Menu

Dark Mode
Donald Trump Malah Mau Bikin Pasukan AI Padahal Ilmuwan Minta Setop SpaceX Target Starship Meluncur ke Orbit 28 September Donald Trump Mau Ubah Istilah AI, Siapkan Tiga Usulan Mahasiswa Undip Ciptakan ‘Kecoak Hybrid’, Bisa Cari Korban Bencana Alasan Kenapa Handphone yang Tethering Nyala Jangan Disimpan dalam Tas Data Center AI Meta Diduga Bocorkan Bakteri Mematikan ke Air untuk Irigasi Kota

Kabar Lifestyle

Cartrack Gunakan AI Pantau Perilaku Sopir dan Cegah Kecelakaan

badge-check


					Ilustrasi. Teknologi telematika pada armada transportasi kini tidak lagi sekadar berfungsi sebagai pelacak lokasi kendaraan. (Foto: REUTERS/Ronen Zvulun) Perbesar

Ilustrasi. Teknologi telematika pada armada transportasi kini tidak lagi sekadar berfungsi sebagai pelacak lokasi kendaraan. (Foto: REUTERS/Ronen Zvulun)

Teknologi telematika pada armada transportasi kini tidak lagi sekadar berfungsi sebagai pelacak lokasi kendaraan.

Dengan dukungan kecerdasan buatan (AI), sistem ini bahkan mampu memantau perilaku pengemudi secara langsung mulai dari kelelahan, gangguan konsentrasi, hingga penggunaan ponsel saat berkendara.

Country Manager Cartrack Indonesia Carmen Calisto mengatakan teknologi terbaru yang mereka gunakan menggabungkan kamera berbasis AI dan perangkat telematika untuk memberikan visibilitas penuh terhadap aktivitas kendaraan di jalan.

“Dengan teknologi kami, kami tidak hanya memiliki kamera bertenaga AI yang mendeteksi kejadian mengemudi berbahaya seperti gangguan konsentrasi atau kelelahan, tetapi juga telematika yang mendeteksi mengebut, pengereman mendadak, hingga cara kendaraan berbelok,” ujar Carmen dalam wawancara dengan CNN Indonesia Business, Kamis (5/3).

Salah satu fitur utama teknologi ini adalah kemampuan kamera AI untuk memantau kondisi pengemudi secara real-time. Sistem dapat mengenali tanda-tanda microsleep, distraksi, hingga penggunaan ponsel yang berpotensi memicu kecelakaan.

“Kamera AI kami mendeteksi perilaku pengemudi, kelelahan, gangguan konsentrasi, penggunaan ponsel semua hal yang telah terbukti menjadi penyebab kecelakaan yang sangat tinggi,” kata Carmen.

Ketika sistem mendeteksi risiko, pengemudi akan langsung mendapatkan peringatan saat itu juga. Peringatan ini bisa berupa suara, tampilan di layar, hingga getaran pada kursi pengemudi.

“Begitu kamera mendeteksi lingkungan berisiko tinggi, sistem otomatis memberi peringatan secara real-time menggunakan audio dan juga getaran kursi sehingga pengemudi bisa langsung mengoreksi perilakunya,” jelasnya.

Tak hanya pengemudi, manajer armada juga mendapatkan notifikasi secara langsung sehingga dapat mengambil tindakan seperti meminta pengemudi beristirahat.

Selain kamera, perangkat telematika berbasis AI juga mengumpulkan berbagai data perilaku berkendara. Data tersebut kemudian diolah menjadi sistem penilaian atau scorecard yang bisa digunakan perusahaan untuk mengevaluasi performa pengemudi.

“Kami mengambil semua data itu dan memasukkannya ke dalam kartu skor yang memiliki tolok ukur sehingga pelanggan dapat melihat peningkatan dari waktu ke waktu,” ujar Carmen.

Data tersebut kemudian digunakan perusahaan untuk melakukan pembinaan terhadap pengemudi berbasis bukti video.

“Dengan bukti berbasis video ini, perusahaan bisa mengadakan sesi coaching dengan pengemudi. Ketika pengemudi melihat langsung kesalahan mereka, perubahan perilaku biasanya terjadi lebih cepat,” kata Carmen.

Untuk mendorong perubahan perilaku, Cartrack juga mengubah sistem scorecard menjadi papan peringkat yang bersifat gamifikasi. Pendekatan ini membuat pengemudi berlomba-lomba meningkatkan performa berkendara mereka.

Tak hanya pengemudi, manajer armada juga mendapatkan notifikasi secara langsung sehingga dapat mengambil tindakan seperti meminta pengemudi beristirahat.

Selain kamera, perangkat telematika berbasis AI juga mengumpulkan berbagai data perilaku berkendara. Data tersebut kemudian diolah menjadi sistem penilaian atau scorecard yang bisa digunakan perusahaan untuk mengevaluasi performa pengemudi.

“Kami mengambil semua data itu dan memasukkannya ke dalam kartu skor yang memiliki tolok ukur sehingga pelanggan dapat melihat peningkatan dari waktu ke waktu,” ujar Carmen.

Data tersebut kemudian digunakan perusahaan untuk melakukan pembinaan terhadap pengemudi berbasis bukti video.

“Dengan bukti berbasis video ini, perusahaan bisa mengadakan sesi coaching dengan pengemudi. Ketika pengemudi melihat langsung kesalahan mereka, perubahan perilaku biasanya terjadi lebih cepat,” kata Carmen.

Untuk mendorong perubahan perilaku, Cartrack juga mengubah sistem scorecard menjadi papan peringkat yang bersifat gamifikasi. Pendekatan ini membuat pengemudi berlomba-lomba meningkatkan performa berkendara mereka.

Sumber: cnnindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Donald Trump Malah Mau Bikin Pasukan AI Padahal Ilmuwan Minta Setop

21 September 2026 - 20:44 WIB

SpaceX Target Starship Meluncur ke Orbit 28 September

21 September 2026 - 20:38 WIB

Donald Trump Mau Ubah Istilah AI, Siapkan Tiga Usulan

21 September 2026 - 20:34 WIB

Mahasiswa Undip Ciptakan ‘Kecoak Hybrid’, Bisa Cari Korban Bencana

21 September 2026 - 20:30 WIB

Alasan Kenapa Handphone yang Tethering Nyala Jangan Disimpan dalam Tas

21 September 2026 - 20:26 WIB

Trending on Kabar Lifestyle