Jogjakarta-Kementerian Pertanian (Kementan) merespons positif inovasi sektor pertanian yang dikembangkan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Mentan Andi Amran Sulaiman mengapresiasi capaian riset UGM yang mampu meningkatkan produktivitas kedelai serta mengembangkan varietas padi unggul Gamagora 7.

Hal tersebut disampaikan Amran saat melakukan kunjungan kerja ke Laboratorium Lapangan Pusat Inovasi dan Agroteknologi (PIAT) UGM Kamis (15/10/2026) di wilayah Berbah, Kabupaten Sleman, DIY. Kunjungan ini merupakan bentuk tindak lanjut atas kesepakatan kerja sama antara Kementan dan UGM sejak pertengahan tahun ini.
Dalam kesempatannya, Amran mengungkapkan rasa puasnya atas hasil panen kedelai yang rata-rata mencapai 2,6 hingga 3,2 ton per hektar. Pihaknya pun menargetkan produksi kedelai tersebut bisa didorong lebih tinggi lagi ke depannya.
“Alhamdulillah, hari ini sudah membuahkan hasil, di mana produksi kedelai bisa minimal 2,6 sampai 3,2 ton, tapi kami minta bila perlu di atas 3 ton,” ujarnya di sela-sela kunjungannya.
Amran menyebut, keberhasilan ini akan menjadi pijakan Kementan untuk memperluas area tanam kedelai bersama UGM pada tahun mendatang, sejalan dengan arahan Presiden RI.
“Kalau itu yang terjadi, insyaallah tahun depan kita kembangkan lagi. Tahun depan kami sudah tanda tangan kesepakatan dengan UGM 2.000 hektar, tapi kalau mampu 5.000, kami siapkan anggarannya,” katanya.
Pada tahun anggaran berjalan, lanjut Amran, Kementan telah menyalurkan dana sebesar Rp 7,7 miliar kepada UGM. Mengingat serapannya yang terus membaik dan potensi inovasi yang dihasilkan sangat besar, Mentan memastikan nilai dukungan dana akan ditambah hingga Rp10 miliar hingga Rp15 miliar pada tahun depan.
“Hari ini, kami serahkan untuk tahun ini 7,7 miliar, harusnya 10 miliar atau 15 miliar. Tetapi, ini serapannya baru 7,7 miliar, tapi insyaallah tahun depan lebih besar. Dan sekali lagi, kami apresiasi teman-teman UGM atas kerja kerasnya,” jelas Amran.
Sementara itu, Kepala Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) UGM, Alan Soffan, menjelaskan bahwa kunjungan ini menjadi momen untuk mempresentasikan perkembangan riset yang dipesan langsung oleh Mentan sejak audiensi Juni lalu.
Selain kedelai, UGM juga memamerkan performa benih padi varietas unggul Gamagora 7. Padi “amfibi” ini memiliki potensi produktivitas hingga 9,8 ton per hektar, tahan rebah karena berbatang pendek, serta berumur genjah (104 hari).
“Alhamdulillah pada hari ini kami sudah bisa mempresentasikan kemajuan atas permintaan Pak Menteri Pertanian, di mana untuk Gamagora kami sudah menyerap kurang lebih 170 ton benih yang sudah kita sebarkan kepada para petani lewat skema CPCL,” jelas Alan.
Alan menambahkan, kerja sama distribusi benih ini akan terus dilanjutkan dan diperluas penerima manfaatnya pada tahun-tahun mendatang melalui skema pembelian oleh Kementan.
Sehingga melalui kolaborasi ini, ia berharap Kementan bersama para PPL dan BRMP bahwa tingkat adopsi penggunaan varietas unggul riset perguruan tinggi dapat meningkat pesat demi memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.
“Nanti tahun 2027 juga akan kami lanjutkan sekitar 430 ton, dan bahkan Pak Menteri ingin penerima manfaat Gamagora 7 itu bisa lebih banyak lagi. Nanti kementerian akan membeli, kemudian kita mendistribusikan ke para petani, terutama di Sleman ataupun di luar Yogyakarta,” pungkas Alan. K-olff














