan pekerja informal kini menyasar hingga level rumah tangga. BPJS Ketenagakerjaan Cabang Buaran menggandeng 200 kader Dasawisma di Pulo Gebang untuk menjadi ujung tombak edukasi jaminan sosial ketenagakerjaan di lingkungan warga,Jumat (22/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 3 Kelurahan Pulo Gebang, Jakarta Timur tersebut dinilai strategis karena Dasawisma merupakan garda terdepan dalam penyebaran informasi dan pendampingan masyarakat di lingkungan keluarga. Melalui para kader ini, edukasi terkait perlindungan pekerja diharapkan dapat menjangkau masyarakat hingga tingkat rumah tangga.
Hadir dalam kegiatan tersebut Deputi Kepesertaan Program Khusus dan Keagenan BPJS Ketenagakerjaan Faizal Rachman, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Buaran Muhammad Ramdhoni, serta Lurah Pulo Gebang Imran.

Dalam sambutannya, Faizal menegaskan bahwa perlindungan pekerja menjadi bagian penting dari upaya negara menjaga kesejahteraan masyarakat dan mencegah munculnya kemiskinan baru akibat risiko kerja.

“Risiko pekerjaan tidak pernah diketahui kapan datangnya. Karena itu pekerja membutuhkan perlindungan. Negara hadir melalui BPJS Ketenagakerjaan untuk memastikan masyarakat pekerja terlindungi dari risiko sosial ekonomi akibat kecelakaan kerja maupun meninggal dunia,” ujar Faizal.

Menurutnya, peran PJ Dasawisma sangat strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat di tingkat lingkungan. Ia berharap para kader dapat menjadi perpanjangan tangan dalam menyampaikan pentingnya kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada warga sekitar.

Faizal juga memaparkan inovasi layanan terbaru hasil kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan dengan Telkomsel melalui paket “Jamsostek Poin”. Melalui inovasi tersebut, masyarakat kini dapat membeli paket data internet sekaligus memperoleh perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dalam satu layanan terintegrasi melalui aplikasi MyTelkomsel.

“Dengan berbagai kemudahan layanan ini, masyarakat tidak perlu repot lagi. Cukup membeli paket data, masyarakat juga bisa langsung mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan selama 30 hari. Mulai Rp37 ribu sudah mendapatkan kuota internet 7 GB sekaligus perlindungan jaminan sosial,” jelasnya.

Sementara itu, Lurah Pulo Gebang Imran mengapresiasi langkah BPJS Ketenagakerjaan yang aktif membangun kesadaran masyarakat melalui pendekatan komunitas lingkungan. Menurutnya, model edukasi berbasis Dasawisma dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam memperluas perlindungan pekerja.

“Saya berharap para PJ Dasawisma yang hadir dapat meneruskan informasi ini kepada masyarakat. Semakin banyak warga yang sadar pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, maka semakin banyak pula keluarga yang terlindungi dari risiko sosial ekonomi,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Muhammad Ramdhoni menegaskan bahwa seluruh pekerja tanpa memandang profesi memiliki hak yang sama untuk memperoleh perlindungan negara melalui BPJS Ketenagakerjaan.

“Mulai dari pedagang, pekerja rumah tangga, pengemudi ojek online, hingga pekerja kantoran semuanya memiliki risiko kerja dan wajib terlindungi. Ketika pencari nafkah mengalami kecelakaan atau meninggal dunia, siapa yang akan menjamin keluarganya? Di sinilah negara hadir melalui BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Ramdhoni.

Ia menjelaskan, peserta program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) mendapatkan pelayanan pengobatan hingga sembuh tanpa batas biaya sesuai indikasi medis. Sementara pada program Jaminan Kematian (JKM), ahli waris peserta berhak menerima santunan sebesar Rp42 juta dan beasiswa pendidikan bagi dua orang anak hingga perguruan tinggi. Selain itu terdapat pula manfaat Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP) sebagai perlindungan keberlanjutan ekonomi pekerja di masa depan.

Ramdhoni menambahkan, kegiatan sosialisasi tersebut juga sejalan dengan inisiasi Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan melalui strategi pilar 3C yakni Coverage, Care, dan Credibility dalam memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan di Indonesia.

“Melalui kerja sama ini kami ingin memperluas Coverage atau cakupan kepesertaan pekerja informal melalui ekosistem digital yang dekat dengan masyarakat. Di saat yang sama, kami menghadirkan Care melalui kemudahan layanan pendaftaran dan akses perlindungan BPJS Ketenagakerjaan agar pekerja bisa memperoleh perlindungan secara praktis dan berkelanjutan,” katanya.

Melalui penguatan peran Dasawisma, BPJS Ketenagakerjaan berharap literasi jaminan sosial semakin meluas hingga tingkat keluarga sehingga semakin banyak pekerja sektor informal yang terlindungi dan terhindar dari risiko kemiskinan akibat kecelakaan kerja maupun kematian, tutupnya. Rls

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Wamenaker: Kerja di Hari Libur Nasional Wajib Bayar Lembur

26 May 2026 - 21:12 WIB

Tersangka Buang Tubuh Wanita dari atas Tol Kayumanis, Karena Sakit Hati

25 May 2026 - 18:50 WIB

Prabowo Resmikan Museum Marsinah

16 May 2026 - 11:32 WIB

Pengerjaan Trase Baru Batutulis Segera Dimulai, Malam Ini Alat Berat Masuk

15 May 2026 - 21:32 WIB

Gerakan RT/RW dan Rumah Ibadah Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

12 May 2026 - 11:17 WIB

Trending on Headline