Menu ✖

Dark Mode
Kacamata Meta Masuk RI, Awas Privasi Warga Terancam Direkam Diam- Diam Ilmuwan Temukan Sel Darah Dinosaurus di Fosil untuk Pertama Kalinya Demokrat Menang, Ratusan Proyek Data Center AI Terancam Karhutla hingga Banjir Dominasi Bencana Indonesia Sepanjang 2026 Kenapa Hacker Targetkan Kulkas Supermarket di Eropa? Ini Kata Pakar Perjuangan Safiera Ikuti Fast Track Pertama di Kehutanan UGM, Lulus S2 di Usia 22 Tahun, Double Degree di NUS

Kabar Bogor

DPR RI Puji Kebersihan dan Kualitas Pangan di Pasar Jambu Dua

badge-check


					pasar jambu dua. (foto: kominfo) Perbesar

pasar jambu dua. (foto: kominfo)

Kota Bogor-Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, melakukan kunjungan kerja spesifik ke Pasar Jambu Dua, Kota Bogor. Dari hasil kunjungan tersebut, DPR RI memuji kebersihan serta kualitas barang yang dijual di Pasar Jambu Dua.

Yahya Zaini mengatakan bahwa pihaknya mendapatkan berbagai informasi, baik dari pedagang secara langsung maupun dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Yang menurutnya, dari sisi prestasi, Kota Bogor telah mendapatkan penghargaan sebagai Kota Aman Pangan, sementara Pasar Jambu Dua juga meraih penghargaan sebagai pasar berstandar SNI.

“Terkait dengan kondisi di Pasar Jambu Dua ini, pasar ini merupakan pasar modern. Tingkat keamanan pangannya terjamin, bersih, aman, dan sehat. Sehingga mudah-mudahan hasil pemeriksaan dari BPOM tidak ada yang mengandung zat berbahaya. Dua tahun lalu kami datang ke sini, hasil pemeriksaan BPOM menunjukkan nol temuan. Mudah-mudahan hasil pemeriksaan hari ini juga demikian,” ungkapnya, Rabu (11/3/2026).

Dari sisi harga dan ketersediaan bahan pangan di Pasar Jambu Dua, ia menyebut stok masih aman dan belum ada lonjakan harga yang signifikan.

“Untuk harga-harga yang dijual oleh pedagang belum ada kenaikan, walaupun biasanya menjelang Idulfitri selalu ada kenaikan minimal lima sampai 10 persen,” ujarnya.

Turut mendampingi, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, ia mengatakan bahwa kehadiran Komisi IX DPR RI bersama rombongan bertujuan untuk meninjau langsung sekaligus memastikan bahwa Kota Bogor memang layak menyandang predikat sebagai Kota Aman Pangan.

“Namun tentu predikat tersebut bisa diraih karena Kota Bogor juga memiliki Satgas Keamanan Pangan. Jadi mau tidak mau semua pihak harus berkolaborasi, bukan hanya kepolisian, tetapi juga BPOM, BPJS Kesehatan, serta Kementerian Kesehatan sebagai pemantau langkah-langkah keamanan pangan di Kota Bogor,” ucapnya.

Dengan adanya tim tersebut, sambungnya, ketika terdapat temuan atau laporan dari warga dapat langsung ditindaklanjuti.

Dalam kesempatan itu, Dedie Rachim juga meninjau langsung proses pemeriksaan yang dilakukan oleh BPOM. Dari hasil sementara, tidak ditemukan bahan berbahaya pada sampel makanan yang diperiksa.

Kepala BPOM di Bogor, Jeffeta Pradeko Putra, mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pemeriksaan lanjutan melalui uji laboratorium.

“Kami sudah mengambil 10 sampel makanan, namun karena ini masih uji praduga maka akan dibawa ke laboratorium terlebih dahulu. Ikan asin, mi, kerupuk, tahu, dan sebagainya akan diperiksa sesuai aturan BPOM,” ucapnya.

Selain melakukan inspeksi mendadak, BPOM juga secara rutin melaksanakan pengawasan terhadap produksi dan distribusi pangan serta aktif melakukan edukasi kepada masyarakat. kmf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kemenko Kumham Imipas Apresiasi Capaian Reformasi Hukum di Kota Bogor

5 November 2026 - 14:41 WIB

43 Pejabat Dikukuhkan, Denny Mulyadi Minta Pelayanan RSUD Terus Ditingkatkan

4 November 2026 - 14:51 WIB

Ketua Kontingen Kota Bogor Beri Dukungan kepada Atlet Pencak Silat

4 November 2026 - 14:48 WIB

Dedie Rachim: Kendaraan Listrik Jadi Peluang Besar Dukung Kota Ramah Lingkungan

3 November 2026 - 18:43 WIB

DIY Punya 14 Titik Potensi Bencana, DPRD DIY Minta Sistem Peringatan Dini Diperkuat

3 November 2026 - 17:46 WIB

Trending on Kabar Bogor