Menu

Dark Mode
Banyak Perusahaan Indonesia Sudah Pakai AI, Tapi Belum Punya Strategi Elon Musk Bakal Bangun Pabrik di Bulan, Optimis dalam Waktu Dekat Tokek Berkepala Dua Ditemukan, Kepribadiannya Berbeda Kenapa Iran Mulai Serang Pusat Data AI Milik Amerika? Transisi Energi, Negara Ini Kasih Diskon Pemasangan Panel Surya BMKG Sebut Asap Karhutla Kalbar Berpotensi Menyeberang ke Malaysia

Kabar Lifestyle

Kenapa Iran Mulai Serang Pusat Data AI Milik Amerika?

badge-check


					Ilustrasi. Iran menyerang pusat data AI milik AS di Timur Tengah, 
menargetkan infrastruktur penting untuk ekonomi global. (Foto: via 
REUTERS/Ministry of Interior of the King)
Perbesar

Ilustrasi. Iran menyerang pusat data AI milik AS di Timur Tengah, menargetkan infrastruktur penting untuk ekonomi global. (Foto: via REUTERS/Ministry of Interior of the King)

Sejumlah pusat data kecerdasan buatan (AI) milik Amerika Serikat di negara-negara Timur Tengah kini jadi target serangan Iran. Apa alasannya?

Infrastruktur yang jadi sasaran itu merupakan teknologi paling penting bagi masa depan ekonomi global. Pusat data AI telah lama menjadi sasaran serangan siber, tapi serangan fisik merupakan hal baru di 2026.

Mengutip dari CNN, ini merupakan sebuah perhitungan bagi Washington yang menganggap AI sebagai hal penting bagi keamanan nasional dan pertumbuhan ekonomi mereka, termasuk bagi industri yang sudah sepenuhnya berinvestasi dalam membangun pusat data mahal di seluruh dunia.

Kedua negara saling menyerang pusat data AI. Terbaru, Iran menyerang pusat data milik perusahaan Amazon di Bahrain pada akhir bulan lalu.

Amazon menolak berkomentar, tapi dashboard Amazon Web Service (AWS) menunjukkan gangguan di wilayah tersebut sejak serangan awal pada 30 April terhadap pusat data tersebut, dan citra satelit menunjukkan kerusakan yang luas pada fasilitas AWS.

Ketika awal perang, Iran menegaskan bahwa mereka mengincar pusat data sebagai target militer. IRGC menerbitkan daftar 29 target teknologi regional yang direncanakan untuk diserang, termasuk situs milik Amazon, Google, Microsoft, Nvidia, dan Palantir.

Dalam unggahan Telegram setelah serangan 21 Juli terhadap pusat data Amazon, Teheran menyatakan mereka menyerang fasilitas itu lagi karena Amazon adalah penyedia layanan cloud untuk upaya intelijen militer AS.

Amazon memegang banyak kontrak pemerintah AS, termasuk bagian dari proyek Joint Warfighting Cloud Capability senilai US$9 miliar. Google, Microsoft, dan Oracle juga merupakan bagian dari proyek tersebut.

Pusat data di kawasan ini penting bukan hanya bagi militer AS dan industri AI, tetapi juga bagi kawasan Teluk, yang menganggap dirinya sebagai pusat AI global ketiga, bersama dengan Amerika Serikat dan Tiongkok.

Arab Saudi telah mengalokasikan sebagian besar dana kekayaan negaranya sebesar US$1 triliun untuk AI, dan UEA menandatangani kesepakatan penting dengan pemerintahan Trump tahun lalu untuk membangun Stargate, pusat data AI senilai US$500 miliar, proyek terbesar di luar Amerika Serikat. OpenAI, Oracle, Nvidia, dan Cisco semuanya bermitra dalam proyek tersebut.

Sumber: cnnindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Banyak Perusahaan Indonesia Sudah Pakai AI, Tapi Belum Punya Strategi

6 August 2026 - 21:28 WIB

Elon Musk Bakal Bangun Pabrik di Bulan, Optimis dalam Waktu Dekat

6 August 2026 - 21:25 WIB

Tokek Berkepala Dua Ditemukan, Kepribadiannya Berbeda

6 August 2026 - 21:22 WIB

Transisi Energi, Negara Ini Kasih Diskon Pemasangan Panel Surya

6 August 2026 - 21:16 WIB

BMKG Sebut Asap Karhutla Kalbar Berpotensi Menyeberang ke Malaysia

5 August 2026 - 21:30 WIB

Trending on Kabar Lifestyle