Pengelolaan Pasar Induk Kemang Segera Diambil Alih

suhaeriPengelolaan Pasar Induk Kemang sejak selesai dibangun dan dioperasionalkan tahun 2001, dikelola oleh PT Galvindo. Setelah selesai dibangun enam tahun lalu, sesuai peerjanjian Pasar Induk Kemang harus diserahkan kepada Pemkot Bogor.

Selama ini, pendapatan Pasar Induk Kemang tidak jelas karena belum dikelola PD Pasar Pakuan Jaya. Padahal pasar dengan luas sekitar 3 hektar ini memiliki potensi pendapatan yang bisa menambah pendapatan asli daerah (PAD) Kota Bogor.

Menurut Direktur Operasional PDPPJ, Suhaeri, aset Pasar Induk Kemang belum diserahkan pengelolaannya, padahal Pemkot Bogor sudah menyerahkan agar pengelolaan dilakukan oleh PD PPJ.

“Sesuai dengan SK Wali Kota bernomor : 591.45-14/2012, yang dikeluarkan tanggal 20 Desember 2012, penyerahan pengelolaan Pasar Induk Kemang ke PD Pasar Pakuan Jaya. Sejak 2001 dibangun dan 2007 diserahkan kepada Pemkot Bogor, sampai saat ini memang belum dikelola oleh PDPPJ. Ada kendala kendala di lapangan, sehingga PDPPJ belum mampu mengelolanya,” kata Suhaeri.

Untuk itu, lanjut Suhaeri, PDPPJ akan segera mengelola Pasar Induk Kemang tersebut. Dan diawali dengan membentuk tim pengambilalihan pengelolaan yang selama ini dikelola oleh PT Galvindo.

“Kami akan melakukan pengelolaan secara menyeluruh, karena apabila didiamkan terus, maka akan semakin hilang pendapatan di sana. Nanti juga kita akan komunikasikan dengan stake holder setempat, termasuk melibatkan jajaran terkait,” jelasnya.

Suhaeri menambahkan, PT Galvindo beralasan belum menyerahkan pengelolan karena masih ada kios yang belum terjual.

“Kalau nunggu laku, kapan diserahkannya. Dengan melihat situasi kondisi itulah, PDPPJ akan segera melakukan pengambil alihan. Tidak ada alasan bagi mereka untuk tidak menyerahkan pengelolaannya,” tegasnya.

reporterpratama

print

You may also like...