Menu ✖

Dark Mode
Kacamata Meta Masuk RI, Awas Privasi Warga Terancam Direkam Diam- Diam Ilmuwan Temukan Sel Darah Dinosaurus di Fosil untuk Pertama Kalinya Demokrat Menang, Ratusan Proyek Data Center AI Terancam Karhutla hingga Banjir Dominasi Bencana Indonesia Sepanjang 2026 Kenapa Hacker Targetkan Kulkas Supermarket di Eropa? Ini Kata Pakar Perjuangan Safiera Ikuti Fast Track Pertama di Kehutanan UGM, Lulus S2 di Usia 22 Tahun, Double Degree di NUS

Kabar Politik

HPSN, Dedie Targetkan Pengadaan Bank Sampah Tiap RW

badge-check


					HPSN, Dedie Targetkan Pengadaan Bank Sampah Tiap RW Perbesar

Bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2018, Calon Wakil Walikota Bogor Dedie Rachim mengaku miris saat mengunjungi perkampungan padat penduduk yang terletak di bantaran Sungai Cisadane Rangga Mekar, Rabu (21/2/2018).

Mantan Pejabat KPK itu miris karena dirinya menyaksikan secara langsung masih ada warga yang membuang sampah ke sungai.

“Selain sampah produksi rumah tangga, terlihat juga dominan sampah dari limbah industri rumahan sepatu dan sandal,” ungkap Dedie.

Ia pun mengajak warga untuk peduli terhadap lingkungan sekitar dengan tidak membuang sampah sembarangan dan memilah sampah sebelum dibuang.

“Saya mengajak warga untuk mulai memilah dan memilih sampah dari rumah. Untuk mewujudkan Bogor bersih sampah, kita semua baik pemerintah maupun warga harus memiliki komitmen dan melakukan langkah sinergi berkelanjutan. Kita kurangi sampah mulai dari rumah, kita bersihkan sampah lingkungan sekitar dan wujudkan budaya bersih,” terang Dedie.

Selain itu, Dedie juga menyempatkan diri melihat langsung proses pengelolaan dan pengolahan sampah yang ada di Ranggamekar. Dedie terlihat salut atas dedikasi para pekerja yang rela ‘berteman’ dengan sampah setiap hari. “Tadi saya ngobrol dengan para pekerja di TPS 3R. Setiap hari mereka menerima sampah rumah tangga hampir 100 kg per hari dari dua RW. Kemudian merika pilah mulai dari sampah organik, sampah non organik dan residu. Yang sulit didaur ulang itu sampah residu, seperti popok bayi dan pembalut wanita,” jelasnya.

Dari situ, lanjut Dedie, pekerja kemudian mengolah sampah menjadi sebuah produk yang bernilai, mulai dari gas, cairan kompos dan lain sebagainya. Bahkan, di Bank Sampah Ranggamekar, Dedie sempat membeli produk kerajinan tangan dari limbah bungkus kopi yang disulap menjadi tikar. “Produk-produk daur ulang ini bahkan sudah sampai luar negeri,” kata dia.

Melihat hal tersebut, Dedie pun menyatakan akan merumuskan formula agar unit-unit pengelolaan sampah juga harus dimaksimalkan dan ditambah. Tidak hanya ada di tingkat kecamatan, melain kan juga di tingkat kelurahan. “Bahkan, agar lebih masif lagi idelanya TPS 3R ini ada di setiap RW. Akan kami arahkan ke sana. Karena menurut data, saat ini produksi sampah Kota Bogor mencapai 550 ton per hari. Dari angka itu baru sekitar beberapa persen yang diolah masyarakat baik melalui bank sampah dan TPS 3R. Sisanya masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga,” terangnya.

Sebelumnya, Dedie melakukan gerilya dengan mengunjungi rumah-rumah warga untuk mengidenrifikasi persoalan untuk kemudian dirumuskan solusinya bersama tim. Sejumlah harapan warga yang diterima Dedie saat gerilya di Bogor Selatan antara lain, renovasi rumah tidak layak huni, pemasaran produk UMKM, fasilitas kesehatan hingga lapangan kerja.

Reporterpratama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Hut ke 62, Golkar Kota Bogor Lebih Dekat dengan Warga

20 October 2026 - 20:38 WIB

Pesan Haedar Nashir di Era Prabowo – Gibran : Perbaiki Kebijakan Jangan Bikin Pemerintah Turun Wibawa

14 October 2026 - 10:37 WIB

Mulyani Dukung Deteksi Dini Kanker Serviks, Apresiasi Gerakan Perempuan Sadar Sehat di Pasir Kuda

10 October 2026 - 13:17 WIB

Hadiri Talkshow Perlindungan Anak, Ketua DPRD Kota Bogor Dorong Sinergi Menuju Indonesia Emas 2045

9 October 2026 - 19:59 WIB

Tok, DPRD dan Pemkot Bogor Sahkan Dua Perda, Pasar Rakyat dan Adminduk

7 October 2026 - 07:52 WIB

Trending on Kabar Politik