Menu

Dark Mode
Donald Trump Malah Mau Bikin Pasukan AI Padahal Ilmuwan Minta Setop SpaceX Target Starship Meluncur ke Orbit 28 September Donald Trump Mau Ubah Istilah AI, Siapkan Tiga Usulan Mahasiswa Undip Ciptakan ‘Kecoak Hybrid’, Bisa Cari Korban Bencana Alasan Kenapa Handphone yang Tethering Nyala Jangan Disimpan dalam Tas Data Center AI Meta Diduga Bocorkan Bakteri Mematikan ke Air untuk Irigasi Kota

Kabar Politik

HPSN, Dedie Targetkan Pengadaan Bank Sampah Tiap RW

badge-check


					HPSN, Dedie Targetkan Pengadaan Bank Sampah Tiap RW Perbesar

Bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2018, Calon Wakil Walikota Bogor Dedie Rachim mengaku miris saat mengunjungi perkampungan padat penduduk yang terletak di bantaran Sungai Cisadane Rangga Mekar, Rabu (21/2/2018).

Mantan Pejabat KPK itu miris karena dirinya menyaksikan secara langsung masih ada warga yang membuang sampah ke sungai.

“Selain sampah produksi rumah tangga, terlihat juga dominan sampah dari limbah industri rumahan sepatu dan sandal,” ungkap Dedie.

Ia pun mengajak warga untuk peduli terhadap lingkungan sekitar dengan tidak membuang sampah sembarangan dan memilah sampah sebelum dibuang.

“Saya mengajak warga untuk mulai memilah dan memilih sampah dari rumah. Untuk mewujudkan Bogor bersih sampah, kita semua baik pemerintah maupun warga harus memiliki komitmen dan melakukan langkah sinergi berkelanjutan. Kita kurangi sampah mulai dari rumah, kita bersihkan sampah lingkungan sekitar dan wujudkan budaya bersih,” terang Dedie.

Selain itu, Dedie juga menyempatkan diri melihat langsung proses pengelolaan dan pengolahan sampah yang ada di Ranggamekar. Dedie terlihat salut atas dedikasi para pekerja yang rela ‘berteman’ dengan sampah setiap hari. “Tadi saya ngobrol dengan para pekerja di TPS 3R. Setiap hari mereka menerima sampah rumah tangga hampir 100 kg per hari dari dua RW. Kemudian merika pilah mulai dari sampah organik, sampah non organik dan residu. Yang sulit didaur ulang itu sampah residu, seperti popok bayi dan pembalut wanita,” jelasnya.

Dari situ, lanjut Dedie, pekerja kemudian mengolah sampah menjadi sebuah produk yang bernilai, mulai dari gas, cairan kompos dan lain sebagainya. Bahkan, di Bank Sampah Ranggamekar, Dedie sempat membeli produk kerajinan tangan dari limbah bungkus kopi yang disulap menjadi tikar. “Produk-produk daur ulang ini bahkan sudah sampai luar negeri,” kata dia.

Melihat hal tersebut, Dedie pun menyatakan akan merumuskan formula agar unit-unit pengelolaan sampah juga harus dimaksimalkan dan ditambah. Tidak hanya ada di tingkat kecamatan, melain kan juga di tingkat kelurahan. “Bahkan, agar lebih masif lagi idelanya TPS 3R ini ada di setiap RW. Akan kami arahkan ke sana. Karena menurut data, saat ini produksi sampah Kota Bogor mencapai 550 ton per hari. Dari angka itu baru sekitar beberapa persen yang diolah masyarakat baik melalui bank sampah dan TPS 3R. Sisanya masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga,” terangnya.

Sebelumnya, Dedie melakukan gerilya dengan mengunjungi rumah-rumah warga untuk mengidenrifikasi persoalan untuk kemudian dirumuskan solusinya bersama tim. Sejumlah harapan warga yang diterima Dedie saat gerilya di Bogor Selatan antara lain, renovasi rumah tidak layak huni, pemasaran produk UMKM, fasilitas kesehatan hingga lapangan kerja.

Reporterpratama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Ketua DPRD Kota Bogor Motivasi Mahasiswa Baru UIKA: Manfaatkan Kesempatan untuk Menuntut Ilmu

16 September 2026 - 12:13 WIB

DPRD dan Kajari Kota Bogor Sepakat Perkuat Kolaborasi

15 September 2026 - 09:07 WIB

H. Karnain Asyhar Dorong Tabligh Akbar Jadi Wadah Penguatan Mental Keluarga dan Rujukan Umat

13 September 2026 - 19:15 WIB

​Sinyal Bahaya di Bogor: Anak Usia 6 Tahun Mulai Terlibat Kasus Kekerasan, DPRD Desak RAD 2027

10 September 2026 - 19:47 WIB

DPRD Kota Bogor Bentuk 3 Pansus pada Masa Sidang Ketiga 2026

1 September 2026 - 09:20 WIB

Trending on Kabar Politik