Di Kota Bogor AFE Mulai Dipasang di Tempat Usaha Wajib Pajak

Alat Fiskal Elektronik (AFE) mulai dipasang Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor kepada 268 Wajib Pajak (WP) Kota Bogor yang terdiri dari hotel, restoran, tempat hiburan dan parkir pada Senin (7/9/2020) siang. Program AFE ini juga menjadi salah satu program yang dipantau  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia (RI) karena sebagai bentuk transparansi dari Bapenda.

“Pihaknya mulai hari ini melakukan pemasangan kepada 268 WP Kota Bogor, untuk hari ini dilaksanakan di Botani Square dan akan berganti-ganti tempat hingga batas waktu pemasangan pada tanggal 18 September 2020,” kata Sekretaris Bapenda Kota Bogor, Lia Kania Dewi kepada wartawan.

Menurut Lia, program AFE ini juga merupakan program yang dipantau oleh KPK RI sehingga setiap bulannya Bapenda Kota Bogor akan melapor ke KPK terkait progres yang telah dicapainya.


Baca juga:Maksimalkan Potensi PAD, Bapenda Sosialisasikan AFE


“Kami kerjasama dengan KPK RI, ini bagian dari program optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan transparansi yang dilakukan oleh kami. WP bisa memantau langsung transaksi uang masuk ke tempatnya dan bisa mengetahui juga uang konsumen yang masuk ke kas daerah. Ini sebetulnya mempermudah WP juga jadi saling menguntungkan,” jelasnya.

Lia juga mengatakan, target pemasangan diakhir 2020 ini bia diselesaikan karena terbatas personil dari Bapenda dan jumlah WP yang akan dipasang cukup banyak.

“Kami mengambil kesempatan adanya bantuan dari PT Cartenz karena alat ini dihibahkan tanpa mengeluarkan APBD Kota Bogor untuk alat. Kami akan manfaatkan sebaik-baiknya,” terangnya.

Sebelumnya, Kepala Bapenda Kota Bogor, Deni Hendana mengatakan, ditahun 2020 ini sejak awal tahun pihaknya mencoba mengembangkan beberapa jenis alat sesuai alat perekaman transaksi oleh WP sehingga tapping box dikembangkan menjadi AFE. Selain perekapan yang sudah diterapkan, AFE ini ada tapping server, kemudian ada payment onlinenya dan ada alat lain yang masih merekam manual bagi wajib pajak.

“Jadi ada empat jenis alat yang sesuai dipergunakan oleha WP. Total hingga tahun 2021 kurang lebih akan ada 1.300 alat dari hibah PT. Cartenz.Sesuai MoU akan dipinjampakai kan sekitar 1.000 ribu alat, kemudian PT Subaga yang ditunjuk oleh Bank Jabar Banten (BJB) ada sekitar 250 alat dan dari PT Jakarta Infrastruktur Propertindo atau anak perusahaan Jakpro pinjam pakai sekitar 50 alat,” ungkap Deni.

rls

editoraldhoherman

print

You may also like...

Leave a Reply