HIPMI dan Dispora Latih Ratusan Pemuda Jadi Pengusaha

Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Bogor bekerjasama dengan Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Kota Bogor melatih 150 orang pemuda Kota Bogor untuk menjadi pengusaha muda. Pelatihan awal secara offline dilakukan di D’Bozz Cafe, Jalan KH Abdullah bin Nuh, Kecamatan Bogor Barat pada Selasa (15/9/2020) siang.

Ketua Umum BPC HIPMI Kota Bogor, Zulfikar Priyatna mengatakan, jadi pada saat ini HIPMI bekerjasama dengan Dispora dengan tujuan program dalam rangka pemulihan ekonomi lewat kepemudaan, sehingga kedepannya akan ada penyerapan tenaga kerja karena kemarin sudah ada gelombang PHK kesatu dan kedua, tidak menutup kemungkinan juga ada gelombang selanjutnya. Tentunya dibutuhkan lebih banyak pengusaha, bahkan disini ada mantan pilot.

“Sekelas pilot saja bisa kena PHK, tapi ini kan kondisi dilapangan yang harus dipahami. Karena itu kami dorong pengusaha muda ini yang usia di 16 tahun hingga 30 tahun untuk memiliki pengetahuan, kompetensi, skil set hingga menjadi wirausaha baru di Kota Bogor. Ada perubahan mainset bahwa pemuda menciptakan lapangan kerja bukan mencari lapangan kerja, kita lihat beberapa tahun kedepan bisa terjadi penyerapan tenaga kerja di Kota Bogor,” ungkap Zulfikar kepada wartawan.

Zulfikar melanjutkan, melihat kondisi Kota Bogor sebagai kota jasa yang terjadi kemacetan dimana-mana saat weekend, dari kacamata bisnis itu bisa dilihat potensi ekonomi yang tersembunyi atau peluang usaha yang perlu digali. Bisa dibilang ini peluang usaha dibidang pariwisata, teknologi, kuliner dan lain sebagainya karena sebagai kota penyangga ibukota, banyak peluang.

“Dengan pelatihan ini diharapkan bisa membuka wawasan pengusaha muda untuk meneliti lebih dalam potensi apa saja yang bisa digarap,” tutur pria berbadan tinggi itu.

Zulfikar juga memaparkan, untuk peserta awal mendaftar 150 orang tapi dibagi kedalam beberapa gelombang hingga satu kelas hanya 40 orang, walaupun pertama digelar offline tetapi selanjutnya sembilan sesi digelar online dengan catatan sesuai standar pengajaran dan kurikulum yang dibuat HIPMI dan Dispora.

“Mereka diajarkan tentang finance, tentang bisnis, pengelolaan karyawan,membaca peluang, mengembangkan pemasaran dan ada etika bisnis. Jadi setelah menjadi pengusaha mereka tahu tanggung jawab dan kewajiban baik sebagai warga negara ataupun sebagai pengusaha. Kami optimis sekali metode ini sukses rate nya tinggi serta saat ini kami berkolaborasi dengan Dispora Kota Bogor,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dispora Kota Bogor, Herry Karnadi mengatakan, ini bagian dari langkah Pemkot Bogor memulihkan ekonomi, diciptakan pengusaha pemula tujuannya mengoptimalkan kembali potensi Kota Bogor baik itu barang, Sumber Daya Manusia (SDM) dan memanfaatkan pelung pasar yang ada.

“Dibalik pandemi ada peluang usaha, baik itu pengiriman jasa, barang rumah tangga ataupun lainnya. Kami menjaring pemuda, karena program ini melalui inisiatif, berdasarkan data diharapkan 400 orang bisa menjadi pengusaha. Kami cari pengusaha baru. Ini Pendaftaran gratis hingga selesai, ini khusus di Kota Bogor dan pemateri dari HIPMI Kota Bogor,” pungkasnya.

sumber inilahkoran

editor aldhoherman

print

You may also like...

Leave a Reply