Cetak Pengusaha Muda, Bima Apresiasi HIPMI dan Dispora

Langkah Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) yang bekerjasama dengan Badan Pengurus Cabang (BPC) HIPMI Kota Bogor dalam penyelenggaraan Youthpreneur Academy di D’Bozz Cafe, Jalan KH. Abdullah bin Nuh, Kecamatan Tanah Sareal pada Kamis (17/9/2020), diapresiasi Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto. Meski tanpa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bogor program tetap berjalan dengan kolaborasi dan itu merupakan hal yang diharapkan oleh orang nomor satu di Kota Bogor.

“Saya ini paling kesal kalau ASN atau birokrat yang kalau saya punya gagasan, punya ide merespon dua hal, pertama yaitu, ‘pak kita harus cari aturannya’. Yang kedua, ‘pak ga ada anggarannya’. Saya kesal banget itu. Masa gara-gara aturan, program tidak jalan, apalagi aturannya dicari-cari. Atau masa semuanya harus dari APBD. Berikutnya, saya juga paling kesal sama anak-anak muda kalau bisanya mengkritik tapi tidak bisa memberikan opsi solusi. Tidak terpikir untuk menjadi bagian dari solusi,” ungkap Bima kepada wartawan.

Bima menerangkan, hari ini dilihat dua hal yang disebutkan tadi itu tidak ada. Jadi, Kepala Dispora ini keren, tanpa APBD, tidak ribet soal aturan, jalan programnya.

“Saya apresiasi pak Herry karnadi yang bagus. Ini yang saya tunggu dari dulu. Saya bilang kolaborasi. HIPMI juga saya tantang dari dulu. Tidak usah ribet-ribet, kita collabs, anak-anak zaman sekarang kan bahasanya collabs. Peluangnya banyak sekarang. Memang sedang ada masalah pandemi, tapi Insya Allah barokah. Jadi harusnya, selalu ada berkah dibalik setiap musibah. Selalu ada kemungkinan untuk mendapatkan manfaat dibalik setiap cobaan,” terangnya.

Bima mengaku, dirinyan kerap mengkritik kalau Dinas UMKM dan Disnaker buat pelatihan instrukturnya yang profesinya sebagai instruktur. Berarti itu pengangguran, masa memberi pembekalan tentang wirausaha, dia sendiri kerjaannya cuma ngomong.


Baca juga: HIPMI dan Dispora Latih Ratusan Pemuda Jadi Pengusaha


“Jadi tidak pernah usaha. Kan salah. Jadi, belajarlah dari ahlinya. Acara ini keren banget kerjasama Dispora dan HIPMI. Insya Allah selalu ada jalan bagi orang yang mau berusaha. Mudah-mudahan dari sini bisa mencetak entrepreneur,” tuturnya.

Ditempat yang sama, Ketua BPC HIPMI Kota Bogor, Zulfikar Priyatna mengatakan, HIPMI bekerjasama dengan Dispora membuat program dalam rangka pemulihan ekonomi lewat kepemudaan, sehingga kedepannya akan ada penyerapan tenaga kerja karena kemarin sudah ada gelombang PHK kesatu dan kedua, tidak menutup kemungkinan juga ada gelombang selanjutnya. Tentunya dibutuhkan lebih banyak pengusaha.

“Ini kan kondisi dilapangan yang harus dipahami. Karena itu kami dorong pengusaha muda ini yang usia di 16 tahun hingga 30 tahun untuk memiliki pengetahuan, kompetensi, skil set hingga menjadi wirausaha baru di Kota Bogor. Ada perubahan mainset bahwa pemuda menciptakan lapangan kerja bukan mencari lapangan kerja, kita lihat beberapa tahun kedepan bisa terjadi penyerapan tenaga kerja di Kota Bogor,” ungkap Zulfikar.

Zulfikar melanjutkan, melihat kondisi Kota Bogor sebagai kota jasa yang terjadi kemacetan dimana-mana saat weekend, dari kacamata bisnis itu bisa dilihat potensi ekonomi yang tersembunyi atau peluang usaha yang perlu digali. Bisa dibilang ini peluang usaha dibidang pariwisata, teknologi, kuliner dan lain sebagainya karena sebagai kota penyangga ibukota, banyak peluang.

“Dengan pelatihan ini diharapkan bisa membuka wawasan pengusaha muda untuk meneliti lebih dalam potensi apa saja yang bisa digarap. Pelatihan ini sesuai standar pengajaran dan kurikulum yang dibuat HIPMI dan Dispora. Mereka diajarkan tentang finance, tentang bisnis, pengelolaan karyawan,membaca peluang, mengembangkan pemasaran dan ada etika bisnis. Jadi setelah menjadi pengusaha mereka tahu tanggung jawab dan kewajiban baik sebagai warga negara ataupun sebagai pengusaha. Kami optimis sekali metode ini sukses rate nya tinggi serta saat ini kami berkolaborasi dengan Dispora Kota Bogor,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dispora Kota Bogor, Herry Karnadi mengatakan, dengan hadir dan memberikan arahan, merupakan napresiasi dari Wali Kota Bogor Bima Arya terhadap kegiatan yang diinisiasi oleh perangkat di bawahnya. Kegiatan ini juga murni berawal dari arahan Wali Kota yang ditangkap jajaran Dispora Kota Bogor sehingga dijadikan kegiatan juga kolaborasi juga dengan HIPMI Kota Bogor.

“Ya, karena memang untuk membentuk pengusaha, harus pengajarnya dari pengusaha yang sudah jadi atau sukses. Supaya tidak hanya teori, tapi juga praktek tips hingga triknya kami ajarkan sekalian,” ungkap Herry kepada wartawan.

Herry melanjutkan, dengan narasumber dari para pengusaha, alhasil yang mendaftar sampai 200 orang lebih, padahal awal rancananya hanya 30 orang ternyata harus bikin 100 orang, kemudiam yang kemarin 50 orang juga dan sekarang 50 lagi, ini juga dikarenakan free atau tidak ada pungutan biaya.

“Melihat animo pemuda Kota Bogor banyak yang tertarik menjadi pengisi, kami akan coba dimasukan dalam kegiatan rutin Dispora. Akan menjadi rutin ini, satu pertemuan offline dan delapan kali pertemuan online, setelah beres itu kami akan bikin lagi yang baru setiap bulan bikin terus. Semuanya tertarik dengan programnya, HIPMI juga tertarik untuk bisa membagikan pengalaman kepada pemula,” jelasnya.

Salah satu peserta Youthpreneur Academy, M. Raffi mengatakan, dirinya tertarik dengan pelatihan wirausaha dengan pemateri yang kompeten sehingga cita-citanya untuk menjadi pengusaha semakin dekat dengan bekal pembelajaran juga sharing pengalaman dari pengusaha sukses.

“Saya tertarik untuk membuka pintu lapangan pekerjaan, tinggal saya mencoba usaha dengan bekal ilmu yang saya dapat disini,” ujarnya.

sumber inilahkoran

editor aldhoherman

print

You may also like...