Menu

Dark Mode
Polemik Studio Game RI Mau Hengkang Karena Pajak dan Responsnya Ilmuwan Top Amerika Tewas Ditembak, Dunia Sains Berduka Indosat Rilis HiFi Air, Internet Rumah yang Bisa Dibawa Mudik Sirkulasi Siklonik Picu Hujan Lebat, Ini Daerah Berpotensi Terdampak Hentikan Pemborosan Anggaran, Pemerintah Tertibkan Belanja TIK Eliminasi TBC 2030 : Kota Bogor Perkuat Deteksi, Pengobatan dan Kolaborasi

Headline

Asal Muasal Virus Hepatitis Penyerang Mahasiswa IPB Masih Misterius

badge-check

image

Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor telah mengambil sample makanan dari sejumlah kantin yang ada di dalam dan luar Kampus Institut Pertanian Bogor Dramaga. Meski demikian, Dinkes Kabupaten Bogor belum bisa menentukan asal virus hepatitis yang menyerang puluhan mahasiswa IPB, apakah dari makanan di kantin dalam IPB ataukah luar IPB.

Terkait kasus ini, Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit dan Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Kusnadi, Minggu (13/12/2015) meminta agar masyarakat mewaspadai sejumlah penyakit yang sering menyerang di musim hujan, terutama yan berhubungan dengan sanitasi seperti demam berdarah dengue, diare, serta hepatitis.

“Hepatitis A ini sebenarnya pada Oktober lalu juga menyerang puluhan santri di sebuah pondok pesantren di Parung. Jumlahnya lebih besar yakni sampai 90an santri,” kata Kusnadi. Penanganan kasus itu termasuk agak terlambat karena para santri sudah telanjur dipulangkan ke rumah masing- masing sehingga virusnya menyebar lebih luas.

Namun, karena sumber air dan makanan di pontren tersebut hanya satu, maka petugas dengan mudah dan cepat menemukan asal virus hepatitis, yakni dari sumber air yang tercemar. Oleh karena itu, Kusnadi meminta agar masyarakat lebih berhati- hati dan mengutamakan hidup bersih dan sehat.

Alasannya penyakit hepatitis, diare serta DBD merebak di wilayah dengan sanitasi buruk. Sementara, sebagian masyarakat Kabupaten Bogor masih hidup di lingkungan dengan sanitasi yang buruk.

Mencuci tangan dengan menggunakan sabun, lanjut Kusnadi bisa mengurangi risiko penyakit hingga 80 persen. Kasie Surveilans dan Epidemiologi Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Yessi Desputri juga mengingatkan masyarakat yang tinggal di permukiman padat penduduk.

Menurut dia, kepadatan penduduk membuat jarak antara sumur dengan pembuangan limbah dan septictank sangat dekat. Akibatnya sumber air mudah tercemar. Dinkes sendiri berupaya terus mensosialisasikan gerakan hidup bersih serta penyemprotan disinfektan di lokasi yang ditemukan banyak kasus hepatitis. Selain itu ada pula pemberian kaporit ke sejumlah sumur gali milik warga untuk mengurangi pencemaran. (Deni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Grogol Optimalkan Pendekatan Promotif dan Preventif

25 February 2026 - 12:52 WIB

IPSI Kota Tangsel dan BPJS Ketenagakerjaan Teken MoU Perlindungan Atlet dan Pelatih

25 February 2026 - 12:43 WIB

Sapa Langsung Pedagang, BPJS Ketenagakerjaan Hadir di Pasar Mayestik Lewat “Yuk Kepasar se-Jakarta

22 February 2026 - 23:10 WIB

BPJS Ketenagakerjaan – DMI Jakarta Selatan Soft Launching Duta BPJS Ketenagakerjaan Berbasis Keummatan

15 February 2026 - 20:13 WIB

Kadispen Kodaeral IV Batam Hadiri Rakornispen TNI 2026 di Cilangkap

13 February 2026 - 17:29 WIB

Trending on Headline