Menu

Dark Mode
Maling Kabur Pakai Taksi Robot Waymo, Sudah 6 Bulan Belum Tertangkap Ketika Sang Bapak AI Malah Cerita Seram Sambil Kasih Peringatan Tak Mau AI Lepas Kendali, Pemerintah Pastikan Perpres AI Terbit Tahun Ini Komdigi Tegaskan Aturan Pembatasan Akses Medsos Anak Bukan Larangan Pria Jarang Bergerak Rentan Alami Gangguan Saluran Kemih Optimalkan Aliran Air 24 Jam, Tirta Pakuan Lakukan Komisioning

Kabar Lifestyle

Pesaing Starlink dari Amazon Akan Beroperasi Tahun Ini

badge-check


					Pesaing Starlink dari Amazon Akan Beroperasi Tahun Ini (Foto: Amazon)
Perbesar

Pesaing Starlink dari Amazon Akan Beroperasi Tahun Ini (Foto: Amazon)

Amazon akan meluncurkan layanan internet satelitnya pada pertengahan tahun 2026. Hal ini diungkap oleh CEO Amazon Andy Jassy dalam surat tahunannya untuk pemegang saham.
Layanan bernama Amazon Leo (sebelumnya Project Kuiper) ini digarap sebagai pesaing Starlink milik SpaceX. Amazon mengatakan Leo akan mendukung kecepatan download hingga 1Gbps, sementara kecepatan download Starlink di kisaran 45-280 Mbps.

Jassy tidak menyebutkan apakah tanggal peluncuran pada pertengahan 2026 sudah termasuk jadwal ketersediaan untuk konsumen. Juru bicara Amazon mengatakan pihaknya belum memiliki informasi lengkap untuk dibagikan saat ini.

Sejak akhir tahun lalu, Amazon sudah mengajak perusahaan terpilih untuk menguji coba layanan internet satelitnya berkecepatan tinggi. Maskapai penerbangan Delta dan JetBlue sudah menandatangani perjanjian untuk menggunakan layanan Leo di penerbangan.

Bisnis lain yang menjalin kesepakatan dengan Amazon termasuk AT&T, Vodafone, DirecTV Latin America, hingga NASA, seperti dikutip dari Detikcom, Senin (13/4/2026).

Kapan pun layanannya tersedia untuk konsumen, Amazon Leo akan menawarkan lebih banyak keuntungan dibandingkan Starlink. Leo kabarnya akan menawarkan performa uplink hingga delapan kali lebih cepat dan kecepatan download dua kali lipat dibandingkan Starlink.

Amazon mengatakan layanan internet satelit Leo juga akan lebih murah, serta sudah termasuk integrasi AWS native untuk penyimpanan data perusahaan, analitik, dan AI.

Terlepas dari deretan keuntungan tersebut, Amazon Leo sepertinya membutuhkan waktu lama untuk menyediakan layanan internet satelit dalam skala besar.

Layanan Amazon Leo saat ini mundur dari jadwalnya, dan saat ini hanya ada 241 satelit yang sudah mengorbit. Starlink yang sudah aktif sejak tahun 2019 saat ini sudah memiliki lebih dari 10.000 satelit di orbit.

Pada bulan Januari, Amazon meminta Komisi Komunikasi Federal Amerika Serikat untuk memperpanjang tenggat waktu yang jatuh pada Juli 2026 yang mewajibkan mereka memiliki 1.600 satelit di orbit. Perusahaan besutan Jeff Bezos itu mengatakan mereka memperkirakan hanya sekitar 700 satelit yang akan beroperasi pada tenggat waktu tersebut.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Maling Kabur Pakai Taksi Robot Waymo, Sudah 6 Bulan Belum Tertangkap

12 June 2026 - 19:48 WIB

Ketika Sang Bapak AI Malah Cerita Seram Sambil Kasih Peringatan

12 June 2026 - 19:35 WIB

Komdigi Tegaskan Aturan Pembatasan Akses Medsos Anak Bukan Larangan

12 June 2026 - 19:25 WIB

Pria Jarang Bergerak Rentan Alami Gangguan Saluran Kemih

12 June 2026 - 19:22 WIB

REKA Bogor Gelar Rekaloka 2026, Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Naik Kelas

11 June 2026 - 08:57 WIB

Trending on Kabar Lifestyle