Menu

Dark Mode
Minggu Depan Ada Gerhana Bulan Parsial, Kelihatan dari Indonesia? AI Ambil Alih Produksi Video, Lalu Apa Peran Kreator Digital? China Kirim Misi ke Bulan untuk Berburu Es, Bukan Cuma Air Robot Humanoid China Kalahkan Rekor Lari 100m Milik Usain Bolt Bersaing dengan AS, China Justru Ajak RI Dukung Inisiatif AI Global TikTok Sepakat Bayar ‘Uang Damai’ Rp7 Triliun ke Pemerintah AS

Kabar Bogor

Pemkot Bogor Raih Dua Penghargaan P2DD

badge-check


					Pemkot Bogor Raih Dua Penghargaan P2DD Perbesar

Penghargaan kembali diraih oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Kali ini Pemkot Bogor berhasil menempati posisi ketiga se-Jawa Barat dan Bali pada kategori Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) dan juara ketiga Nasional pada program unggulan P2DD.

P2DD merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan Pemerintah Republik Indonesia untuk mendorong percepatan digitalisasi di daerah-daerah.

“Fokus P2DD tahun ini untuk mempercepat transformasi digital khususnya di sektor keuangan daerah, meningkatkan layanan publik berbasis digital, serta mendorong integrasi sistem pembayaran digital di berbagai daerah,” ujar Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor, Deni Hendana, Rabu (25/9/2024).

Deni menambahkan, penilaian P2DD tahun ini mencakup beberapa aspek penting yang bertujuan untuk mengukur sejauh mana pemerintah daerah telah melaksanakan digitalisasi dalam berbagai sektor, terutama dalam transaksi keuangan.

Di antaranya aspek proses yang meliputi tiga kegiatan yakni high level meeting, capacity building dan literasi masyarakat. Aspek output yang terdiri dari capaian indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) 2023, capaian indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) terakhir, capaian rencana aksi, rekomendasi kebijakan (implementasi Kartu Kredit Indonesia), dan komitmen Pemkot Bogor mendorong P2DD serta ketiga aspek outcome.

“Aspek outcome merujuk pada hasil nyata yang dihasilkan dari implementasi program digitalisasi meliputi penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah non tunai, dan persentase transaksi belanja daerah non tunai,” imbuh Deni.

Untuk meningkatkan hasil P2DD di tahun mendatang, lanjut Deni, ada beberapa poin yang akan dievaluasi dan diperbaiki. Pertama, peningkatan implementasi ETPD dengan cara mengoptimalisasi transaksi non-tunai dan perluasan platform pembayaran digital.

Kedua, melakukan konektivitas dan infrastruktur teknologi dengan cara menyediakan infrastruktur internet di seluruh wilayah dan memperbaiki sistem layanan digital. Ketiga, meningkatkan adopsi layanan keuangan digital dengan partisipasi masyarakat dan aksesibilitas bagi kelompok rentan.

Keempat, penguatan kelembagaan TP2DD, kelima pengembangan kompetensi SDM, keenam inovasi dan teknologi baru dan ketujuh transparansi dan akuntabilitas keuangan daerah.

“Target Kota Bogor untuk P2DD tahun depan tidak saja kembali menjadi juara satu namun akan berfokus pada memperluas cakupan P2DD secara lebih inklusif dan memastikan transformasi digital dirasakan seluruh lapisan masyarakat dan sektor,” ucap Deni.

Untuk diketahui P2DD di Kota Bogor sudah diterapkan sesuai Keputusan Wali Kota Bogor Nomor 973 Tahun 2022 tentang Penetapan Arah Kebijakan Implementasi Elektronifikasi Transaksi Pendapatan Daerah Kota Bogor. KMF

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kopi Jadi Bagian Identitas Kota, Bogor Perkuat Cita Rasa Gastronomi

21 August 2026 - 10:14 WIB

Stasiun Bogor Direvitalisasi, KRL Bogor–Lido Cigombong Segera Diaktivasi

20 August 2026 - 10:18 WIB

Datangi Mapolresta, Kabag Hukum dan HAM Pemkot Bogor Adukan Dugaan Pencemaran Nama Baik

9 August 2026 - 22:54 WIB

Launching Layanan Fertilitas Embria, Pemkot Bogor Dorong Pengembangan Teknologi Kesehatan

9 August 2026 - 19:27 WIB

Bupati Bogor Ajak Jadikan Malasari Titik Awal Kebangkitan Bogor, PPLI Perkuat Komitmen Lestarikan Alam dan Warisan Sejarah

28 July 2026 - 14:02 WIB

Trending on Kabar Bogor