Menu

Dark Mode
Donald Trump Ubah Nama AI Jadi SI, Alasannya Tak Terduga Dunia Bersiap Hadapi Petaka Besar, PBB Pertemukan Amerika-China Bos Nvidia Blak-blakan, Yakin AI Tak Bisa Musnahkan Manusia Data Center AI Butuh Listrik Jumbo, Dunia Mulai Khawatir Telkomsel Latih Ribuan Guru Kuasai AI Lewat CSR Terpujilah GURU 2026 Wajah Baru BlackBerry Setelah Tak Lagi Jualan HP

Headline

Asal Muasal Virus Hepatitis Penyerang Mahasiswa IPB Masih Misterius

badge-check

image

Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor telah mengambil sample makanan dari sejumlah kantin yang ada di dalam dan luar Kampus Institut Pertanian Bogor Dramaga. Meski demikian, Dinkes Kabupaten Bogor belum bisa menentukan asal virus hepatitis yang menyerang puluhan mahasiswa IPB, apakah dari makanan di kantin dalam IPB ataukah luar IPB.

Terkait kasus ini, Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit dan Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Kusnadi, Minggu (13/12/2015) meminta agar masyarakat mewaspadai sejumlah penyakit yang sering menyerang di musim hujan, terutama yan berhubungan dengan sanitasi seperti demam berdarah dengue, diare, serta hepatitis.

“Hepatitis A ini sebenarnya pada Oktober lalu juga menyerang puluhan santri di sebuah pondok pesantren di Parung. Jumlahnya lebih besar yakni sampai 90an santri,” kata Kusnadi. Penanganan kasus itu termasuk agak terlambat karena para santri sudah telanjur dipulangkan ke rumah masing- masing sehingga virusnya menyebar lebih luas.

Namun, karena sumber air dan makanan di pontren tersebut hanya satu, maka petugas dengan mudah dan cepat menemukan asal virus hepatitis, yakni dari sumber air yang tercemar. Oleh karena itu, Kusnadi meminta agar masyarakat lebih berhati- hati dan mengutamakan hidup bersih dan sehat.

Alasannya penyakit hepatitis, diare serta DBD merebak di wilayah dengan sanitasi buruk. Sementara, sebagian masyarakat Kabupaten Bogor masih hidup di lingkungan dengan sanitasi yang buruk.

Mencuci tangan dengan menggunakan sabun, lanjut Kusnadi bisa mengurangi risiko penyakit hingga 80 persen. Kasie Surveilans dan Epidemiologi Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Yessi Desputri juga mengingatkan masyarakat yang tinggal di permukiman padat penduduk.

Menurut dia, kepadatan penduduk membuat jarak antara sumur dengan pembuangan limbah dan septictank sangat dekat. Akibatnya sumber air mudah tercemar. Dinkes sendiri berupaya terus mensosialisasikan gerakan hidup bersih serta penyemprotan disinfektan di lokasi yang ditemukan banyak kasus hepatitis. Selain itu ada pula pemberian kaporit ke sejumlah sumur gali milik warga untuk mengurangi pencemaran. (Deni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Website PWI Terkonsolidasi di 38 PWI Daerah, Serentak Dilaunching 1 Oktober 2026

22 September 2026 - 21:47 WIB

BNN DAN AFP SEPAKAT PERKUAT KEMITRAAN LAWAN ANCAMAN NARKOTIKA LINTAS NEGARA

22 September 2026 - 21:34 WIB

Pemerintah Tetapkan 18 Hari Libur Nasional dan 8 Hari Cuti Bersama Tahun 2027

15 September 2026 - 20:36 WIB

Abu Vulkanik Menyebar, Kalbe Consumer Health dan PWI Kota Bogor Bagikan Masker 

9 September 2026 - 18:42 WIB

Galuga Kebakaran, Pemkot Bogor Gercep Padamkan

8 September 2026 - 21:24 WIB

Trending on Headline