Menu

Dark Mode
Serang Diego Garcia, Rudal Iran Mungkin Lebih Seram dari Perkiraan Ini Rudal Majid Iran yang Rontokkan Jet Siluman Amerika Google Ungkap Cara Sideloading Baru di Android, Harus Tunggu 24 Jam Cara Praktis Bikin Kartu Lebaran AI-Style di Galaxy S26 Series 1 Syawal Tak Seragam, Netizen Sepakat Tak Debatkan Penetapan Idul Fitri Tiba-tiba Ngetweet, Cristiano Ronaldo: Eid Mubarak Semuanya!

Bogoh Ka Bogor

Cegah Stunting Baru, Pemkot Bogor Panen 1,2 Ton Padi Nutri Zinc

badge-check


					Cegah Stunting Baru, Pemkot Bogor Panen 1,2 Ton Padi Nutri Zinc Perbesar

Upaya menekan dan mencegah stunting baru terus dilakukan pemerintah daerah yang ada di Indonesia. Salah satunya Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, yang tiada henti melakukan inovasi dalam upaya menekan angka stunting. Pemerintah daerah di Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor  membangun ekosistem dalam mengatasi dan mencegah stunting dengan cara menyediakan dan menyalurkan nutrisi gizi melalui padi, dengan kandungan zinc tinggi bernama Nutri Zinc (Zn) atau padi bernutrisi tinggi.

Menurut Penjabat (Pj) Wali Kota Bogor, Hery Antasari, kolaborasi ini tidak hanya melibatkan Pemkot Bogor dan Kementerian Pertanian (Kementan) serta kelompok tani, namun dalam prosesnya juga melibatkan unsur masyarakat dari sisi penyerapan hingga distribusi. Di Muara Pasir Jaya (Kebun Penelitian Tanaman Padi) ada sekitar 1,2 ton padi yang ditanam di lahan seluas 2.000 meter sejak Maret 2024, dan saat ini  memasuki masa panen.

“150 kilogram akan diserap IWAPI, 150 Kilogram oleh PIM, sisanya kemudian oleh Baznas dan Pemkot juga. Jadi nanti ini akan ada beberapa keluarga terpilih untuk anak stunting dan rawan stunting, khususnya di Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat. Ini belum semua karena produksinya juga masih belum banyak,” ujar Hery, Jumat (28/6/2024).

Hery menambahkan, ekosistem ini tidak hanya bisa untuk mengentaskan stunting dan mencegah stunting baru, namun juga secara horizontal bisa menekan angka kemiskinan. Sebagai orang yang ditugaskan, Hery memiliki tanggung jawab untuk memastikan program yang sudah dirintis untuk terus berlanjut dan berdampak langsung kepada masyarakat.

baca juga:

Meski Angkanya Turun, Pemkot Bogor Terus Gencarkan Program Stunting

“Karena mengatasi stunting, rawan stunting, kemiskinan, ini tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri, karena semua program harus melibatkan pentahelix, pemerintah, masyarakat, media, kampus dan itu bahu membahu. Dan saya dapat laporan bahwa ini baru pertama kali ada di Indonesia kolaborasi ini,” ujarnya.

Pemulia padi Nutri Zinc dari IPB University, Wage Ratna Rohaeni menyampaikan terima kasih atas kepedulian Pemkot Bogor yang mengkondisikan Padi Nutri Zinc ini dikawal keberlanjutan dari hulu ke hilir.

“(Padi Nutri Zinc) ini sangat pas, kenapa? karena anak-anak, ibu hamil pasti makan nasi, kalau pendekatannya melalui beras itu akan lebih continue disamping ada tambahan telur dan sebagainya,” ucap Wage.

Beras Nutri Zinc juga sudah diuji coba di wilayah Sukabumi dan berhasil menurunkan stunting dan mencegah stunting. Dalam satu kali konsumsi padi Nutri Zinc bisa memenuhi 40 persen kebutuhan zinc dalam tubuh.

Wage berharap program ini bisa terus berlanjut dan juga dikenal oleh masyarakat luas.

Hadir dalam panen perdana padi Nutri Zinc, Camat Bogor Barat, Dudi Fitri Susandi dan Kepala Kebun BSIP, Asep dan tak lupa kolaborasi ini melibatkan pentahelix dengan Badan Standarisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Kementerian Pertanian (Kementan), akademisi, kelompok tani, Baznas Kota Bogor, IWAPI dan Perempuan Indonesia Maju. KMF

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemkot Bogor Silaturahmi ke Alim Ulama di Pekan Terakhir Ramadan

18 March 2026 - 13:39 WIB

Danantara Tunjuk Investor Tiongkok untuk Proyek PSEL Bogor Raya

14 March 2026 - 10:15 WIB

63 Tenant UMKM Ramaikan Balkot Ramadan Festival 2026

12 March 2026 - 10:21 WIB

Pemkot Bogor Perkuat Integritas ASN Lewat Forum Penguatan Integritas

12 March 2026 - 10:21 WIB

DPR RI Puji Kebersihan dan Kualitas Pangan di Pasar Jambu Dua

11 March 2026 - 10:36 WIB

Trending on Bogoh Ka Bogor