Kota Bogor – Koordinator Daerah (Korda) Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi Indonesia (Apjatel) Kota Bogor memastikan tidak ada lagi pemasangan baru maupun penerbitan izin baru untuk pemasangan tiang dan kabel udara fiber optik di Kota Bogor.
Saat ini, pemindahan kabel udara ke bawah tanah melalui proses migrasi infrastruktur jaringan telekomunikasi ke dalam sistem saluran bawah tanah atau ducting system yang dikenal sebagai Infrastruktur Pasif Telekomunikasi (IPT) terus dilakukan.

Korda Apjatel Kota Bogor, Rudiyana Sakti, mengatakan pihaknya telah menjembatani komunikasi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dan para penyedia layanan jaringan (provider) untuk menurunkan kabel udara. Pihaknya juga mendorong seluruh penyedia layanan agar mematuhi aturan yang berlaku di Kota Bogor.
“Jadi semua provider sudah harus menurunkan kabel dari udara ke bawah tanah,” ujarnya saat mendampingi Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, memotong kabel udara di Jalan RE Martadinata, Rabu (14/10/2026).
Ia juga memastikan tidak akan ada lagi pemasangan baru kabel udara. Bahkan, pihaknya telah melakukan sosialisasi bersama Pemkot Bogor terkait surat edaran wali kota.
“Ruas-ruas jalan di Kota Bogor tidak boleh lagi ada kabel udara. Semua turun ke bawah. Untuk perizinan penarikan kabel juga harus ada rekomendasi jalur bawah tanah,” ujarnya.
Rudiyana menyebutkan, saat ini infrastruktur ducting untuk migrasi kabel udara ke bawah tanah telah dibangun di sejumlah lokasi. Dengan demikian, proses penurunan kabel terus dilakukan sesuai target.
“Untuk yang titik akan diturunkan infrastruktur bawah tanahnya sudah siap semua, jadi sebagian tinggal penertiban sama penarikan kabel yang ketinggalan lah, gitu. Pokoknya tahun ini clear semua, dari kabel atas sesuai perencanaan. Karena penertiban ini dilakukan bertahap dengan perencanaan target,” ungkapnya.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan migrasi kabel jaringan fiber optik dari udara ke bawah tanah telah dimulai sejak 2021–2022 dan terus dilanjutkan melalui kerja sama dengan Apjatel.
“Jadi kita sama-sama untuk masyarakat yang akan merasakan dampak dari estetika kota,” ujarnya.
Dalam proses ini, pelaksanaan konstruksi dilakukan oleh Apjatel. Dedie Rachim memahami bahwa setelah pekerjaan selesai, terkadang masih terdapat tanah yang tercecer atau area yang belum dibenahi.
Ia pun menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses pengerjaan terdapat aktivitas masyarakat yang terganggu.
“Ya, saya sudah ingatkan lagi kepada pelaksana. Namun saya juga paham lah ya, pekerjaan konstruksi di tengah panas terik matahari juga kan pasti ada hal-hal yang kadang-kadang tidak sempurna. Ya, kita terus berikhtiar, yang penting berproses. Yang terpenting ada tindak lanjut dan juga ada hasil,” ujarnya.
Pemkot Bogor menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program beautifikasi kota melalui penataan dan pemindahan kabel udara ke bawah tanah agar infrastruktur telekomunikasi lebih tertata dan estetika kota semakin baik. kmf














