Menu

Dark Mode
Fakta-fakta dan Spesifikasi Lampung-1, Satelit AI Pertama Indonesia Daftar Inovasi BRIN Dipamerkan ke Prabowo: Genteng Hingga Nuklir Pertama di Dunia: Ilmuwan Ciptakan Virus Pakai AI Ahli Ungkap Penampakan Permukaan Matahari Terbaru, Begini Bentuknya Basmi 96 Ular Piton, Pemburu Ini Bawa Pulang Rp 179 Juta AI Permudah Hacker Cari Celah Keamanan, Begini Cara Melawannya

Kabar Bogor

Proyek Trase Baru Jalan Batutulis Bikin Kotor, DPRD Desak Pemkot Konsisten Awasi Kontraktor

badge-check


					Wali Kota Bogor Dedie A Racihim belum lama ini meninjau progres proyek trase baru jalan batutulis. (foto: kominfo) Perbesar

Wali Kota Bogor Dedie A Racihim belum lama ini meninjau progres proyek trase baru jalan batutulis. (foto: kominfo)

Kota Bogor– Proyek pembangunan trase baru jalan Batutulis disorot anggota DPRD Kota Bogor dari Fraksi PKB Daerah Pemilihan (Dapil) II Bogor Selatan, Edi Kholki Zaelani, akibat banyaknya tanah merah yang berceceran di Jalan Lawang Gintung hingga Batutulis.

Edi Kholki meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk memperkuat koordinasi dengan pihak ketiga selaku pelaksana proyek agar dampak negatif terhadap aktivitas masyarakat dapat diminimalisir. Pengawasan terhadap kontraktor harus dilakukan secara konsisten, terutama terkait operasional kendaraan pengangkut material. Truk-truk tersebut kerap meninggalkan ceceran tanah di badan jalan yang berpotensi membahayakan para pengguna jalan.

“Tugas saya hanya mengingatkan Pemerintah Kota Bogor agar terus berkoordinasi dengan pihak ketiga terkait kegiatan tersebut agar kontraktor membersihkan truk pengangkut tanah yang mengakibatkan jalan menjadi kotor,” kata Edi Kholki.

Sebelumnya Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan, Pemkot Bogor tidak akan segan memberikan teguran keras kepada kontraktor apabila tidak menerapkan standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) secara maksimal di lokasi proyek. Teguran ini mencuat setelah ditemukannya ceceran tanah di sekitar proyek trase baru Batutulis yang dinilai membahayakan masyarakat, khususnya bagi pengendara sepeda motor.

“Nanti saya tegur kontraktor yang tidak menerapkan K3. Saya saja ke proyek mencontohkan menggunakan helm dan rompi. Masa mereka tidak menerapkan K3,” tegasnya.

Senada, Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin juga meminta pekerja proyek untuk lebih memperhatikan material hasil angkutan agar tidak tercecer di jalur publik. Kendati demikian, Jenal menjelaskan bahwa berdasarkan klarifikasi pihak kontraktor, pembersihan jalan utama telah dijadwalkan setiap sore sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP).

“Tadi menurut pihak kontraktor pembersihan tidak dilakukan berulang kali pada siang hari untuk menghindari kemacetan panjang serta genangan air yang dapat mengganggu arus lalu lintas. Oleh karena itu, pembersihan dilakukan setiap sore oleh para petugas yang ditunjuk pihak kontraktor. Setiap sore area disemprot menggunakan alat steam kendaraan. Sudah kami pastikan bahwa proses tersebut terus dilakukan sesuai dengan SOP,” kata Jenal.

Menanggapi hal itu perwakilan PT Promix Prima Karya, pelaksana proyek, Dudung Agus mengklaim bahwa setiap kendaraan proyek yang keluar dari area kerja telah melalui proses pembersihan terlebih dahulu.

“Kami semprot pagi, siang, dan menjelang magrib, Pak,” singkatnya.

Msy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Bupati Bogor Ajak Jadikan Malasari Titik Awal Kebangkitan Bogor, PPLI Perkuat Komitmen Lestarikan Alam dan Warisan Sejarah

28 July 2026 - 14:02 WIB

Dedie Rachim Apresiasi Wakaf Warga Sukadamai untuk Kepentingan Masyarakat

27 July 2026 - 09:46 WIB

TIngkatkan Efisiensi dan Efektivitas, Kendaraan Operasional Disperumkim Dipasangi GPS dan Fuel Sensor

22 July 2026 - 10:20 WIB

Pemkot Bogor Gencarkan Razia Angkot Tua

21 July 2026 - 22:12 WIB

Dedie-Jenal Perkuat Pelestarian Sejarah, Seni, dan Budaya melalui Berbagai Terobosan

20 July 2026 - 22:08 WIB

Trending on Kabar Bogor