Menu

Dark Mode
Pabrik Terafab Milik Elon Musk Akan Jadi Gedung Terbesar Dunia Rayakan HUT RI ke-81, Mahasiswa Binus Gelar Upacara Bendera Virtual di Roblox Gempa Dahsyat NTT Bikin 794 BTS Terganggu, Menkomdigi Ungkap Kondisi Terbaru Taiwan Diserang Hacker Pakai AI, Puluhan Akun Pemerintah Dibobol Elon Musk: Era AI SpaceX Bisa Hasilkan Rp8.911 Triliun Tahun 2028 200 BTS Alami Gangguan Akibat Gempa NTT, Pemulihan Dikebut

Kabar Lifestyle

OpenAI Respons Gugatan Apple yang Tuding Pencurian Rahasia Dagang

badge-check


					OpenAI menanggapi gugatan Apple terkait pencurian rahasia dagang (Foto: 
REUTERS/Dado Ruvic)
Perbesar

OpenAI menanggapi gugatan Apple terkait pencurian rahasia dagang (Foto: REUTERS/Dado Ruvic)

OpenAI buka suara soal gugatan Apple yang menuding pencurian rahasia dagang dan pelanggaran kontrak.

Apple resmi mengajukan gugatan terhadap dua mantan karyawannya, Chang Liu dan Tang Tan, serta terhadap OpenAI dan io Products, dengan tudingan “pencurian rahasia dagang dan pelanggaran kontrak”.

Dalam gugatan tersebut, Apple menuduh kedua mantan karyawannya mencuri informasi rahasia terkait perangkat keras dan memanfaatkannya untuk memajukan proyek perangkat keras konsumen OpenAI yang masih dalam tahap awal pengembangan.

Apple menyebut ada pola pencurian rahasia dagang yang dilakukan sejumlah eks karyawannya yang kini bekerja di OpenAI.

Berdasarkan isi gugatan, Apple bahkan menuding perilaku semacam itu “dinormalisasi dan dicontohkan oleh jajaran pimpinan.”

Selain menuding akses tanpa izin ke sistem dan berkas rahasia perusahaan, Apple mengklaim para tergugat turut mendorong kandidat pelamar kerja membawa purwarupa dan komponen Apple saat wawancara kerja, membocorkan detail produk yang belum dirilis serta proses manufaktur, dan membantu OpenAI mendekati pemasok Apple menggunakan informasi milik perusahaan.

Menanggapi gugatan tersebut, Direktur Komunikasi Strategis OpenAI, Drew Pusateri, memberikan tanggapan lewat platform X.

“OpenAI tidak punya kepentingan terhadap rahasia dagang perusahaan lain,” tulis Pusateri pada Sabtu (11/7).

Ia juga menyebut perusahaannya tetap fokus membangun teknologi inovatif yang memberdayakan orang-orang di berbagai belahan dunia.

Dikutip dari 9to5mac, ini bukan kali pertama proyek perangkat keras OpenAI yang digarap bersama mantan desainer Apple, Jony Ive, lewat io Products tersangkut sengketa rahasia dagang.

Startup perangkat keras iyO sebelumnya lebih dulu menggugat OpenAI dan io Products soal isu merek dagang tak lama setelah kemitraan OpenAI-Ive diumumkan.

Gugatan iyO itu kemudian diubah pada Maret 2026 dengan menambahkan tudingan pencurian rahasia dagang.

Dalam gugatan yang diperbarui, Tang Tan turut disebut sebagai tergugat. IyO menuding seorang mantan insinyurnya mengunduh berkas rahasia dan menyerahkannya kepada Tan, yang merupakan mantan eksekutif Apple.

OpenAI juga telah membantah tudingan iyO dalam kasus tersebut.

Sumber: cnnindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pabrik Terafab Milik Elon Musk Akan Jadi Gedung Terbesar Dunia

17 August 2026 - 22:05 WIB

Rayakan HUT RI ke-81, Mahasiswa Binus Gelar Upacara Bendera Virtual di Roblox

17 August 2026 - 22:03 WIB

Gempa Dahsyat NTT Bikin 794 BTS Terganggu, Menkomdigi Ungkap Kondisi Terbaru

17 August 2026 - 21:59 WIB

Taiwan Diserang Hacker Pakai AI, Puluhan Akun Pemerintah Dibobol

17 August 2026 - 21:55 WIB

Elon Musk: Era AI SpaceX Bisa Hasilkan Rp8.911 Triliun Tahun 2028

15 August 2026 - 17:10 WIB

Trending on Kabar Lifestyle