Menu ✖

Dark Mode
Internet Berubah Total, Google Korbankan Sumber Duit Demi AI Akhir Tragis CEO Teknologi dan Keluarganya di Langit Florida Komdigi Bantah Takedown Konten Banjir Aceh Jet Pribadi yang Hancur di Florida Disebut ‘Monster’ Udara NASA Cari Ide Selamatkan Teleskop Hubble yang Nyaris Jatuh ke Bumi Ini Cara Hacker Bikin Suhu Kulkas Jadi Panas dan Gegerkan Eropa

Kabar Bogor

Judol, Pinjol dan Bullying Pelajar Disorot Wali Kota Bogor

badge-check


					Wali Kota Bogor Dedie RAchim. (foto: kominfo) Perbesar

Wali Kota Bogor Dedie RAchim. (foto: kominfo)

Kota Bogor-Judi online, pinjaman online, serta perilaku perundungan di kalangan pelajar menjadi perhatian serius Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim. Kemudahan akses melalui gawai dapat mempengaruhi pola pikir dan berpotensi menjerumuskan pada perilaku negatif, seperti perundungan (bullying), pemalakan, tawuran, dan tindakan menyimpang lainnya. Demikian disampaikan Dedie saat menjadi inspektur upacara bendera di SMA Negeri 3 Kota Bogor, Senin (9/2/2026).

“Ikut judi adalah sebuah kebodohan, walaupun menang sesekali, setelah itu pasti jatuh,” tegas Dedie.

Tak hanya itu, dalam amanatnya, Dedie Rachim mengingatkan pentingnya membangun karakter sejak dini sebagai bekal meraih cita-cita dan menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

“Jika di sekolah ada korban perundungan, laporkan. Jika ada anak yang suka memalak, laporkan. Kota Bogor sudah memiliki Tim SIGAP bersama Polresta Bogor Kota yang akan memproses secara hukum pelaku pemalakan maupun perundungan. Tidak boleh ada anak-anak yang melakukan bullying atau memalak,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Dedie Rachim mengajak siswa untuk meraih masa depan secara kolektif dengan menjaga dan melestarikan lingkungan.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pada usia produktif harus didukung oleh kondisi alam yang terjaga agar masa depan dapat diraih dengan penuh optimisme.

Menjaga dan melestarikan lingkungan, menurutnya, menjadi tantangan bersama mengingat saat ini kerap terjadi bencana akibat perubahan iklim dan bencana iklim (climate change dan climate disaster). Salah satu faktor penyebabnya adalah pengelolaan sampah yang belum optimal sehingga mempercepat peningkatan suhu bumi.

“Kepada para tenaga pendidik, saya mengingatkan agar kebiasaan membuang sampah harus diperbaiki dengan kebiasaan mengolah dan memilah sampah. Tanpa disadari, climate change dan climate disaster terjadi akibat pengelolaan sampah yang buruk yang kemudian menutup sebagian permukaan bumi dan menimbulkan panas yang lebih cepat,” ucap Dedie Rachim. kmf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Dedie Rachim: Kendaraan Listrik Jadi Peluang Besar Dukung Kota Ramah Lingkungan

3 November 2026 - 18:43 WIB

DIY Punya 14 Titik Potensi Bencana, DPRD DIY Minta Sistem Peringatan Dini Diperkuat

3 November 2026 - 17:46 WIB

Resmi Buka LT III Kota Bogor 2026, Kak Denny Mulyadi Tegaskan Pentingnya Sportivitas dan Karakter Penggalang

3 November 2026 - 13:05 WIB

Robot Humanoid China Makin Canggih, Kini Berlomba Kembangkan Otak AI

2 November 2026 - 22:02 WIB

Dedie Rachim Tekankan Efisiensi Anggaran Jelang Akhir Tahun, Smart KKI Diluncurkan

2 November 2026 - 14:02 WIB

Trending on Kabar Bogor