Menu

Dark Mode
Program Kerja 2026 Ditetapkan, Pramuka Kota Bogor Makin Tancap Gas Ketua DPRD Adityawarman Adil Apresiasi Sinergi TNI dalam Pembangunan Jembatan Garuda Solusi Bangun Indonesia Dorong Inovasi Stabilisasi Tanah Sidak Pasar Gembrong dan Jambu Dua, Komisi II DPRD Kota Bogor Soroti Kenaikan Harga dan Akses Angkot ​DPRD Kota Bogor dan Disnaker Bahas Persiapan THR, Siapkan Posko Pengaduan Terima Pemuda Al-Irsyad, Adityawarman: Salut untuk Pemuda yang Beraktualisasi di Bidang Sosial

Bogoh Ka Bogor

Judol, Pinjol dan Bullying Pelajar Disorot Wali Kota Bogor

badge-check


					Wali Kota Bogor Dedie RAchim. (foto: kominfo) Perbesar

Wali Kota Bogor Dedie RAchim. (foto: kominfo)

Kota Bogor-Judi online, pinjaman online, serta perilaku perundungan di kalangan pelajar menjadi perhatian serius Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim. Kemudahan akses melalui gawai dapat mempengaruhi pola pikir dan berpotensi menjerumuskan pada perilaku negatif, seperti perundungan (bullying), pemalakan, tawuran, dan tindakan menyimpang lainnya. Demikian disampaikan Dedie saat menjadi inspektur upacara bendera di SMA Negeri 3 Kota Bogor, Senin (9/2/2026).

“Ikut judi adalah sebuah kebodohan, walaupun menang sesekali, setelah itu pasti jatuh,” tegas Dedie.

Tak hanya itu, dalam amanatnya, Dedie Rachim mengingatkan pentingnya membangun karakter sejak dini sebagai bekal meraih cita-cita dan menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

“Jika di sekolah ada korban perundungan, laporkan. Jika ada anak yang suka memalak, laporkan. Kota Bogor sudah memiliki Tim SIGAP bersama Polresta Bogor Kota yang akan memproses secara hukum pelaku pemalakan maupun perundungan. Tidak boleh ada anak-anak yang melakukan bullying atau memalak,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Dedie Rachim mengajak siswa untuk meraih masa depan secara kolektif dengan menjaga dan melestarikan lingkungan.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pada usia produktif harus didukung oleh kondisi alam yang terjaga agar masa depan dapat diraih dengan penuh optimisme.

Menjaga dan melestarikan lingkungan, menurutnya, menjadi tantangan bersama mengingat saat ini kerap terjadi bencana akibat perubahan iklim dan bencana iklim (climate change dan climate disaster). Salah satu faktor penyebabnya adalah pengelolaan sampah yang belum optimal sehingga mempercepat peningkatan suhu bumi.

“Kepada para tenaga pendidik, saya mengingatkan agar kebiasaan membuang sampah harus diperbaiki dengan kebiasaan mengolah dan memilah sampah. Tanpa disadari, climate change dan climate disaster terjadi akibat pengelolaan sampah yang buruk yang kemudian menutup sebagian permukaan bumi dan menimbulkan panas yang lebih cepat,” ucap Dedie Rachim. kmf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Yantie Rachim Jenguk Korban Kebakaran Tegallega, Pastikan Pendampingan dan Perawatan

6 March 2026 - 23:42 WIB

Sekda Ajak ASN Pemkot Bogor untuk Partisipasi Donor Darah

6 March 2026 - 23:40 WIB

Semangat Keberagaman pada Puncak BSF CGM 2026

4 March 2026 - 13:10 WIB

BSF CGM 2026 Tegaskan Wajah Toleran Kota Bogor

4 March 2026 - 12:19 WIB

Yantie Rachim Ajak Kader PKK Perkuat Ketahanan Keluarga

3 March 2026 - 12:36 WIB

Trending on Bogoh Ka Bogor