Menu

Dark Mode
Fakta-fakta dan Spesifikasi Lampung-1, Satelit AI Pertama Indonesia Daftar Inovasi BRIN Dipamerkan ke Prabowo: Genteng Hingga Nuklir Pertama di Dunia: Ilmuwan Ciptakan Virus Pakai AI Ahli Ungkap Penampakan Permukaan Matahari Terbaru, Begini Bentuknya Basmi 96 Ular Piton, Pemburu Ini Bawa Pulang Rp 179 Juta AI Permudah Hacker Cari Celah Keamanan, Begini Cara Melawannya

Feature

Ini Upaya Dinkes Kota Bogor Cegah Kematian Ibu dan Bayi

badge-check


					Ini Upaya Dinkes Kota Bogor Cegah Kematian Ibu dan Bayi Perbesar

Kota Bogor- Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan dua indikator utama yang mencerminkan derajat kesehatan masyarakat serta keberhasilan pembangunan di bidang kesehatan.

Angka Kematian Ibu adalah jumlah kematian perempuan yang terjadi selama masa kehamilan, persalinan, atau dalam kurun waktu 42 hari setelah berakhirnya kehamilan, yang disebabkan oleh hal-hal yang berkaitan dengan atau diperberat oleh kehamilan dan penanganannya.

Sementara itu, Angka Kematian Bayi menunjukkan jumlah kematian bayi berusia di bawah satu tahun per 1.000 kelahiran hidup dalam periode tertentu.

Kedua indikator ini tidak hanya menggambarkan kondisi pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga menjadi cerminan kualitas sistem kesehatan, akses terhadap layanan medis, tingkat kesejahteraan, serta kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan reproduksi dan gizi.

Menurunkan AKI dan AKB merupakan prioritas utama pembangunan kesehatan nasional dan daerah.

Keberhasilan menekan angka kematian ibu dan bayi tidak hanya menunjukkan kemajuan sektor kesehatan, tetapi juga menggambarkan meningkatnya kualitas hidup, peran serta masyarakat, dan efektivitas kebijakan pemerintah daerah dalam membangun sistem kesehatan yang inklusif dan berkeadilan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bogor, angka kematian ibu dan bayi di Kota Bogor mengalami penurunan pada tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada tahun 2024 tercatat sebanyak 15 kasus kematian ibu, meningkat dibandingkan tahun 2023 yang berjumlah 11 kasus.

Namun hingga September 2025, angka tersebut menurun menjadi 6 kasus. Kematian ibu paling banyak terjadi pada masa nifas (4 kasus) dan masa hamil (2 kasus).

Adapun penyebab utama kematian ibu tahun 2025 yaitu: Hipertensi dalam kehamilan sebanyak 3 kasus, Komplikasi non-obstetrik sebanyak 2 kasus, dan Perdarahan obstetrik sebanyak 1 kasus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Semangat Bulan Muharram 1448 H di Tengah Tantangan Ekonomi Indonesia

12 July 2026 - 21:29 WIB

Mengenal Angklung Gubrag Dog Dog Lojor

14 June 2026 - 19:25 WIB

HJB ke-544, Ini Kado Untuk Warga Kota Bogor

3 June 2026 - 23:01 WIB

Pantai Butuh Kepedulian, Bukan Sampah

28 May 2026 - 21:28 WIB

Trase Baru Batutulis Mulai Dibangun, Ditargetkan Rampung Akhir Oktober

24 May 2026 - 23:20 WIB

Trending on Feature