Kota Bogor- Peningkatkan pendapatan perusahaan menjadi salah satu fokus utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor saat ini, salah satunya dengan mendorong masyarakat dan sektor usaha untuk beralih menggunakan air dari Tirta Pakuan. Hal itu disampaikan Direktur Bisnis dan Pelayanan Perumda Tirta Pakuan, Muzakkir, beberapa waktu lalu.
Menurut Muzakir, edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya tidak menggunakan air sumur/sungai, mengingat kondisi sumber air mandiri di beberapa wilayah Kota Bogor sudah tidak dalam kondisi baik.

“Ini mungkin bisa dicatat, air di Kota Bogor sebetulnya sedang tidak baik-baik saja karena sudah banyak wilayah tertentu yang tercemar. Kami perlu mengedukasi masyarakat agar lebih banyak menggunakan air dari Tirta Pakuan yang lebih terjamin kualitasnya,” ujar Muzakkir.
Muzakir menambahkan, Selain pelanggan rumah tangga Tirta Pakuan juga membidik optimalisasi pendapatan dari sektor komersial seperti hotel, restoran, dan kafe. Mengingat Kota Bogor memiliki keterbatasan wilayah industri, sektor jasa menjadi tumpuan utama pendapatan perusahaan.
“Regulasi mengenai pelarangan penggunaan air tanah bagi sektor usaha sudah tersedia, sehingga pihaknya akan lebih intensif melakukan pendekatan kepada para pemilik usaha.Kami akan edukasi pemilik hotel dan restoran untuk beralih ke PDAM. Jika mereka menggunakan air kami, secara otomatis pendapatan perusahaan akan naik,” jelasnya.
Lebih Muzakkir menjelaskan langkah inovatif lainnya yang tengah digarap adalah pemanfaatan lahan milik Tirta Pakuan yang mencapai lebih dari 50 hektar dan tersebar di berbagai titik. Saat ini, tim internal sedang mendata aset-aset tersebut untuk dijadikan lahan produktif yang mampu menghasilkan pendapatan tambahan (income).
“Beberapa rencana yang disiapkan antara lain pemanfaatan lahan sebagai pergudangan hingga pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG). Kami sedang memikirkan bagaimana lahan ini bisa produktif, apakah jadi pergudangan atau SPBG. Kami juga membuka peluang untuk menggandeng pihak swasta dalam membangun bisnis-bisnis baru di atas lahan tersebut,” jelasnya.
Upaya membuka peluang baru pendapatan ini, sebagai upaya agar pelayanan kepada pelanggan tidak terganggu. M Syahrul













