Menu

Dark Mode
CAS Bagikan Ratusan Paket Makan Gratis Abu Vulkanik Menyebar, Kalbe Consumer Health dan PWI Kota Bogor Bagikan MaskerĀ  Galuga Kebakaran, Pemkot Bogor Gercep Padamkan Kopi Darat Bersama KGMP, BPJS Ketenagakerjaan Kebayoran Baru Perkuat Sinergi dan Perlindungan bagi Mitra Gojek Sinergi BPJS Ketenagakerjaan dan DMI Kebayoran Baru, Dorong Perlindungan Jaminan Sosial bagi Seluruh Perangkat Masjid Gara-gara Debu Krakatau, Pelajar di Bogor Belajar Daring

Kabar Bogor

DPR RI Puji Kebersihan dan Kualitas Pangan di Pasar Jambu Dua

badge-check


					pasar jambu dua. (foto: kominfo) Perbesar

pasar jambu dua. (foto: kominfo)

Kota Bogor-Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, melakukan kunjungan kerja spesifik ke Pasar Jambu Dua, Kota Bogor. Dari hasil kunjungan tersebut, DPR RI memuji kebersihan serta kualitas barang yang dijual di Pasar Jambu Dua.

Yahya Zaini mengatakan bahwa pihaknya mendapatkan berbagai informasi, baik dari pedagang secara langsung maupun dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Yang menurutnya, dari sisi prestasi, Kota Bogor telah mendapatkan penghargaan sebagai Kota Aman Pangan, sementara Pasar Jambu Dua juga meraih penghargaan sebagai pasar berstandar SNI.

“Terkait dengan kondisi di Pasar Jambu Dua ini, pasar ini merupakan pasar modern. Tingkat keamanan pangannya terjamin, bersih, aman, dan sehat. Sehingga mudah-mudahan hasil pemeriksaan dari BPOM tidak ada yang mengandung zat berbahaya. Dua tahun lalu kami datang ke sini, hasil pemeriksaan BPOM menunjukkan nol temuan. Mudah-mudahan hasil pemeriksaan hari ini juga demikian,” ungkapnya, Rabu (11/3/2026).

Dari sisi harga dan ketersediaan bahan pangan di Pasar Jambu Dua, ia menyebut stok masih aman dan belum ada lonjakan harga yang signifikan.

“Untuk harga-harga yang dijual oleh pedagang belum ada kenaikan, walaupun biasanya menjelang Idulfitri selalu ada kenaikan minimal lima sampai 10 persen,” ujarnya.

Turut mendampingi, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, ia mengatakan bahwa kehadiran Komisi IX DPR RI bersama rombongan bertujuan untuk meninjau langsung sekaligus memastikan bahwa Kota Bogor memang layak menyandang predikat sebagai Kota Aman Pangan.

“Namun tentu predikat tersebut bisa diraih karena Kota Bogor juga memiliki Satgas Keamanan Pangan. Jadi mau tidak mau semua pihak harus berkolaborasi, bukan hanya kepolisian, tetapi juga BPOM, BPJS Kesehatan, serta Kementerian Kesehatan sebagai pemantau langkah-langkah keamanan pangan di Kota Bogor,” ucapnya.

Dengan adanya tim tersebut, sambungnya, ketika terdapat temuan atau laporan dari warga dapat langsung ditindaklanjuti.

Dalam kesempatan itu, Dedie Rachim juga meninjau langsung proses pemeriksaan yang dilakukan oleh BPOM. Dari hasil sementara, tidak ditemukan bahan berbahaya pada sampel makanan yang diperiksa.

Kepala BPOM di Bogor, Jeffeta Pradeko Putra, mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pemeriksaan lanjutan melalui uji laboratorium.

“Kami sudah mengambil 10 sampel makanan, namun karena ini masih uji praduga maka akan dibawa ke laboratorium terlebih dahulu. Ikan asin, mi, kerupuk, tahu, dan sebagainya akan diperiksa sesuai aturan BPOM,” ucapnya.

Selain melakukan inspeksi mendadak, BPOM juga secara rutin melaksanakan pengawasan terhadap produksi dan distribusi pangan serta aktif melakukan edukasi kepada masyarakat. kmf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

CAS Bagikan Ratusan Paket Makan Gratis

11 September 2026 - 16:00 WIB

Dedie Rachim Bersama DPRD Kota Bogor Serahkan Ijazah bagi Pelajar Prasejahtera

31 August 2026 - 19:25 WIB

YKI Kota Bogor Gaungkan Kepedulian Bersama dan Rencana Pembangunan Rumah Sahabat Kanker

28 August 2026 - 14:30 WIB

JPO Rangga Mekar-Batutulis Diperbaiki, Arus Lalin Motor Dialihkan

27 August 2026 - 14:56 WIB

Penataan Angkot Capai 50,2 Persen, Targetkan Penertiban Tuntas Akhir Tahun

26 August 2026 - 14:51 WIB

Trending on Kabar Bogor