Menu

Dark Mode
Rapat Paripurna DPRD, Dedie Rachim Sampaikan Penguatan Struktur Perangkat Daerah 572 Atlet Kota Bogor Siap Raih 100 Emas Porprov Ikhtiar KONI Kota Bogor Penuhi Target 100 Emas Tirta Pakuan Fokus Ajak Warga dan Sektor Usaha Gunakan Air PDAM Sinergi Teknologi di HKB 2026: Panaragan Jadi Pilot Project Mitigasi Longsor Berbasis EWS HKB 2026, BPBD Kota Bogor Gerakkan 27 Keltana dalam Aksi Mitigasi Serentak

Feature

Pasar Tanaman Hias Jadi Objek Wisata Baru di Tengah Pandemi

badge-check


					Pasar Tanaman Hias Jadi Objek Wisata Baru di Tengah Pandemi Perbesar

Di tengah pandemi seperti saat ini berimbas kepada semua usaha dan profesi di dunia, termasuk di Indonesia. Dikenal sebagai negara yang kaya akan berbagai macam objek wisata, Indonesia pun tak luput dari terjangan badai pandemi covid 19 yang sudah berlangsung sekitar 9 bulan. Berbagai usaha dilakukan untuk membangkitkan kembali potensi pariwisata di Indonesia, namun di balik itu justru lahir objek-objek wisata baru, seperti di Kota Bogor. Salah satunya objek wisata pasar tanaman hias.

Mungkin belum semua orang mengetahuinya keberadaan pasar tanaman hias yang diklaim bakal jadi pasar tanaman hias terbesar se Asia Tenggara ini. Pasar tanaman hias yang berlokasi di area parkir exs tempat rekreasi Jungle Fest Bogor Nirwana Residence (BNR) Kelurahan Mulyaharja Kecamatan Bogor Selatan Kota Bogor ini,  sejak dibuka pada 28 November 2020 oleh Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim langsung menyedot perhatian masyarakat. Bahkan tak sedikit yang datang dari luar Kota Bogor.

Menurut Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim, pasar tanaman hias ini harus mendapat suport dari semua pihak. Pasalnya di tengah pandemi covid yang melanda semua bidang usaha, justru malah melahirkan potensi usaha baru di bidang tanaman hias. Terlebih daerah Bogor Selatan yang berbatasan langsung dengan  Kabupaten Bogor ini, memiliki cuaca yang sejuk dan cocok untuk bercocok tanam.

“Ini harus diapresiasi, pasar tanaman hias ini bisa menjadi objek wisata baru di Kota Bogor. Ke depan menjadi agro wisata dan bisa menjadi pusat studi pelajar yang ingin mengetahui seluk beluk tanaman hias. Mulai dari cara menanam, memberi pupuk dan memasarkannya. Ini harus dikembangkan,” kata Dedie kepada wartawan.


Baca juga:Melihat Potensi Pengrajin Turus dan Petani Tanaman Hias Selama Covid


Mantan pejabat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini juga berharap, objek-objek wisata baru di wilayah lain juga bangkit. Minimal dengan adanya objek wisata baru, bisa meningkatkan perekonomian masyarakat di tengah pandemi covid yang sudah berlangsung hampir 9 bulan ini.

“Bukan hanya petani tanaman hias yang ekonomi meningkat. Masyarakat yang berjualan di sepanjang jalan BNR menuju lokasi pun, ekonominya naik. Insyaallah kita semua bisa melewati pandemi ini,” katanya.

Bagi masyarakat Kota Bogor dan sekitarnya, lanjut Dedie, bisa datang ke pasar tanaman hias di jungle fest BNR ini. Masyarakat bisa berinteraksi di pasar tanaman hias dengan tetap menjaga protokol kesehatan yang ketat.

“Tempat seperti ini sangat berpotensi menarik pembeli dari mana saja, termasuk dari luar negeri. Bahkan tadi saya dengan ada yang sengaja datang dari Kalimantan, untuk berbelanja di sini. Ini cukup baik. Perekonomian warga bisa menggeliat. Untuk itu mari sama-sama kita dukung pasar tanaman hias dengan berbelanja di sini,” ujarnya.

Sekedar informasi, di pasar tanaman hias Minaqu ini terdapat sekitar 70 kios yang menjual hasil tani mereka berupa tanaman hias. Bahkan ke depan direncanakan akan dibuat juga kios khusus tanaman buah.

“Insyaallah jika ini berjalan lancar, angan-angan kami ingin menambah jumlah kios tanaman hias. Bahkan ada tanaman buahnya,” ujar Ade Wardhana, CEO Minaqu Home Nature.

penulis Herman

editor Herman

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Juni, Target Groundbreaking PSEL Bogor Raya

25 April 2026 - 12:33 WIB

Wamenaker: Dunia Kerja Tak Hanya Lihat Ijazah

25 April 2026 - 10:01 WIB

BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Sinergi dengan DMI Jakarta Selatan dalam Musda VIII Tahun 2026

21 April 2026 - 20:13 WIB

Penembakan di Papua: Dua Insiden Berbeda, Tidak Saling Berkaitan

19 April 2026 - 20:17 WIB

Deklarasi Gerakan 100 Persen Pilah Sampah, Jakarta Utara Diapresiasi Wamen LH

18 April 2026 - 21:40 WIB

Trending on Headline