Bima-Dedie Jajan di Devris, Pedagang Curhat

Pasangan Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Bogor 2018-2023 Bima Arya Sugiarto dan Dedie A Rachim yang tengah asyik menikmati  menikmati bubur ayam di Devris, Jembatan Merah di Jalan Veteran, Kelurahan Panaragan, tiba-tiba saja didekati pedagang bubur bernama Dudun (37) yang langsung menyampaikan curhatannya.

Penjual bubur ayam yang merupakan generasi keempat ini menyatakan kedatangan pasangan Bima Arya dan Dedie Rachim diharapkan menjadi bentuk keberpihakannya terhadap pedagang kecil.

bima-dedie“Kami nggak terlalu banyak minta ya. Kami sudah diizinkan berjuakan di sini saya, sudah cukup. Karena ini boleh dibilang kawasan legendaris. Udah jualan mulai dari uyut, kakek, bapak hingga sekarang saya,” kata Dudun.

Dudun juga mengucapkan terimakasih kepada Bima Arya yang pada periode sebelumnya sudah menata jembatan bekas peninggalan Belanda dan menjadu saksi bisu perjuangan pahlawan Kapten Muslihat. “Jembatan sempat di renovasi terus dikasih lampu-lampu. Jadi bagus ya. Kami juga berusaha untuk terus menjaga kebersihan tempat, tapi saya minta untuk menertibkan pengemis dan pengamen yang memaksa kalau minta uang ke pengunjung,” katanya.

Sementara itu Bima Arya mengaku, kawasan Devris merupakan salah satu kawasan tersibuk di Kota Bogor. Aktivitas warga terjadi di kawasan ini berlangsung 24 jam nonstop.

“Pagi hingga malam di kawasan yang dekat dengan Stasiun Bogor ini merupakan pusat niaga. Sedangkan malam hingga pagi, kawasan yang dikenal dengan nama  ini berubah menjadi pusat kuliner yang cukup tersohor di pemburu jajanan malam Nusantara,” kata Bima.

Di Devris ini, lanjut Bima, ada beberapa makanan favorite salahsatunya bubur ayam Pak Kumis.

“Langganan saya sudah lama. Bubur paling enak,” ujar Bima Arya yang diamini oleh Dedie.

Sembari bercengkrama dengan warga yang duduk disebelah mereka, keduanya tampak lahap menghabiskan semangkuk bubur ayam.

“Selain bubur ayam, di Devris ini kuliner yang menjadi favorit adalah doclang. Doclang merupakan makanan tradisional khas Bogor yang berisi potongan lontong, tahu, telur rebus, kentang dan kerupuk. Tak lupa, siraman bumbu kacang membuat doclang semakin gurih dan lezat,” ujar Bima mempromosikan jajan Devris.

Kawasan Devris menjadi pusat kuliner legendaris kota hujan. Jajaran pedagangnya pun sudah ada sejak lama, yakni sekitar tahun 1950-an. Kini selain bubur ayam dan doclang, di tempat ini juga tersedia pedagang martabak, sate, nasi uduk, buah-buahan dan kudapan enak lainnya.

reporterpratama

print

You may also like...