Menu

Dark Mode
AS, Inggris, dan Australia Garap Drone Bawah Laut untuk Tangkal Rusia Orang Ini Klaim Matahari, yang Lain Disuruh Bayar Biaya Sewa YouTube Akan Tandai Video Buatan AI Secara Otomatis Wanita Kena Kanker Kulit Usai Rutin Pakai Cat Kuku, Gegara Lampu UV? 5 Kebiasaan Pagi yang Diam-Diam Bisa Merusak Jantung Wakil Wali Kota Bogor Main Api

Kabar Lifestyle

Wanita Kena Kanker Kulit Usai Rutin Pakai Cat Kuku, Gegara Lampu UV?

badge-check


					Ilustrasi. Seorang wanita (52) terkena kanker kulit usai rutin mengecat kuku selama 18 tahun. Begini kata dokter. (Foto: istockphoto/Maxpetac) Perbesar

Ilustrasi. Seorang wanita (52) terkena kanker kulit usai rutin mengecat kuku selama 18 tahun. Begini kata dokter. (Foto: istockphoto/Maxpetac)

Sebuah akun di media sosial Threads membagikan cerita seorang wanita (52) yang terkena kanker kulit setelah rutin memakai nail polish di salon kecantikan. Rutin memakai nail polish berarti rutin mengeringkannya dengan UV nail lamp. Apakah paparan UV nail lamp bisa memicu kanker kulit? Simak kata dokter.

Pada tangan dan kaki wanita itu muncul lesi, lalu muncul benjolan kecil yang menebal, kasar, dan bersisik. Biopsi pada lesi dilakukan guna pemeriksaan. Hasilnya, positif kanker kulit tahap awal (SCC in situ), kemudian lesi lain termasuk actinic keratosis (AK) atau lesi prakanker akibat paparan UV.

Meski positif prakanker, dokter spesialis kulit dan kelamin I Gusti Nyoman Darmaputra berkata kasus tersebut belum membuktikan paparan UV nail lamp jadi penyebab tunggal.

“Penggunaan UV nail lamp secara rutin setiap 3 minggu selama 18 tahun kemungkinan menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap akumulasi paparan UV pada punggung tangan. [Sementara] temuan AK sendiri merupakan tanda kerusakan kulit akibat paparan UV kronis,” jelas Darma seperti dilaporkan detikHealth.

Selain itu, dilihat dari foto yang dibagikan di Threads, wanita tersebut memiliki kulit terang atau fototipe Fitzpatrick I-II yang lebih rentan mengalami kerusakan DNA akibat paparan UV. Hal ini bisa terjadi karena kulit terang punya perlindungan melanin lebih rendah.

Dengan paparan UV yang sama, lanjut Darma, kulit terang memiliki risiko lebih tinggi mengalami kerusakan DNA, AK, dan kanker kulit non-melanoma dibanding mereka yang berkulit gelap.

Kemudian sebagian besar UV nail lamp memancarkan sinar UVA. Sinar UVA risikonya relatif lebih rendah ketimbang paparan sinar matahari langsung.

“Tetapi, paparan berulang dalam jangka panjang tetap berpotensi menyebabkan photoaging, pigmentasi, dan kerusakan DNA kumulatif,” imbuhnya.

Kasus ini mungkin membuat para wanita was-was mengecat kuku ke salon kecantikan. Darma pun menyarankan agar mengaplikasikan tabir surya minimal SPF 30 sampai 50 pada punggung tangan sekitar 15-20 menit sebelum sesi dimulai.

Dia berkata kanker tidak akan muncul hanya karena satu atau dua kali sesi pengecatan kuku. Risiko kanker ditentukan oleh akumulasi paparan UV pada kulit sepanjang hidup.

Sumber: cnnindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

AS, Inggris, dan Australia Garap Drone Bawah Laut untuk Tangkal Rusia

31 May 2026 - 15:01 WIB

Orang Ini Klaim Matahari, yang Lain Disuruh Bayar Biaya Sewa

31 May 2026 - 14:52 WIB

YouTube Akan Tandai Video Buatan AI Secara Otomatis

31 May 2026 - 14:48 WIB

5 Kebiasaan Pagi yang Diam-Diam Bisa Merusak Jantung

31 May 2026 - 14:40 WIB

Era Baru Debt Collector AI, Warga Mulai Diteror Telepon Robot

29 May 2026 - 11:28 WIB

Trending on Kabar Lifestyle