Menu

Dark Mode
Viral Benda Bercahaya Lintasi Langit Jawa, Ini Jawaban BRIN Sahabat Bill Gates Tak Donasi Tengah Tahun ke Gates Foundation, Alasannya Valid Perusahaan Mark Zuckerberg Terancam Denda Terbesar Sepanjang Sejarah Dianggap Candu, Meta Diminta Ubah Desain Instagram dan Facebook Matahari Buatan China Catat Rekor Baru, Hasilkan Listrik Fusi di 2030 Semangat Bulan Muharram 1448 H di Tengah Tantangan Ekonomi Indonesia

Kabar Lifestyle

Perusahaan Mark Zuckerberg Terancam Denda Terbesar Sepanjang Sejarah

badge-check


					Perusahaan Mark Zuckerberg Terancam Denda Terbesar Sepanjang 
Sejarah (Foto: REUTERS/PETER DASILVA)
Perbesar

Perusahaan Mark Zuckerberg Terancam Denda Terbesar Sepanjang Sejarah (Foto: REUTERS/PETER DASILVA)

Meta terancam menghadapi hukuman denda yang belum pernah terjadi sebelumnya sebesar USD 1,4 triliun, setelah empat negara bagian Amerika Serikat menuduh raksasa teknologi tersebut sengaja merancang Facebook dan Instagram agar membuat pengguna muda kecanduan, sekaligus menyesatkan publik mengenai keamanan platform.

Angka mencengangkan tersebut diungkapkan oleh pihak Meta sendiri dalam dokumen pengadilan baru-baru ini. Jumlah tersebut nyaris setara nilai pasar perusahaan yang berkisar USD 1,5 triliun.

Pengungkapan ini muncul menjelang persidangan penting yang akan dimulai bulan Agustus di Oakland, California. Negara bagian California, Colorado, Kentucky, dan New Jersey menuduh Meta melanggar undang-undang perlindungan konsumen negara bagian dengan menciptakan produk yang membuat anak-anak dan remaja kecanduan.

Meta membantah tuduhan tersebut, dan menyebut usulan hukuman itu tidak didukung bukti. “Sanksi sebesar itu tidak memiliki padanan dalam sejarah penegakan hukum perlindungan konsumen,” ungkap perusahaan yang dikutip dari detikINET.

Meski dokumen pengadilan dari negara-negara bagian tersebut masih dirahasiakan, persidangan bulan Juni mengungkap mereka menghitung potensi denda dengan mengalikan jumlah dugaan pelanggaran dengan nilai denda yang diizinkan berdasar UU negara bagian. Dugaan pelanggaran didasarkan pada perkiraan jumlah anak dan remaja terdampak.

Persidangan bulan Agustus di hadapan Hakim Distrik AS Yvonne Gonzalez Rogers juga akan mempertimbangkan gugatan yang diajukan oleh 29 negara bagian. Gugatan ini menuduh Meta melanggar UU dengan mengumpulkan data anak-anak tanpa persetujuan sah orang tua.

Meta berpendapat kecanduan media sosial bukan diagnosis psikiatri yang diakui resmi, sehingga pernyataan mereka yang menyangkal bahwa platformnya menyebabkan kecanduan tidak bisa dianggap sebagai kebohongan.

Perusahaan ini juga tengah menghadapi rentetan pertarungan hukum tambahan di luar persidangan bulan Agustus. Empat belas negara bagian lainnya tengah mengajukan tuntutan serupa berdasarkan UU masing-masing, dengan persidangan terpisah yang dijadwalkan pada bulan Februari mendatang.

Jaksa Agung California Rob Bonta menuduh Meta lebih mementingkan keuntungan daripada keselamatan anak-anak. Ia berjanji akan menuntut perusahaan tersebut bertanggung jawab penuh atas dugaan peran mereka dalam krisis kesehatan mental remaja.

Meta, perusahaan yang dipimpin Mark Zuckerberg, adalah satu dari beberapa perusahaan media sosial yang menghadapi tekanan hukum besar. Snap, YouTube, dan TikTok juga tengah berjuang menghadapi ribuan gugatan yang menuduh mereka sengaja merancang platform agar anak dan remaja terus terpaku, sehingga berkontribusi pada meluasnya masalah kesehatan mental.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Viral Benda Bercahaya Lintasi Langit Jawa, Ini Jawaban BRIN

13 July 2026 - 15:36 WIB

Sahabat Bill Gates Tak Donasi Tengah Tahun ke Gates Foundation, Alasannya Valid

13 July 2026 - 15:32 WIB

Matahari Buatan China Catat Rekor Baru, Hasilkan Listrik Fusi di 2030

13 July 2026 - 15:20 WIB

Di Mana Letak Kota Bizantium yang Hilang?

12 July 2026 - 19:15 WIB

OpenAI Respons Gugatan Apple yang Tuding Pencurian Rahasia Dagang

12 July 2026 - 19:11 WIB

Trending on Kabar Lifestyle