Kota Bogor – Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026 menjadi momentum pembuktian bagi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor. Dengan tajuk “Aksi Hijau & Tangguh Serentak”, BPBD menggerakkan 27 Kelurahan Tangguh Bencana (Keltana) untuk melakukan aksi mitigasi nyata di wilayah masing-masing, Minggu (26/4/2026).
Kegiatan yang dimulai serentak pukul 07.30 WIB ini mencakup penanaman 500 bibit pohon serta simulasi penanganan bencana gempa bumi, banjir, dan tanah longsor. Menariknya, aksi masif ini bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan wujud nyata dari komitmen yang dibangun para kader dalam forum sebelumnya, investasi bagi ketangguhan Kota Bogor dimasa depan.

Ke-27 kelurahan tangguh bencana itu antaralain Panaragan, Pasis Jaya, Sukaresmi, Sempur, Tanah Baru, Gunung Batu, Cibogor, Gudang, Kedung Halang, Sukasari, Bondongan, Ciparigi, Babakan Pasar, Cibuluh, Baranangsiang, Bojongkerta, Rancamaya, Curug, Pamoyanan, Nargajaya, SItugede, Cikaret, Bantarjati, Ciwaringin, Cilendek Barat, Tegal Lega dan Sindangrasa.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Bogor Dimas Tiko mengatakan, seluruh rangkaian kegiatan saat ini adalah langkah konkret untuk merealisasikan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang telah disusun pada kegiatan Jambore Keltana yang dilaksanakan sebelumnya.
“Apa yang kita laksanakan hari ini adalah realisasi nyata dari Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang telah kita sepakati bersama pada Jambore Keltana lalu. Ini membuktikan bahwa komitmen yang dibangun saat jambore tidak berhenti di atas kertas, melainkan langsung diimplementasikan di lapangan oleh seluruh pengurus dan relawan Keltana yang sudah terbentuk,” tegas Kalak BPBD Kota Bogor.
Menurutnya, konsistensi ini menjadi trigger positif bagi penguatan kapasitas masyarakat. “Semangat ini akan terus kita kawal untuk melakukan percepatan pembentukan Keltana di 41 kelurahan lainnya, sehingga target 100% kelurahan tangguh di Kota Bogor segera tercapai,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Kalak BPBD secara khusus memberikan penghormatan kepada para relawan yang menjadi penggerak utama di akar rumput.
”Terima kasih yang sebesar-besarnya dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh relawan Keltana se-Kota Bogor. Kalian adalah ujung tombak kemanusiaan. Dedikasi kalian dalam menjaga lingkungan dan melatih kesiapsiagaan warga merupakan ruh dari ketangguhan kota ini. Tanpa peran aktif relawan, program akselerasi ini tidak akan berjalan maksimal,” ungkapnya.
M Syahrul













