Menu

Dark Mode
Berkontur Curam, Panaragan Jadi Pilot Project EWS Siap Hadapi Porprov, Dedie–Jenal Beri Dukungan untuk Cabor Dari Perlindungan hingga Kepedulian: Bukti Nyata Negara Hadir untuk Pekerja Indonesia Bukti Negara Hadir di Tengah Duka, Bpjs Ketenagkerjaan Serahkan Santunan JKK 494 Juta Menaker Pastikan Hak Jaminan Sosial Korban Kecelakaan KA Bekasi Terpenuhi Hut ke-50, Summarecon Gelar Operasi Katarak Gratis di Bogor

Feature

Berkontur Curam, Panaragan Jadi Pilot Project EWS

badge-check


					Lurah Panaragan, Ima Ratnasari, (foto: ist) Perbesar

Lurah Panaragan, Ima Ratnasari, (foto: ist)

Terletak tak jauh dari pusat pemerintahan Kota Bogor,  Kelurahan Panaragan, Kecamatan Bogor Tengah, terus berinovasi dengan  berbagai program pembangunan infrastruktur dan penguatan mitigasi bencana. Kelurahan Panaragan memiliki nilai sejarah tinggi yang berasal dari pemukiman prajurit Mataram (Warok Ponorogo) pada tahun 1629.

penulis: M Syahrul

Kini, dengan kepadatan penduduk yang tinggi, kelurahan ini bertransformasi menjadi kawasan permukiman perkotaan swasembada yang tetap mempertahankan akar budayanya. Dengan jumlah penduduk mencapai 6.701 jiwa pada tahun 2026, kelurahan yang kaya akan nilai sejarah ini terus berupaya menyeimbangkan antara pelayanan prima dan penanganan permasalahan wilayah yang kompleks.

PANARAGAN sesuai visinya mengandung arti pelayanan di wilayahnya. Menurut Lurah Panaragan, Ima Ratnasari, Panaragan mempunyai arti huruf P melambangkan Pelayanan Prima dengan mengedepankan aparatur yang bersih dan berwibawa, administrasi yang tertata rapi, lingkungan yang nyaman dan indah, hingga sikap responsif dan cepat tanggap dalam menyelesaikan permasalahan warga.

Kelurahan Panaragan patut berbangga, karena  terpilih menjadi pilot project pemasangan alat deteksi bencana modern. Mengingat letak geografisnya yang diapit sungai dan memiliki kontur tanah curam, kerawanan banjir dan longsor menjadi perhatian serius.

Saat ini di RW 07, yang berbatasan langsung dengan Sungai Cisadane, telah terpasang sistem Early Warning System (EWS) alat pendeteksi banjir yang canggih.

​”Dulu alatnya masih manual dan harus dinyalakan petugas. Sekarang jauh lebih canggih karena dipasang di samping kali Cisadane dan di tengah pemukiman. Jika air mencapai ketinggian tertentu, alarm akan otomatis berbunyi,” jelasnya.
​Tak hanya banjir, Panaragan juga menjadi lokasi pertama di Kota Bogor yang memasang alat deteksi dini longsor di RW 01 melalui bantuan Badan Informasi Geospasial (BIG) dan BPBD.

Simulasi evakuasi bersama masyarakat juga telah rutin dilakukan guna meminimalisir risiko jatuhnya korban. ​Pembangunan Infrastruktur dan Program ‘Gerobak Saepisan’. Dalam kurun waktu 2025 hingga 2026, realisasi pembangunan fisik di Panaragan cukup masif. Mulai dari pembangunan paving block di RW 07, penggunaan beton dekoratif (stamped concrete) di jalan-jalan lingkungan, hingga perbaikan kanstin di Jalan Veteran.

​Wilayah RW 02 Panaragan juga ditunjuk sebagai lokasi program “Gerobak Saepisan” (Bogor Bebas Kumuh). Program ini mencakup tujuh indikator keberhasilan, mulai dari perbaikan sarana prasarana hingga pemberdayaan UMKM lokal.

​”RW 02 menjadi titik fokus karena letak geografisnya yang diapit beberapa sungai, sehingga butuh intervensi sarana yang lebih berdaya agar terlepas dari kategori kumuh,” tambah Ima.

​Meski progres pembangunan berjalan positif, Kelurahan Panaragan masih menghadapi tantangan besar terkait penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Veteran.

Keberadaan PKL pada sore hingga malam hari kerap memicu kemacetan dan mengganggu fungsi trotoar.Pihak Kelurahan bersama Kecamatan Bogor Tengah sebenarnya sudah mengusulkan relokasi ke Pasar Devris, namun hingga kini kebijakan tersebut masih menjadi kewenangan Pemerintah Kota dan PD Pasar.

​”Kami ingin memberikan solusi bagi PKL, namun kendalanya adalah kekhawatiran mereka kehilangan pelanggan jika pindah. Intinya, selama tidak mengganggu pejalan kaki, masih ada kebijaksanaan, namun kami terus mendorong agar normalisasi trotoar bisa terealisasi,” tegasnya.

​​Terkait penyaluran Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dan program bantuan sosial lainnya, Ima memastikan pihaknya telah melakukan ground check langsung ke lapangan.

Hal ini dilakukan untuk memastikan penerima manfaat sesuai dengan data Desil 1 hingga 5 yang ditetapkan kementerian.

​”Data datang dari pusat, tugas kami melakukan ground check untuk memastikan apakah warga tersebut benar-benar layak menerima bantuan atau tidak. Ini bentuk transparansi kami agar bantuan tepat sasaran,” pungkasnya.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Juni, Target Groundbreaking PSEL Bogor Raya

25 April 2026 - 12:33 WIB

Kelurahan Baranangsiang Siap jadi Barometer Tata Kelola Wilayah

17 April 2026 - 16:36 WIB

Kisah Inspiratif : Rahel, Mitra Ojol Maxim Wanita yang Juga Atlet Tinju Berprestasi

5 March 2026 - 11:55 WIB

Eliminasi TBC 2030 : Kota Bogor Perkuat Deteksi, Pengobatan dan Kolaborasi

27 February 2026 - 14:44 WIB

Menuju Pajak Presisi dan Transparan, Kota Bogor Bangun Ekosistem Geospasial Terpadu

30 January 2026 - 21:04 WIB

Trending on Feature