Menu

Dark Mode
Ketua DPRD Adityawarman Adil Apresiasi Sinergi TNI dalam Pembangunan Jembatan Garuda Solusi Bangun Indonesia Dorong Inovasi Stabilisasi Tanah Sidak Pasar Gembrong dan Jambu Dua, Komisi II DPRD Kota Bogor Soroti Kenaikan Harga dan Akses Angkot ​DPRD Kota Bogor dan Disnaker Bahas Persiapan THR, Siapkan Posko Pengaduan Terima Pemuda Al-Irsyad, Adityawarman: Salut untuk Pemuda yang Beraktualisasi di Bidang Sosial Santuni 200 Yatim dan Dhuafa, PWI Makin Nyata Bermanfaat untuk Warga

Citizen Journalist

Jadilah Pemimpin Seperti Pak Dirman!

badge-check


					Jadilah Pemimpin Seperti Pak Dirman! Perbesar

Jenderal Besar Sudirman (atau Pak Dirman) merupakan salah satu tokoh besar yang dilahirkan oleh suatu revolusi. Saat usianya yang masih relatif muda, 29 tahun, menjadi Panglima Besar dan 31 tahun sudah menjadi seorang jenderal. Ia berlatar belakang seorang guru HIS Muhammadiyah di Cilacap dan giat di kepanduan Hizbul Wathan. Ia merupakan pahlawan Pembela Kemerdekaan yang tidak peduli pada keadaan dirinya sendiri demi mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dicintainya. Ia tercatat sebagai Panglima sekaligus Jenderal pertama dan termuda di Republik ini, dan yang luar biasa jasanya selama dalam darma pengabdiannya, karena meski menderita sakit paru-paru yang parah, Panglima Besar TKR/TNI, ini tetap bergerilya melawan Belanda.

Sudirman dikenal oleh orang-orang di sekitarnya sebagai pribadi yang teguh pada prinsip dan keyakinan, serta bermental tangguh, di mana ia selalu menge-depankan kepentingan masyarakat banyak dan bangsa di atas kepentingan pribadinya. Sudirman juga seorang yang selalu konsisten dan konsekuen dalam membela kepentingan tanah air, bangsa, dan negara, hal ini dapat dilihat walaupun dalam keadaan lemah karena sakit tetap bertekad ikut terjun bergerilya dengan ditandu. Dalam keadaan sakit, ia memimpin dan memberi semangat pada prajuritnya untuk melakukan perlawanan terhadap Belanda. 

Kunci Keberhasilan

Kurang lebih selama tujuh bulan ia berpindah-pindah dari hutan yang satu ke hutan yang lain, dari gunung ke gunung dalam keadaan sakit dan lemah, sementara obat-obatan juga hampir-hampir tidak ada. Tapi kepada pasukannya ia selalu memberi semangat dan petunjuk seakan dia sendiri tidak merasakan penyakitnya. Walaupun masih ingin memimpin perlawanan kepada penjajah, akhirnya Sudirman sepulang dari kampanye gerilya karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkannya untuk memimpin Angkatan Perang secara langsung, sehingga setelah itu Soedirman hanya menjadi tokoh perencana di balik layar dalam kampanye gerilya melawan Belanda. 

Kunci keberhasilan kepemimpinan Jenderal Sudirman adalah kemampuannya untuk memberikan contoh keteladanan, misalnya Sudirman yang lemah dan sakit-sakitan mampu memberikan semangat, motivasi dan kesadaran akan arti pentingya kemerdekaan bagi pasukannya dengan bersedia bersusah payah membela Bangsa dan Negara, menderita bersama-sama dengan seluruh pasukannya dalam sebuah perjuangan. Diantara kebersamaan itulah pengaruh Jenderal Sudirman begitu besar. Hanya semangat perjuanganlah yang membuat dirinya tetap tegar dan semangat itu terus menular ke seluruh pasukan yang menjadi motor perjuangan kala itu.

Saya yakin, kita semua selain sebagai pemimpin (paling tidak buat diri kita sendiri) juga memiliki pemimpin, baik pemimpin pada lingkup yang kecil seperti dalam keluarga sampai lingkup yang luas, kita berharap pemimpin kita dapat mencontoh keteladanan Jenderal Sudirman. Sosok pemimpin yang partisipatif, adaptif dan responbilitif terhadap emban tugas dan tanggung jawab yang menjadi tanggung jawabnya.

kabarindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Komitmen Serap Tenaga Kerja Lokal, Eiger Adventure Land Buka Rekrutmen Massal

6 March 2026 - 23:32 WIB

 BPJS Ketenagakerjaan dan Disnakertransgi DKI Jakarta Perkuat Kepatuhan Kepesertaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

5 March 2026 - 12:06 WIB

Menaker: THR Tak Bisa Dicicil, Wajib Dibayar Penuh

5 March 2026 - 11:50 WIB

GAMKI Sumut Apresiasi Kinerja dan Program Strategis Pemprov Sumatera Utara

1 March 2026 - 22:48 WIB

Wamenaker: Audit K3 Tak Boleh Ditawar, Ini Soal Nyawa dan Nasib Usaha

28 February 2026 - 22:48 WIB

Trending on Headline