Menu

Dark Mode
Komdigi Resmi Blokir Akses Grok AI Imbas Marak Deepfake Asusila Pengguna Instagram Dibanjiri Email Reset Password, Ternyata Ada Kebocoran Data Inggris Pertimbangkan Blokir X Akibat Konten AI Cabul Hasil M7 Mobile Legends: Onic Mati-matian Lawan Boostgate di Swiss Stage Langkah Senyap Strava Menuju IPO, Akan Melantai di Bursa Musim Semi 2026 Video Detik-detik Penemuan Spesies Baru Anaconda Raksasa Amazon

Headline

Pentagon: Hasut Perang Nuklir, Rusia Bermain Api

badge-check

WASHINGTON – Pentagon atau Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) menyatakan Rusia sudah bermain api dengan menghasut perang nuklir. Untuk mengantisipasi hal terburuk, AS bertekad mempertahankan pasukan nuklir untuk masa mendatang.

Caranya, pos pasukan nuklir akan menyerap hingga tujuh persen dari anggaran pertahanan. Saat ini pos tersebut hanya mendapat tiga sampai empat persen dari anggaran pertahanan AS. Komentar itu disampaikan Wakil Kepala Pentagon, Robert Work kepada anggota parlemen AS hari Kamis.

 

Berbicara kepada Komite Angkatan Bersenjata Parlemen AS, Work mengatakan, Rusia berupaya menggunakan kekuatan nuklirnya untuk mengintimidasi tetangganya yang dekat dengan sekutu NATO. Dia mengkritik tindakan Rusia dengan menyebutnya sebagai “strategi meningkatkan eskalasi”. (Baca juga: AS Nekat Ingin Kerahkan 250 Kendaraan Perang di Dekat Rusia)

”Siapa pun yang berpikir mereka dapat mengontrol eskalasi melalui penggunaan senjata nuklir, maka secara harfiah sudah bermain dengan api,” kata Work, seperti dikutip Reuters, Jumat (26/5/2015). “Eskalasi adalah eskalasi, dan penggunaan nuklir akan menjadi eskalasi utama,” katanya lagi.

Wakil Menteri Pertahanan AS itu menuding Rusia terus melanggar perjanjian “Intermediate Nuclear Forces” (INF). Dalam perjanjian itu, ada ketentuan larangan menggunakan atau menguji coba rudal jelajah dengan jangkauan 500 hingga 5.500 kilometer. (Baca juga: Ajak Rusia Dialog, tapi NATO Ingin Kerahkan 40 Ribu Tentara)

Work melanjutkan, Pentagon menyediakan opsi untuk Presiden Barack Obama guna mempertimbangkan keputusan untuk menanggapi pelanggaran perjanjian INF yang dilakukan Rusia. “Dan (AS) tidak akan membiarkan Rusia mendapatkan keuntungan militer yang signifikan melalui pelanggaran INF,” imbuh dia.

Terpisah, Presiden Rusia, Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia tidak mengancam siapa pun dan akan memilih solusi damai untuk menyelesaikan konflik internasional. Adapun penyiagaan pasukan militer yang dilakukan Rusia semata-mata untuk menjamin kedaulatan negaranya.

(mas)

source:  sindonews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Operasi Wirawaspada, Imigrasi Bogor Amankan 6 WNA

18 December 2025 - 22:10 WIB

Soal Rangkap Jabatan dan Perpanjangan KTA, Ini Kata Sekjen PWI Pusat

13 December 2025 - 08:46 WIB

Jaga Alam Puncak, Menteri LH Tanam Ribuan Pohon

12 December 2025 - 14:44 WIB

Peringati Hakordia, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Menara Jamsostek Gelar Deklarasi Komitmen Anti Korupsi

10 December 2025 - 14:04 WIB

TNI dan Warga Bangun Jembatan Gantung Penghubung Dua Kecamatan di Sukabumi

5 December 2025 - 15:19 WIB

Trending on Headline