Menu

Dark Mode
PLN UPT Cirebon Perkuat Ekonomi Lokal Lewat Program TJSL Permata Usaha Karyamulya Tingkatkan Keandalan Listrik Lewat AI, PLN UPT Cirebon Kembangkan MSCC Menjadi Operation & Maintenance Center (OMC) Tingkatkan Keandalan Listrik Lewat Inovasi Digital, PLN UPT Cirebon Kembangkan Ekosistem TRION Lagi, BPJS Ketenagakerjaan Raih Gold Awar Samsung Perkenalkan Flex Titanium, Teknologi Layar Foldable Terbaru Temuan 32 Simbol Gua Purba Diduga Bahasa Tertua Manusia

Kabar Bogor

Pemkot Bogor Raih Dua Penghargaan P2DD

badge-check


					Pemkot Bogor Raih Dua Penghargaan P2DD Perbesar

Penghargaan kembali diraih oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Kali ini Pemkot Bogor berhasil menempati posisi ketiga se-Jawa Barat dan Bali pada kategori Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) dan juara ketiga Nasional pada program unggulan P2DD.

P2DD merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan Pemerintah Republik Indonesia untuk mendorong percepatan digitalisasi di daerah-daerah.

“Fokus P2DD tahun ini untuk mempercepat transformasi digital khususnya di sektor keuangan daerah, meningkatkan layanan publik berbasis digital, serta mendorong integrasi sistem pembayaran digital di berbagai daerah,” ujar Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor, Deni Hendana, Rabu (25/9/2024).

Deni menambahkan, penilaian P2DD tahun ini mencakup beberapa aspek penting yang bertujuan untuk mengukur sejauh mana pemerintah daerah telah melaksanakan digitalisasi dalam berbagai sektor, terutama dalam transaksi keuangan.

Di antaranya aspek proses yang meliputi tiga kegiatan yakni high level meeting, capacity building dan literasi masyarakat. Aspek output yang terdiri dari capaian indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) 2023, capaian indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) terakhir, capaian rencana aksi, rekomendasi kebijakan (implementasi Kartu Kredit Indonesia), dan komitmen Pemkot Bogor mendorong P2DD serta ketiga aspek outcome.

“Aspek outcome merujuk pada hasil nyata yang dihasilkan dari implementasi program digitalisasi meliputi penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah non tunai, dan persentase transaksi belanja daerah non tunai,” imbuh Deni.

Untuk meningkatkan hasil P2DD di tahun mendatang, lanjut Deni, ada beberapa poin yang akan dievaluasi dan diperbaiki. Pertama, peningkatan implementasi ETPD dengan cara mengoptimalisasi transaksi non-tunai dan perluasan platform pembayaran digital.

Kedua, melakukan konektivitas dan infrastruktur teknologi dengan cara menyediakan infrastruktur internet di seluruh wilayah dan memperbaiki sistem layanan digital. Ketiga, meningkatkan adopsi layanan keuangan digital dengan partisipasi masyarakat dan aksesibilitas bagi kelompok rentan.

Keempat, penguatan kelembagaan TP2DD, kelima pengembangan kompetensi SDM, keenam inovasi dan teknologi baru dan ketujuh transparansi dan akuntabilitas keuangan daerah.

“Target Kota Bogor untuk P2DD tahun depan tidak saja kembali menjadi juara satu namun akan berfokus pada memperluas cakupan P2DD secara lebih inklusif dan memastikan transformasi digital dirasakan seluruh lapisan masyarakat dan sektor,” ucap Deni.

Untuk diketahui P2DD di Kota Bogor sudah diterapkan sesuai Keputusan Wali Kota Bogor Nomor 973 Tahun 2022 tentang Penetapan Arah Kebijakan Implementasi Elektronifikasi Transaksi Pendapatan Daerah Kota Bogor. KMF

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jenal Mutaqin Kenalkan Siswa Sesko TNI pada Sejarah dan Kesenian Bogor

15 July 2026 - 08:20 WIB

Lahan Eks Pasar dan Plaza Bogor Difungsikan Sementara Jadi Area Parkir

14 July 2026 - 22:21 WIB

Proyek Trase Baru Jalan Batutulis Bikin Kotor, DPRD Desak Pemkot Konsisten Awasi Kontraktor

13 July 2026 - 22:12 WIB

Dianggap Candu, Meta Diminta Ubah Desain Instagram dan Facebook

13 July 2026 - 15:23 WIB

Gerak Jalan Sehat Harkopnas Meriah, Ketua DPRD Bogor Apresiasi Peran Koperasi

12 July 2026 - 19:22 WIB

Trending on Kabar Bogor